Arsip Kategori: Biografi

Profil Ustadz Badrussalam

Nama beliau adalah Abu Yahya Badrussalam. Beliau lahir pada tanggal 27 April 1976 di desa Kampung Tengah, Cileungsi, Bogor, tempat dimana studio Radio Rodja berdiri.

Pendidikan

Beliau menamatkan pendidikan S1 di Universitas Islam Madinah Saudi Arabia Fakultas Hadits pada tahun 2001

Guru

  • Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad, belajar kitab Sunan An Nasai dan sebagian Sunan Abu Dawud.
  • Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad , belajar Kitab At Tauhid, Mandzumah Haiyah
  • Syaikh Muhammad bin Khalifah At Tamimi, belajar Hamawiyah Kubra dan sebagian kitab Al Aqidah At Tadmuriyah.
  • Syaikh Nashir Al Faqihi, belajar sebagian kitab As Sunnah Ibnu Abi ‘Ashim.
  • Masyayikh yang mengajar di fakultas hadits Universitas Islam Madinah.

Kegiatan

  • Pembina dan pengasuh Radio Rodja
  • Pengajar di Ma’had Takhassus ‘Ulum Syar’iyyah, Cileungsi – Bogor.
  • Pengisi beberapa kajian rutin dan majelis ta’lim di daerah Cileungsi dan sekitarnya

Karya Tulis

  1. Buku berjudul “Keindahan Islam dan Perusaknya”, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  2. Buku berjudul “Kunci Memahami Hadits Nabi“, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  3. Buku berjudul “Meniti Jalan Kebenaran, Solusi Kebingungan di Tengah Keanekaragaman Pemikiran “, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  4. Buku berjudul “Menyelami Samudera Basmalah“, Penerbit: Pustaka Darul Ilmi
  5. Buku berjudul “Panduan Hidup Di Akhir Zaman“, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  6. Buku berjudul “Pengaruh Niat dalam Kehidupan“, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  7. Buku berjudul “Sebaik-baik Kamu yang Mempelajari al-Qur’an dan Mengajarkannya“, Penerbit: Pustaka Al Bashirah
  8. Berbagai tulisan di beberapa majalah dan website islami

***

Artikel www.CintaSunnah.com dimuat ulang di doandzikir.wordpress.com

Abu Hurairah, Pribadi yang Mengagumkan

Pribadi Beliau Mengagumkan[1]

Musuh-musuh Islam selalu mengintai dan mencari kelengahan kaum muslimin, kemudian melemparkan syubhat-syubhat untuk membuat keraguan atas kebenaran Islam. Mereka berusaha mengaburkan sejarah emas generasi sahabat, dengan mencoba mencela dan melecehkannya, khususnya para perawi hadits dari Rosulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Di antaranya, yaitu perawi yang banyak meriwayatkan hadits Rosulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Dialah Abu Hurairah. Oleh karenanya, kita perlu mengetahui sejarah kehidupannya, agar kaum muslimin memiliki hujjah, tidak terbawa arus propaganda dan provokasi musuh-musuh Islam.

Nama dan Nasabnya

Namanya pada masa jahiliyah –menurut pendapat yang rojih- adalah Abdu Syams, sebagaimana ditetapkan Imam Bukhari, at-Tirmidzi dan al-Hakim. Adapun setelah masuk Islam, namanya telah dirubah oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini, dikarenakan tidak boleh memberi nama seseorang dengan nama “hamba fulan” (Abdul Fulan) atau hamba sesuatu. Yang boleh, hanya hamba Allah (Abdullah) semata, sehingga beliau diberi nama Abdullah atau Abdurrahman, namun Abdurrahman-lah yang lebih rojih.

Nama tersebut merupakan salah satu nama dari sekian nama-nama yang dimiliki Abu Hurairah. Menurut Al Hakim, nama itulah yang paling shah. Akan tetapi, Abu Ubaid berkata, bahwa nama beliau adalah Abdullah;dan Ibnu Khuzaimah terbiasa menggunakan nama tersebut.

Read the rest of this entry

Biografi Ringkas Imam Al-Khatib Al-Baghdadi Asy-Syafi’i

Nama lengkap beliau adalah Syaikh Imam Abu Bakar Muhammmad Ahmad bin Ali bin Tsabit, atau lebih populer dengan sebutan “Al Khathib Al Baghdadi”. Beliau adalah seorang penulis yang produktif, di antara karyanya yang paling terkenal adalah Tarikh Baghdad.

Beliau رحمه الله dilahirkan pada tahun 392 H dari keluarga miskin di Irak. Ayahnya bernama Khathib Darzanjan. Ia sangat terobsesi dengan sang anak. Ia masukkan anaknya ke majelis semaan (pengajian dengan sistem menyimak/talaqi) sejak dini (tahun 403 H), kemudian disuruhnya ia memperdalam ilmu hadits. Maka, sang anak pun pergi mengembara ke berbagai wilayah, memperdalam ilmu, mengarang, dan mengumpulkan literatur. Ia sangat mahir dalam disiplin ilmu hadits.

 Beliau menyimak (hadits dari) sejumlah besar kalangan muhadditsin yang tsiqah (kredibel) di berbagai kawasan, seperti: Baghdad, Bashrah, Naisabur, Ashbahan, Dainur, Hamadan, Kufah, Haramain (Makkah dan Madinah), Damaskus, Al Quds, dan lain-lain. Beliau datang ke Syam (Syiria) pada tahun 451 H dan menetap di sana selama 11 tahun.

Read the rest of this entry

Bilal: Muadzin Rasulullah

Di atas hamparan padang pasir kota Makkah, di bawah terik Matahari yang membakar kulit, Bilal yang hanya seorang budak tengah berjuang menghadapi siksaan dari sang majikan. Cambuk-cambuk orang kafir yang ketika itu mengoyak tubuhnya, namun hatinya tetap yakin akan keesaan Allah سبحانه و تعالى dan kebenaran Islam.

Bilal bin Rabah adalah seorang budak dari negeri Habasyah (Ethiopia). Ibunya bernama Hamamah. Walau hitam, Bilal memiliki suara emas yang sangat merdu dan keimanan sekuat baja. Sebelum beriman Bilal dibeli oleh Umayyah bin Khalaf agar bekerja untuknya. Umayyah sendiri menganggap Bilal adalah seorang budak yang tidak mempunyai hak apapun kecuali jika dirinya mengizinkan, termasuk hak untuk memeluk agama islam dan beriman kepada Allah عزّوجلّ  saja.

Ketika Bilal mengetahui tentang kenabian Muhammad صلى الله عليه وسلم, dirinya pun memenuhi panggilan itu dan masuk Islam. Berbeda dengan sang majikan yang lebih memilih tetap berpegang dengan ajaran nenek moyang mereka yang menyembah berhala. Tidak hanya itu, ketika Umayyah mengetahui tentang keislaman Bilal, ia menyiksa Bilal dengan segenap siksaan yang dapat ia lakukan, tidak diberi makan, dijemur di bawah terik matahari ataupun diikat lehernya dan diberikan kepada anak-anak Makkah untuk diseret ke manapun mereka suka, layaknya barang mainan. Tidak hanya itu, ketika amarah Umayyah memuncak, ia pun menyeret Bilal yang sudah tak berdaya ke pinggiran kota Makkah untuk dijemur seperti biasa. Read the rest of this entry

Nama Istri-istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Istri-istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم kumpulan wanita termulia. Allah عزّوجلّ memuliakan mereka untuk menemani kehidupan Rasul termulia. Sebuah keutamaan paling besar yang direngkuh kaum wanita, yang tak tertandingi oleh wanita manapun. Mereka juga menjadi istri-istri beliau di akhirat kelak. Tidak ada seorang lelaki pun yang boleh menikahi mereka sepeninggal Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Salah satu ayat yang menunjukkan ketinggian martabat mereka, Allah عزّوجلّ berfirman:

