Keutamaan Menikah

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesungguhnya seseorang akan di angkat derajatnya di surga, lalu orang tersebut akan bertanya, ‘Bagaimana ini bisa terjadi? ‘ lalu dijawab: ”(ini semua) disebabkan istigfar (permohonan ampun kepada Allah) anakmu untukmu” (HR. Ahmad dan Ibnu Majjah, dihasankan oleh al-Albani)

Imam al-Munawi رحمه الله berkata: ”seandainya tidak ada keutamaan menikah kecuali hadits ini saja maka cukuplah (menunjukkan besarnya keutamaan menikah).

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at [diamalkan sepeninggalnya] dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim)

Referensi:
Agar Buah Hati Menjadi Penyejuk Hati oleh Ustadz Abdullah bin Taslim dalam Majalah As-Sunnah ed 08/thn XIII 1430 H

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.053 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: