Arsip Kategori: Haji dan Umrah
Doa Minum Air Zamzam
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit”[1]
Keterangan:
- Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: “Air Zamzam adalah makanan bagi orang yang membutuhkannya dan obat bagi orang yang sakit”
- Cara pemakainnya adalah dengan diminum dan menuangkannya diatas kepala.
- Pada manasik Haji dan Umrah, minum Air Zamzam adalah setelah sholat di belakang makam Ibrahim.
[1] HR. ad-Daruquthni
Sumber:
Panduan Parktis Manasik Haji & Umrah oleh Syaikh ‘Ali Hasan ‘Ali ‘Abdul Hamid al-Atsari
Bacaan Ketika Ziarah ke Makam Nabi
السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا أَبَابَكْرٍ، السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرْ
“Kesejahteraan, rahmat dan berkat Allah kepada-mu wahai Rasulullah, kesejahteraan bagimu wahai Abu Bakr, kesejahteraan bagimu wahai Umar”
Syaikh Al-Albani berkata: “[Hal ini] sebagaimana yang dilakukan Ibn Umar رضي الله عنهما, jika menambah sedikit terilham dan tidak mewajibkannya, maka Insya Allah tidak apa-apa.
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
1. Fiqih Ziarah Madinah
Ucapan Ketika Menyembelih pada Hari Nahr
بِسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ إِ نَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ، اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّى
“Dengan menyebut Allah, Allah maha besar. Ya allah sesungguhnya (sembelihan) ini dari Engkau dan untuk Engkau, Ya Allah Terimalah dariku”
Hari Penyembelihan (Nahr) adalah tanggal 10 Dzul Hijjah dan Hari-hari Tasyriq (11-13)
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Ucapan Ketika Melontar
الله أكبر
“Allah Maha Besar”
Dibaca setiap melontar, setelah selesai melempar kerikil ketujuh di Jumrah Aqabah barulah menghentikan Talbiyah Haji. Adapun melontar pada hari Tanggal 11,12,13 Dzul Hijjah ialah membaca Takbir setiap melontar, Kemudian membaca doa [sesukanya] setelah melempar jumrah Ash-Shughra (al-Ula) begitu pula setelah melempar jumrah al-Wustha, namun setelah melempar jumrah Aqabah tidak disyariatkan berdoa tetapi langsung berlalu
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Doa Ketika di Masy’aril Haram [di Muzdalifah]
Membaca Takbir, Tahlil dan Kalimat Tauhid [berdasarkan Hadits]:
رَكِبَ الْقَصْوَاءَ حَتَّى أَتَى الْمَشْعَرَ الْحَرَامَ فَاسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ (فَدَعَاهُ وَكَبَّرَهُ وَهَلَّلَهُ وَوَحَّدَهُ) فَلَمْ يَزَلْ وَاقِفًا حَتَّى أَسْفَرَ جِدًّا فَدَفَعَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ
“Nabi Shallallahu’alaihi wasallam naik unta bernama Al-Qaswa’ hingga di Masy’aril Haram, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir dan tahlil serta kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Kemudian beliau berangkat (ke Mina) sebelum matahari terbit” [HR. Muslim]
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Doa Ketika Wukuf di Arafah
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu”
Waktu wukuf menghadap kiblat, membaca Talbiyah, Tahlil [seperti diatas] dan memperbanyak doa terutama agar terbebas dari siksa neraka
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
Doa Keluar Masjid
بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
“Dengan nama Allah, semoga sha-lawat dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepadaMu dari karuniaMu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”
Hadits Shahih dan Kalimat terakhir tambahan pada Riwayat Ibnu Majjah. Bacaan ini dibaca keluar Masjid Haram dan Masjid umumnya
Hisnul Muslim, Syaikh Said bin Ali al-Qahthani
Doa Ketika Sa’i
إِنَّ رَبِّ اغْفِرْ وارْحَمْ ، إنَّكَ أنْتَ الأَعَزُّ الأكْرَمُ
“Ya Rabb, Ampunilah dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia”
Bacaan ini diriwayatkan secara shahih dari amalan Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, Ibnu Umar رضي الله عنهما dan Kalangan Sahabat lainnya
- Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
- Haji Mabrur, Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
1. Manasik Haji dan Umroh Bergambar
2. Faedah Puasa dan Keutamaan Haji
3. Hakikat Umroh Ta’nim
Doa Ketika di Shafa dan Marwa
- Bertakbir 3x
- Membaca Do’a
- Dan disela-sela itu berdoa
الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر
لاَإِلَهَ إِ لاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِى وَيُمِيْتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَديْرٌ، لاَإِلَهَ إِ لاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَضَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Tiada Ilah selain Allah dan tiada sekutu baginya, baginya segenap kerajaan dan segala pujian, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dia maha mampu atas segala sesuatu, tiada Ilah selain Allah semata dan tidak ada sekutu baginya, Dia memenuhi janji-Nya, Dia membela Hamba-Nya dan Ia kalahkan sendiri musuh-musuh-Nya” [dibaca 3x]
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
1. Manasik Haji dan Umroh Bergambar
2. Faedah Puasa dan Keutamaan Haji
3. Hakikat Umroh Ta’nim
Doa Ketika Menuju Bukit Shafa
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَإِنَّ اللّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui” [QS:Al-Baqarah: 125]
أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
“Aku memulai dengan apa yang Allah memulai darinya”
Doa ini dibaca setelah selesai Shalat dua rakaat dibelakang Maqam Ibrahim ketika menuju Bukit Shafa
Panduan Manasik Haji dan Umrah, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani رحمه الله. Terbitan At-Tibyan-Solo
1. Manasik Haji dan Umroh Bergambar
2. Faedah Puasa dan Keutamaan Haji
3. Hakikat Umroh Ta’nim