يَا نِسَاء النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِّنَ النِّسَاء إِنِ اتَّقَيْتُنَّ

Hai isteri-isteri Nobi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa…(Qs al-Ahzab/33:32)

Nama istri-istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم:

  1. Khadijah binti Khuwailid al-Qurasyiyah al-Asadiyah رضي الله عنها. Khadijah adalah istri pertama Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Allah عزّوجلّ pernah mengirimkan salam melalui malaikat Jibril عليه السلام kepadanya. Lantas, Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyampaikannya ke istri beliau tersebut.
  2. Saudah binti Zam’ah bin Qais al-Qurasyiyah رضي الله عنها. Wafat di akhir pemerintahan Khalifah ‘Umar bin al-Khaththab رضي الله عنه.
  3. ‘Aisyah binti Abi Bakr ash-Shiddiq رضي الله عنهما. Istri Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang ini merupakan wanita terpandai dalam masalah agama secara mutlak. Dahulu, para Sahabat menjadikan pendapatnya sebagai rujukan. Read the rest of this entry

Biografi Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA

Nama : Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA.
Tempat/ Tanggal Lahir : Sumatera Barat, 09 Januari 1972
Pekerjaan : Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember
Alamat : Jl. MH. Tamrin, Gang Kepodang no. 5, Jember – Jawa Timur.
Website : www.dzikra.com
Riwayat Pendidikan:

  1. Sekolah Dasar (Inpres) Tj. Gadang, tamat Th. 1986.
  2. Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Pariaman (Sumbar), selama dua tahun kemudian pindah ke MTs Tj. Gadang, tamat Th. 1989.
  3. Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK – PGAI Padang), tamat Th. 1992.
  4. LIPIA Jakarta Program Bahasa (I’daad Lughawy) tamat Th. 1994, berikutnya melanjutkan ke Program Takmily selama tiga bulan.
  5. Syu’batul Lughah (Program Bahasa) Universitas Islam Madinah, tamat Th. 1995.
  6. S-1 Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th. 1999 (Cumlaude).
  7. S-2 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2003 (Cumlaude).
  8. S-3 Jurusan Aqidah, Fakultas Dakwah dan Usuluddin (Universitas Islam Madinah), tamat Th 2007 (Summa Cumlaude).

Aktivitas:

  1. Ketua Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i (STDIIS) Jember.
  2. Penulis Artikel Aqidah dalam beberapa Majalah Islam; As-Sunnah, Al-Furqon dan Adz-Dzakhirah, dan lain-lain.
  3. Ketua Pembina Yayasan Dar El-Iman Padang.
  4. Ketua Pembina Yayasan An-Najiya Pasaman Barat.
  5. Ketua Pembina Yayasan Ibnul Qoyyim Makassar.
  6. Anggota Pembina Yayasan Ar-Raudhoh Jogjakarta.
  7. Anggota Pembina Yayasan Imam Syafi’i Genteng Bayuwangi.
  8. Aktif memberi kajian Tabligh Akbar di berbagai kota di Indonesia.

Read the rest of this entry

Biografi Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh

Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh

Mufti Dunia dan Imam Dakwah Salafiyah

Oleh: Abu Aisyah

Nama dan Nasabnya

Beliau adalah Syaikh al-Allamah al-Faqih al-Muhaddits Abu Abdul Aziz  Muhammad bin Ibrahim bin Abdul Lathif bin Abdur Rahman bin Hasan bin Muhammad  bin Abdul  Wahhab at-Tamimi an- Najdi

Kelahirannya

Beliau dilahirkan pada bulan Muharram tahun 1311 H di Riyadh   (Saudi Arabia) daiam lingkungan  keluarga yang dikenal dengan keilmuan dan keutamaan mereka.

Pertumbuhan Ilmiah dan Guru-gurunya

Beliau tumbuh di Riyadh didalam lingkungan yang penuh dengan pancaran ilmu. Ayahanda-nya Qadhi kota Riyadh. Dan paman-pamannya para ulama masyhur.

