Ucapan Bagi Orang yang Mendapatkan Kelahiran dan Jawabannya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

“Semoga Allah memberkahimu atas pemberian-Nya kepadamu, engkau layak bersyukur kepada yang memberi, (semoga) anakmu cepat dewasa dan engkau diberi rezeki berupa baktinya kepadamu.”

Orang yang diberi ucapan selamat menjawab dengan mengatakan,

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

“Semoga Allah memberkahimu dan membalasmu dengan kebaikan dan engkau diberi rezeki seperti itu dan balasanmu dilipatgandakan.”[1]

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 129.


[1]     Lihat Al-Adzkar An-Nawawi, hlm. 349; dan Shahih Al-Adzkar, oleh Salim Al-Hilali: 2/713.

Syarah Doa Ketika Mengalami Hal Yang Tidak Disukai

قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

“Ketentuan Allah dan segala yang Dia kehendaki, maka Dia lakukan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan. Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Jika menimpamu sesuatu hal, jangan katakan seandainya kulakukan ini, maka pasti akan terjadi ini dan itu, tetapi katakanlah: ‘Allah telah menakdirkannya dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (memberi peluang bagi) perbuatan syetan.”

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (3)

الأَذْكَارُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ

“Dzikir-dzikir dan membaca Al-Qur’an.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syetan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (2)

الأَذَانُ

“Mengucapkan adzan.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Di antara apa-apa yang bisa untuk mengusir syetan adalah adzan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda,

إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِيْنَ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ، أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ، أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ اُذْكُرْ كَذَا، اُذْكُرْ كَذَا، لِـمَا لَـمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Jika diserukan untuk menunaikan shalat, maka syetan berbalik dan dia memiliki kentut sehingga tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai dikumandangkan, dia berbalik menghadap. Jika dikumandangkan iqamah untuk shalat, dia berbalik; jika iqamah usai dikumandangkan dia berbalik menghadap. Sehingga membuat betikan di antara orang dan jiwanya. Sehingga dia mengatakan, ‘Ingat demikian dan ingat demikian, yang sebelumnya ia tidak mengingat apa-apa, hingga orang itu tidak tahu berapa rakaat dia telah menunaikan shalat.'”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (1)

الإِسْتِعَاذَةُ بِاللهِ مِنْهُ

“Berlindung kepada Allah dari godaannya.”[1]

Maksudnya adalah hendaknya Anda mengucapkan,

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (QS. Al-Mukminun: 97-98)

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 367.


[1]     Abu Dawud, (1/206); dan At-Tirmidzi. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (1/77).

Balasan Doa ‘Baarakallahu Fiika’

وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ

“Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu.”[1]

Ini adalah sebuah atsar dari Aisyah Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya Aisyah Radhiyallahu Anha berkata,

أَهْدَيْتُ لِلرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةً، قَالَ: اِقْسِمِيْهَا، فَكَنْتُ إِذَا رَجَعَ الْخَادِمُ أَقُوْلُ: مَاقَالُوْا؟ قَالَ: يَقُوْلُوْنَ: بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ، فَأَقُوْلُ: وَفِيْهِمْ بَارَكَ اللهُ، نُرُدُّ عَلَيْهِمْ مِثْلَ مَا قَالُوْا، وَيَبْقَى أَجْرُنَا لَنَا

“Aku memberikan hadiah seekor kambing kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda, ‘Bagilah ia! Jika seorang pembantu pulang, aku selalu bertanya, ‘ Apa yang mereka katakan? Dia menjawab, ‘Mereka mengatakan: بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ ‘Semoga Allah memberkahi kalian semua.‘ Maka, kukatakan: وَفِيْهِمْ بَارَكَ اللهُ ‘Semoga Allah memberkahi mereka pula. Kami membalas ucapan mereka sebagaimana yang mereka ucapkan sehingga tetaplah pahala kami.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Agar Terhindar Dari Syirik

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tindakan menyekutukan Engkau, sedang aku mengetahuinya dan aku minta ampun kepadamu terhadap apa yang tidak aku ketahui (bahwa hal itu perbuatan syirik-red.).'”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari dan selainnya Radhiyallahu Anhum.

Disebutkan di dalamnya sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا هَذَا الشِّرْكَ فَإِنَّهُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، فَقَالَ لَهُ مَنْ شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ: وَكَيْفَ نَتَّقِيهِ، وَهُوَ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ قُولُوا…

“Wahai sekalian manusia, takutlah kepada tindakan syirik ini, sesungguhnya dia itu lebih tersembunyi dari pada langkah seekor semut.’ Seseorang yang dikehendaki Allah untuk berkata kepada beliau, ‘Bagaimana kita takut kepadanya, padahal dia itu lebih tersembunyi daripada langkah seekor semut, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ‘Katakan: …’.”

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.064 pengikut lainnya.