Arsip Kategori: Sholat

DZIKIR Pembuka 8 Pintu Surga

Dan Umar bin Khoththob رضي الله عنه dan Rosululloh صلى الله عليه وسلم beliau bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ – أَوْ فَيُسْبِــــغُ – الْوُضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Tidak ada orang pun dan kalian yang berwudhu lain menyempurnakan wudhunya kemudian mengucapkan:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

(Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Alloh semata, tidak ada sekutu baginya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rosul-Nya.)

Kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang jumlahnya delapan, dan dia boleb masuk dan pintu manapun yang diasukai. (HR. Muslim 1209 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ul Gholil 96)

Faedah-faedah berharga:

1. Syaikh Salim bin led al-Hilali mengatakan: “Di antara faedah dari hadits di atas adalah: 1). Disunnahkan menyempurnakan wudhu, 2). Disunnahkan membaca dzikir ini setelah wudhu, 3). Bahwa surga memiliki delapan pintu.’ (lihat Bahjatun Nazhirin 2/250) Read the rest of this entry

Ucapan Salam

Salam kekanan membaca:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Semoga keselamatan, rahmat dan [berkah Allah] tetap atas kalian

Salam kekiri membaca:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap atas kalian[1]

Atau

Salam kekanan membaca:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Semoga keselamatan dan rahmat Allah tetap atas kalian

Salam kekiri membaca:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ

Semoga keselamatan atas kalian[2]

Keterangan:[3]

Bacaan salam ini juga merupakan ucapan salam diluar sholat dan bacaan terlengkap ialah:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ


[1] HR. Muslim no. 582. Kadang Rasulullah menambahkan kata wa baraakatuh pada salam yang pertama sebagaimana dalam Riwayat Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dengan sanad shahih
[2]
HR. Nasa’i, Ahmad dan Siraj dengan sanad shahih
[3]
www.doandzikir.wordpress.com

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi oleh Syaikh al-Albani, Terbitan Media Hidayah Thn 2000

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Doa Sebelum Salam

Doa berikut sambungan Doa Sebelum Salam  sebelumnya


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka.”[1]

اَللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ الْغَيْبَ وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ أَحْيِنِيْ مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِيْ، وَتَوَفَّنِيْ إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِيْ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْغِنَى وَالْفَقْرِ، وَأَسْأَلُكَ نَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لاَ يَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِيْ غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلاَ فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ، اَللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ اْلإِيْمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ

“Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang gaib dan dengan kemahakuasaan-Mu atas seluruh makhluk, perpanjanglah hidupku, bila Engkau mengetahui bahwa kehidupan selanjutnya lebih baik bagiku. Dan matikan aku dengan segera, bila Engkau mengetahui bahwa kematian lebih baik bagiku. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar aku takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau ramai. Aku mohon kepada-Mu, agar dapat berpegang dengan kalimat hak di waktu rela atau marah. Aku minta kepada-Mu, agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepada-Mu agar diberi nikmat yang tidak habis dan aku minta kepada-Mu, agar diberi penyejuk mata yang tak putus. Aku mohon kepada-Mu agar aku dapat rela setelah qadha-Mu (turun pada kehidupanku). Aku mohon kepada-Mu kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dari-Mu.”[2]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ يَا اَللهُ بِأَنَّكَ الْوَاحِدُ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِيْ ذُنُوْبِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu, ya Allah! Dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Tunggal tidak membutuhkan sesuatu, tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan (tidak punya ibu dan bapak), tidak ada seorang pun yang menyamai-Mu, aku mohon kepada-Mu agar mengampuni dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”[3]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، الْمَنَّانُ، يَا بَدِيْعَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

“Ya Allah! Aku mohon kepada-Mu. Sesungguhnya bagi-Mu segala pujian, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu, Maha Pemberi nikmat, Pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya. Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Pemurah, wahai Tuhan Yang Hidup, wahai Tuhan yang mengurusi segala sesuatu, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu agar dimasukkan ke Surga dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa Neraka.”[4]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَنِّيْ أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ اْلأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِيْ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan bersaksi, bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, Maha Esa, tidak membutuhkan sesuatu tapi segala sesuatu butuh kepada-Mu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak seorang pun yang menyamaiNya, (sesungguhnya aku mohon kepada-Mu).”[5]

Keterangan:[6]

Syaikh al-Albani dalam kitabnya Sifat Sholat Nabi صلي الله عليه وسلم berkata: ‘Kami tidak mengatakan pada tasyahhudnya karena nash haditsnya berbunyi ‘Pada Shalatnya’ tanpa secara khusus menyebutkan tasyahhud atau yang lain. Jadi, mencakup semua tempat yang boleh dilakukan doa, seperti pada saat sujud dan tasyahhud karena ada perintah untuk berdoa pada dua saat tersebut.