Pada umur 7 tahun, beliau رحمه الله belajar tajwid al-Qur’an di bawah bimbingan Syaikh Abdur Rahman bin Mufairij. Kemudian beliau menghafal al-Qur’an pada usia 11 tahun.

Setelah hafal al-Qur’an beliau belajar kepada ayahandanya ringkasan-ringkasan risalah-risalah para imam dakwah tauhid. Beliau hafalkan matannya lebih dulu kemudian Beliau setorkan hafalan tersebut kepada ayahandanya. Setelah mutqin, ayahandanya memberikan syarah (penjelasan) matan tersebut kepada beliau.

Ketika berusia 16 tahun, beliau mengalami sakit pada kedua matanya selama setahun yang menyebabkan beliau kehilangan penglihatannya.

Pada tanggal 6 Dzulqa’dah 1329 H, ayahandanya meninggal dunia dalam usia 49 tahun. Maka beliau melanjutkan ta’limnya kepada para ulama negerinya. Beliau belajar kepada setiap gurunya dalam bidang ilmu yang gurunya menonjol pada bidang tersebut sehingga beliau menonjol dalam setiap bidang ilmu yang beliau pelajari. Dalam bidang tauhid, tergolong kuat dalam tahqiq. Dalam bidang fiqih, beliau kokoh dalam ijtihad. Dalam bidang bahasa dan sastra Arab, beliau pakarnya. Demikian pula dalam bidang ilmu lainnya.

Read the rest of this entry

Riwayat Imam Nawawi

Disamping gelar Al-Imam, beliau juga menjadat gelar sebagai Al-Hafiz, Al-Faqih, Al-Muhaddith, pembela As-Sunnah, penentang bid’ah, pejuang ilmu-ilmu agama. Nama lengkapnya adalah Abu Zakariya bin Syaraf bin Mari bin Hasan bin Husain bin Muhammad bin Jum’ah bin Hizam An-Nawawi Ad-Dimasyqi.

Beliau dilahirkan di desa Nawa yang termasuk wilayah Hauran pada tahun 631H. Kakek tertuanya Hizam singgah di Golan menurut adat Arab, kemudian tinggal di sana dan Allah سبحانه و تعالى memberikan keturunan yang banyak, salah satu diantara adalah Imam Nawawi.

Banyak orang terkemuka di sana yang melihat anak kecil memiliki kepandaian dan kecerdasan. Mereka menemui ayahnya dan memintanya agar memperhatikannya dengan lebih seksama. Ayahnya mendorong sang Imam menghafazkan Al-Qur’an dan ilmu. Maka An-Nawawi mulai menghafaz Al-Qur’an dan dididik oleh orang-orang terkemuka dengan pengorbanan harus meninggalkan masa bermain-mainnya karena harus menekuni Al-Qur’an dan menghafaznya. Sebagain gurunya pernah melihat bahwa Imam Nawawi bersama anak-anak lain dan memintanya bermain bersama-sama. Karena sesuatu terjadi diantara mereka, dia lari meninggalakn mereka sambil menangis karena merasa dipaksa. Dalam keadaan yang demikian itu dia tetap membaca Al-Qur’an.

Demikianlah, sang Imam tetap terus membaca Al-Qur’an sampai dia mampu menghafaznya ketika mendekati usia baligh. Ketika berusia 9 tahun, ayahnya membawa dia ke Damsyiq untuk menuntut ilmu lebih dalam lagi. Maka tinggallah dia di Madrasah Ar-Rawahiyah pada tahun 649H. Dia hafal kitab At-Tanbiih dalam tempo empat setengah bulan dan belajar Al-Muhadzdzab karangan Asy-Syirazi dalam tempo delapan bulan pada tahun yang sama. Dia menuntaskan ini semua berkat bimbingan gurunya Al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin Usman Al-Maghribi Al-Maqdisi. Dia adalah guru pertamanya dalam ilmu fiqh dan menaruh memperhatikan muridnya ini dengan sungguh-sungguh. Dia merasa kagum atas ketekunanannya belajar dan ketidaksukaanya bergaul dengan anak-anak yang seumur. Sang guru amat mencintai muridnya itu dan akhirnya mengangkat dia sebagai pengajar untuk sebagian besar jamaahnya.

