Bacaan Tasyahhud

Ada beberapa lafadz Tasyahud yaitu:

1. Tasyahhud Ibnu Mas’ud رضي الله عنه

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”.[1]

2. Tasyahhud Ibnu Abbas رضي الله عنهما

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Segala ucapan penghormatan, segala karunia, segala ucapan pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah. Semua perlindungan dan pemeliharaan untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segenap karunia-Nya. Semua perlindungan dan pemeliharaan semoga diberikan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang Shalih. Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Utusan Allah”.

Dalam redaksi lain ditambahkan:

مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ

“….hamba-Nya dan Rasul-Nya[2]

3. Tasyahhud Ibnu Umar رضي الله عنهما

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَهْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah, Tuhan Yang Tunggal, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”.[3]

4. Tasyahhud Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه

التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَهْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala ucapan penghormatan, segala karunia, segala ucapan pengagungan dan pujian hanya milik Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah, Tuhan Yang Tunggal, tiada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”.[4]

5. Tasyahhud Umar bin Khattab رضي الله عنه

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ ….الـخ

“Segala ucapan penghormatan hanyalah milik Allah, segala pengkudusan hanyalah milik Allah, segala ucapan pengagungan hanyalah milik Allah. Semoga kesejahteraan….dst (seperti tasyahhud Ibnu Mas’ud)”.[5]

6. Tasyahhud Aisyah Ummul Mukminin رضي الله عنها

اَلتَّحِيَّاتُ، الطَّيِّبَاتُ، الصَّلَوَاتُ، الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ ….الـخ

“Segala ucapan untuk menyatakan hormat,  segala ucapan pengagungan dan segala ucapan pujian serta ucapan untuk menyatakan pengkudusan hanyalah milik Allah, hanyalah milik Allah. Semoga kesejahteraan….dst (seperti tasyahhud Ibnu Mas’ud)”.[6]

Keterangan:[7]

  1. Imam al-Albani dalam bukunya menyebutkan lafadz: فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ “mengucap seluruh hamba-hamba yang shalih baik di langit maupun di bumi” sebelum ucapan syahadat pada tasyhhud Ibnu Mas’ud
  2. Dalam riwayat Imam Nasa’i pada tasyhhud Ibnu Mas’ud setelah ucapan أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ terdapat tambahan redaksi وَهْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ “tidak ada sekutu baginya”
  3. Syaikh al-Albani berkata setelah menyebutkan tasyahhud Ibnu Mas’ud: “Bacaan di atas dibaca ketika beliau صلي الله عليه وسلم masih hidup. Setelah beliau wafat kata-kata ‘assalaamu ‘alaika’ kami [sahabat] ganti dengan ‘assalaamu ‘alan nabiyyi’.
  4. Tasyahhud Ibnu Umar sama dengan tasyahhud Ibnu Mas’ud
  5. Tasyahhud Ibnu Mas’ud adalah yang paling shahih.

[1] HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 1/13 dan Imam Muslim 1/301
[2]
HR. Muslim, Abu Awanah, Syafi’i dan Nasa’i
[3]
HR. Abu Dawud dan Daraquthni dan disahkan olehnya
[4]
HR. Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud dan Ibnu Majah
[5]
HR. Malik, Baihaqi dengan sanad shahih
[6]
HR. Ibnu Abi Syaibah, Siraj, Mukhallas, Baihaqi dan lafadz hadits ini ada pada Baihaqi
[7]
Dari kami (Ibnu Majjah)

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi, Terbitan Media Hidayah Thn 2000
Pelajaran Lengkap Tentang Sholat

Bacaan Terkait:
1. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.093 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: