Doa Untuk Keselamatan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي، وَعَافِنِي، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ya Allah, ampunilah aku, berilah petunjuk kepada diriku, karuniakanlah rezeki kepadaku, berikanlah ‘afiat (kesejahteraan) pada diriku, aku berlindung kepada Allah dari kesempitan tempat berdiri pada hari kiamat kelak.”

HR. An-Nasa’i III/209, Ibnu Majah no. 1356 dan lain-lain. Lihat juga kitab Shahiih Sunan Nasa’i I/356. Dan juga kitab Shahih Ibnu Majah I/226.
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Faedah Dalam Doa Safar

Doa Safar

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، {سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ. وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ} اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِي اْلأَهْلِ، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya dan sesungguhnya kami pasti akan dikembalikan kepada Rabb kami. Ya Allah dalam perjalanan ini sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebajikan, ketakwaan serta perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkaulah temanku dalam perjalanan dan yang mengurusi keluargaku. Ya Allah sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesulitan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan dan kesialan pada harta dan keluarga.” (HR. Muslim no. 3339)

Faedah:

  1. Safar atau bepergian merupakan salah satu bagian dari sendi-sendi kehidupan seorang manusia. Tatkala mengadakan perjalanan kita harus berpisah dengan keluarga, menjelajahi daerah yang masih asing bagi kita, capek, letih, lesu dan berbagai hal yang tidak dirasakan tatkala masih di rumah. Oleh karena itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم membimbing kita untuk selalu ingat kepada Allah سبحانه و تعالى dan meminta kebajikan (الْبِرَّ) dan ketakwaan (التَّقْوَى),[1] karena sebaik-baik bekal dalam perjalanan adalah takwa kepada Allah سبحانه و تعالى. [2]
  2. Dalam perjalanan, biasanya seseorang sangat membutuhkan teman yang bisa menyertainya, dimintai bantuan, mencegahnya dari malapetaka dan sebagainya, sehingga perjalanannya menjadi nyaman dan mengasyikkan. Dan Allah-lah satu-satunya Dzat yang selalu menyertai hamba-Nya yang beriman di manapun ia berada. Dia سبحانه و تعالى akan menemani perjalanannya, membantu-nya, mencegahnya dari marabahaya dan menenteramkan hatinya sewaktu tengah berada di negeri lain.[3] Read the rest of this entry

Biografi Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA

Nama : Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.
Tempat/ Tanggal Lahir : Sumatera Barat, 09 Januari 1972
Pekerjaan : Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember
Alamat : Jl. MH. Tamrin, Gang Kepodang no. 5, Jember – Jawa Timur.
Website : www.dzikra.com
Riwayat Pendidikan:

  1. Sekolah Dasar (Inpres) Tj. Gadang, tamat Th. 1986.
  2. Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Pariaman (Sumbar), selama dua tahun kemudian pindah ke MTs Tj. Gadang, tamat Th. 1989.
  3. Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK – PGAI Padang), tamat Th. 1992.
  4. LIPIA Jakarta Program Bahasa (I’daad Lughawy) tamat Th. 1994, berikutnya melanjutkan ke Program Takmily selama tiga bulan.
  5. Syu’batul Lughah (Program Bahasa) Universitas Islam Madinah, tamat Th. 1995.
  6. S-1 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th. 1999 (Cumlaude).
  7. S-2 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2003 (Cumlaude).
  8. S-3 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2007 (Summa Cumlaude).

Aktivitas:

  1. Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember.
  2. Penulis Artikel Aqidah dalam beberapa Majalah Islam; As-Sunnah, Al-Furqon dan Adz-Dzakhirah, dan lain-lain.
  3. Ketua Pembina Yayasan Dar El-Iman Padang.
  4. Ketua Pembina Yayasan An-Najiya Pasaman Barat.
  5. Ketua Pembina Yayasan Ibnul Qoyyim Makassar.
  6. Anggota Pembina Yayasan Ar-Raudhoh Jogjakarta.
  7. Anggota Pembina Yayasan Imam Syafi’i Genteng Bayuwangi.
  8. Aktif memberi kajian Tabligh Akbar di berbagai kota di Indonesia.

Read the rest of this entry

Doa Pergi Ke Masjid

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا، وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ فِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ فِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا، وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا، وَ اجْعَلْ مِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا، وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا، اَللَّهُمَّ أَعْطِنِيْ نُوْرًا

“Ya Allah jadikanlahlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari hadapanku, cahaya dari atasku, cahaya dari bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya”.

HR. Muslim no.763 (191) Syarah Muslim V/51 dan lafazh hadits menurut riwayatnya, diriwayatkan juga oleh Bukhari/ Fat-hul Baari XI/116, banyak tambahan didalamnya. Untuk mengetahui lebih jelas, lihat dalam kitab tersebut.
Sumber: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Doa Keluar WC

غُفْرَانَكَ

“Aku memohon ampunan kepada-Mu”.

HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai yang meriwayatkan dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad 2/387
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Masuk WC

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”.

HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa dan Dzikir Bangun Tidur

اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah, yang telah meng-hidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan.” [1]

اَلـْحـَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.” [2]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

“Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Wahai, Tuhanku! Ampunilah dosaku.” [3]

Membaca Ayat 190 dan 200 Surat Ali Imran: Read the rest of this entry

Dzikir Membalikkan Tubuh Saat Tidur Malam

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Mahaesa, Mahaperkasa, Rabb Yang menguasai langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya, Yang Mahamulia lagi Mahapengampun.” [1]


[1] Beliau صلى الله عليه وسلم membaca dzikir ini ketika membalikkan tubuh dari satu sisi ke sisi lain pada malam hari. HR. Al-Hakim 1/540 hadits shahih. Imam adz-Dzahabi menyetujuinya dan Ibnu Hibban no. 2358. Lihat Shahiih Mawaaridizh Zham-aan no. 2003, dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2066

Disalin dari Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Doa Menghilangkan Cemas & Takut Ketika Tidur

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan, dan dari kedatangan mereka kepadaku.” [1]

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak dapat ditembus oleh orang baik maupun orang jahat, dari kejahatan apa yang telah Dia ciptakan, Dia tanamkan dan Dia adakan. Serta dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan yang naik ke langit, dari kejahatan yang ditanamkan ke bumi, dari kejahatan yang keluar dari bumi, dari ke-jahatan fitnah malam dan siang, dan darikejahatan setiap yang datang kecuali yang datang membawa kebaikan, wahai Yang Mahapemurah.” [2]


[1] HR. Abu Dawud no. 3893, at-Tirmidzi no. 3528 dan lainnya. Lihat Shahiih at-Tirmidzi (III/171) no. 2793 dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 264
[2]
HR. Ahmad III/419 dan Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 637 dari ‘Abdurrahman bin Khanbasy. Diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani dalam Mu’jamul Ausath no. 5411 dari al-Khalid bin al-Walid. Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2738 dan 2995, sanadnya shahih.

Disalin dari Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dengan judul sub bab: Do’a Menghilangkan Kegelisahan dan Rasa Takut Ketika Tidur Serta Menolak Gangguan Syaitan.

Amalan Bila Bermimpi Buruk

Apabila seseorang bermimpi buruk atau mimpi yang tidak disukai, maka hendaklah ia:

  1. Meludah kecil ke kiri tiga kali. [1]
  2. Meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatan syaitan dan kejelekan mimpinya, tiga kali.[2]
  3. Tidak membicarakan mimpinya kepada orang lain. [3]
  4. Membalikkan tubuhnya (mengubah posisi tidur).[4]
  5. Berdiri dan melakukan shalat bila ia mau.[5]


[1] HR. Al-Bukhari no. 5747 dan Muslim no. 2261 (2) dari Abu Qatadah رضي الله عنه.c
[2]
HR. Muslim no. 2261 (4) dari Abu Qatadah رضي الله عنه.c
[3]
HR. Muslim no. 2261 (3 dan 4), dari Abu Qatadah رضي الله عنه dan no. 2263 dari Abu Hurairah رضي الله عنه.c
[4]
HR. Muslim no. 2262
[5]
HR. Muslim no. 2263

Disalin dari Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 63 pengikut lainnya.