GURU-GURU IMAM NAWAWI

Sang Imam belajar pada guru-guru yang amat terkenal seperti Abdul Aziz bin Muhammad Al-Ashari, Zainuddin bin Abdud Daim, Imaduddin bin Abdul Karim Al-Harastani, Zainuddin Abui Baqa, Khalid bin Yusuf Al-Maqdisi An-Nabalusi dan Jamaluddin Ibn Ash-Shairafi, Taqiyyuddin bin Abui Yusri, Syamsuddin bin Abu Umar. Dia belajar fighul hadits pada Asy-Syeikh Al-Muhaqqiq Abu Ishaq Ibrahim bin Isa Al-Muradi Al-Andalusi. Kemudian belajar fiqh pada Al-Kamal Ishaq bin Ahmad bin usman Al-Maghribi Al-Maqdisi, Syamsuddin Abdurrahman bin Nuh dan Izzuddin Al-Arbili serta guru-guru lainnya. Read the rest of this entry

Biografi Imam Ibnul Jauzi

Riwayat Hidup Imam Ibnul Jauzi[1]
(508-597 H/1114-1201 M)

Dia adalah ‘Abdurrohman bin ‘Ali bin Muhammad bin ‘Ali bin ‘Ubaidillah bin Abdillah bin Hadi bin Ahmad bin Muhammad bin Ja’far Al-Jauzi: Abu Al-Faroj, Al-Qurosyi At-Taimi Al-Bakri.

Silsilah keturunannya bersambung sampai kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq رضي الله عنه. Dia menuturkan tentang silsilah keturunannya, “Dan ketahuilah bahwa kami termasuk anak cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq.”

Dia رحمه الله dikenal dengan imbuhan Al-Baghdadi di akhir namanya, karena ia lahir dan tinggal di kota Baghdad. Dia pun juga dikenal dengan imbuhan nama Al-Hanbali, karena ia menjadi pengikut mazhab Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله.

Ibnul Jauzi besar di kota Baghdad. Dia telah mencari ilmu semenjak masih kecil. Karena itu dia telah hafal Al-Quran pada usia dini. Dan dia menimba ilmu hadits kepada Abu Al-Fadhl bin Nashir Al-Hanbali, seorang penghafal hadits yang tsiqoh. Read the rest of this entry

Biografi Imam Abul Hasan Al-Asy’ari

AL-IMAM ABUL HASAN AL-ASY’ARI
Pembela Aqidah Salaf

Disusun oleh: Abu Aisyah

Nama dan Nasabnya

Beliau adalah al-Imam Abul Hasan Ali bin Ismail bin Abu Bisyr Ishaq bin Salim bin Ismail bin Abdullah bin Musa bin Bilal bin Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy’ari Abdullah bin Qais bin Hadhar salah seorang sahabat Rasulullah صلي الله عليه وسلم  yang masyhur.

Kelahirannya

Beliau رحمه الله dilahirkan pada tahun 260 H di Bashrah, Irak.

Sifat-sifatnya

Beliau رحمه الله dikenal dengan kecerdasannya yang luar biasa dan ketajaman pemahamannya. Demikian juga, beliau dikenal dengan qana’ah dan kezuhudannya.

Guru-gurunya

Beliau mengambil ilmu kalam dari ayah tirinya, Abu Ali al-Jubai, seorang imam kelompok Mu’tazilah.

Ketika beliau keluar dari pemikiran Mu’tazilah, beliau رحمه الله memasuki kota Baghdad dan mengambil hadits dari muhaddits Baghdad Zakariya bin Yahya as-Saji. Demikian juga, beliau belajar kepada Abul Khalifah al-Jumahi, Sahl bin Nuh, Muhammad bin Ya’qub al-Muqri, Abdurrahman bin Khalaf al-Bashri, dan para ulama thabaqah mereka. Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.