[1] HR. Abu Dawud dan lihat di Shahih Ibnu Majah 2/328
[2]
HR. An-Nasai 3/54-55 dan Ahmad 4/364. Dinyatakan oleh Al-Albani shahih dalam Shahih An-Nasai 1/281
[3]
HR. An-Nasai, lafazh hadits menurut riwayatnya 3/52 dan Ahmad 4/338. Dinyatakan Al-Albani shahih dalam Shahih An-Nasai 1/280
[4]
HR. Seluruh penyusun As-Sunan. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/329
[5]
HR. Abu Dawud 2/62. At-Tirmidzi 5/515, Ibnu Majah 2/1267, Ahmad 5/360, lihat Shahih Ibnu Majah 2/329 dan Shahih At-Tirmidzi 3/163
[6]
www.doandzikir.wordpress.com

Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Doa Sebelum Salam

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Dajjal. Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan terbelit utang.”[1]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسِيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِيْ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku banyak menganiaya diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah dosa-dosaku dan berilah rahmat kepadaku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”[2]

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

Ya Allah! Ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau.[3]

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, syukur kepada-Mu dan ibadah yang baik untuk-Mu.”[4]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari penakut, aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan ke usia yang terhina, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia dan siksa kubur.”[5]

Keterangan:[6]

Syaikh al-Albani dalam kitabnya Sifat Sholat Nabi صلي الله عليه وسلم berkata: ‘Kami tidak mengatakan pada tasyahhudnya karena nash haditsnya berbunyi ‘Pada Shalatnya’ tanpa secara khusus menyebutkan tasyahhud atau yang lain. Jadi, mencakup semua tempat yang boleh dilakukan doa, seperti pada saat sujud dan tasyahhud karena ada perintah untuk berdoa pada dua saat tersebut.

InsyaAllah bersambung…


[1] HR. Al-Bukhari 1/202 dan Muslim 1/412
[2]
HR. Al-Bukhari 8/168 dan Muslim 4/2078
[3]
HR. Muslim 1/534
[4]
HR. Abu Dawud 2/86 dan An-Nasai 3/53. Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih Abi Dawud, 1/284
[5]
HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/35
[6]
www.doandzikir.wordpress.com

Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Berlindung dari 4 Hal Setelah Tasyahhud

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari kejahatan fitnah Dajjal”.[1]

Keterangan:[2]

  1. Banyak ulama merajihkan wajibnya berlindung dari 4 hal ini, Syaikh al-Albani memberi sub judul ‘Kewajiban Memohon Perlindungan dari Empat Hal’ pada Kitab Beliau Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم.
  2. Syaikh al-Albani menyebutkan: Imam Muslim dan Abu Awanah meriwayatkan bahwa Nabi صلي الله عليه وسلم mengajarkan doa tersebut kepada sahabat-sahabatnya seperti halnya beliau mengajarkan suatu surah Al-Qur’an kepada meraka.

[1] HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Nasa’i dan Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa (270). Baca Al-Irwa’ Hadits no. 350
[2]
www.doandzikir.wordpress.com

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi oleh Syaikh al-Albani, Terbitan Media Hidayah Thn 2000

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Bacaan Shalawat Nabi صلي الله عليه وسلم

Bacaan berikut sambungan Shalawat atas Nabi صلي الله عليه وسلم sebelumnya


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim dan berilah karunia kepada Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.”[1]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, kepada para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim; dan berikanlah karunia kepada Muhammad kepada para istrinya dan anak keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung”.[2]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan berilah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat dan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung.”.[3]


[1] HR. Bukhari Nasa’i, Thahawi, Ahmad, Ismail al-Qadhi dalam kitab Fadhlush Shalah ‘alan Nabiyyi halaman 28.
[2]
HR. Bukhari, Muslim dan Nasa’i
[3]
HR. Nasa’i,  Thahawi, Abu Sa’id ibnul ‘Arabi dalam al-Mu’jam(79/2) dengan sanad shahih

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi oleh Syaikh al-Albani, Terbitan Media Hidayah Thn 2000

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Bacaan Shalawat Nabi صلي الله عليه وسلم

Ada beberapa lafadz:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ أَهْلِ بَيْتِهِ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Berilah karunia kepada Muhammad, keluarganya, istri-istrinya dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung.”[1]

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan  keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Ya Allah berilah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung”.[2] Read the rest of this entry

Bacaan Tasyahhud

Ada beberapa lafadz Tasyahud yaitu:

1. Tasyahhud Ibnu Mas’ud رضي الله عنه

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

“Segala penghormatan hanya milik Allah, juga segala pengagungan dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat dan berkah-Nya. Kesejahteraan semoga terlimpahkan kepada kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang hak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”.[1]

2. Tasyahhud Ibnu Abbas رضي الله عنهما

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

“Segala ucapan penghormatan, segala karunia, segala ucapan pengagungan dan pujian hanyalah milik Allah. Semua perlindungan dan pemeliharaan untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat Allah dan segenap karunia-Nya. Semua perlindungan dan pemeliharaan semoga diberikan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang Shalih. Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Utusan Allah”. Read the rest of this entry

Doa Duduk Antara Dua Sujud

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِي وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ

“Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, lindungilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku petunjuk, jadikanlah aku sehat, dan berilah aku rezki (yang halal)”.[1]

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

“Wahai Rabbku, ampunilah aku, wahai Rabbku, ampunilah aku.”.[2], [3]


[1] HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim, disahkan olehnya dan disetujui Dzahabi
[2]
HR. Abu Dawud 1/231, lihat Shahih Ibnu Majah 1/148
[3]
Doa ini bukan berarti dibatasi 2 kali karena lafadz ini dibaca Nabi صلي الله عليه وسلم pada saat sholat malam yang mana setiap rukun hampir sama lamanya, pensyarah Hisnul Muslim mengatakan: “beliau mengulang-ulang dan menegaskan permohonan ampunan”. Syaikh Al-Albani berkata:  “…doa ini tidaklah menunjukkan hanya berlaku pada shalat sunnah, tapi berlaku juga pada shalat fardhu,…” ~Ibnu Majjah

Sumber:
1. Sifat Shalat Nabi Ed. Revisi oleh Syaikh al-Albani, terbitan Media Hidayah Yogyakarta Th.2000
2. Hisnul Muslim dan Syarahnya

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz

Doa-Doa Sujud

Doa-doa berikut sambungan doa-doa sujud sebelumnya, baca disini dan disini


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، لآإِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

““Mahasuci Engkau, ya Allah, Segala puji bagi-Mu. Tiada tuhan kecuali Engkau”.[1]

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَاأَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ

“Ya Allah, ampunilah aku atas segala dosa yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan”.[2]

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي لِسَانِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَاجْعَلْ فِي بَصَرِي نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ تَحْتِيْ نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِي نُورًا وَعَنْ يَـمِنِي نُورًا وَعَنْ يَـسَارِيْ نُورًا وَاجْعَلْ أَمَامِي نُورًا وَاجْعَلْ خَـلْفِيْ وَاجْعَلْ فِيْ نَفْسِيْ نُورًا وَأَعْطِمْ لِي نُورًا

“Ya Allah, masukkan cahaya dalam hatiku, cahaya pada lisanku, masukkanlah cahaya pada pendengaranku, masukkanlah cahaya pada penglihatanku, dan letakkanlah cahaya dibawahku, letakkanlah cahaya diatasku, disebelah kananku, disebelah kiriku dan letakkanlah cahaya didepanku, letakkanlah cahaya di belakangku, dan letakkanlah cahaya didalam diriku dan tajamkanlah cahaya untukku.”[3]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَأَعُوْذُ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, dengan keridhaan-Mu, aku berlindung dari kemurkaan-Mu, dengan pengempunan-Mu, aku berlindung dari siksamu; dengan perlindungan-Mu aku berlindung dari ancaman-Mu. Aku tidak sanggup menghitung pujian terhadap-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri”.[4] & [5]


[1] HR. Muslim, Abu ‘Awanah, Nasa’i dan Ibnu Nashr
[2]
HR. Ibnu Abi Syaibah dan Nasa’i, disahkan oleh Hakim dan disetujui Dzahabi
[3]
HR. Muslim, Abu ‘Awanah dan Ibnu Abi Syaibah
[4]
HR. Muslim, Abu ‘Awanah dan Ibnu Abi Syaibah
[5]
Beragamnya sifat bacaan  sujud dan doa lainnya dalam shalat maka sebaiknya kadang dibaca yang ini dan dilain waktu baca yang itu [baca disini]~ Ibnu Majjah

Sumber:
Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم  Ed. Revisi, Karya Syaikh al-Albani, Terbitan Media Hidayah Thn 2000

Bacaan Terkait:
1. Pelajaran Lengkap Tentang Sholat
2. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم oleh Syaikh bin Baz
3. Sifat Shalat Nabi صلي الله عليه وسلم Bergambar oleh Syaikh ibn Jibrin

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.