Arsip Kategori: Doa Karena Sesuatu

Berlindung Dari Teman dan Tetangga yang Jahat

اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ، فَإِنَّ جَارَ الْبَـادِيَةِ يَتَحَوَّلُ

“”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku, karena tetangga orang-orang Badui itu berpindah-pindah.”

HR. Al-Hakim 1/532. dishahihkan dan disepakati oleh azd-Dzahabi. An-Nasa-i VIII/274, al-Bukhari dalam al-Adabul Mutrad no. 117. Lihat Shahii’hul Jaami’ no. 1290 serta Shahih an-Nasa-i III/1118.

اَللَّهُـمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ يَوْمِ السُّوْءِ، وَمِنْ لَيْلَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ سَاعَةِ السُّوْءِ، وَمِنْ صَاحِبِ السُّوْءِ، وَمِنْ جَارِ السُّوْءِ فِيْ دَارِ الْـمُقَامَةِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hari yang buruk, malam yang buruk, saat yang buruk, teman yang jahat, dan tetangga yang jahat di tempat tinggal tetapku.”

HR. Ath-Thabrani, dalam Majma’uz Zawaa-id X/144. Al-Haitsami mengatakan: “Rijal hadits ini adalah shahih.” Lihat juga Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443.
Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

Doa Mengusir Syaitan

1. Minta perlindungan kepada Allah dari setan dengan membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk” [1]

atau:

أَعُوْذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، مِنْ هَـمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

“Aku berlindung kepada Allah yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui dari gangguan syaitan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya dan syairnya yang tercela” [2]

2. Mengumandangkan Adzan.[3]
3. Membaca dzikir tertentu yang sudah diterangkan dalam hadits dan membaca Al-Qur’an[4]


[1] Berdasarkan ayat-ayat dalam al-Qur’an (QS: al-A’raaf: 200, QS: al-Mu’minuun:97-98, QS: Fushshilat: 36) dan Hadits-hadits Nabi صلي الله عليه وسلم yang shahih
[2]
HR. Abu Dawud no. 775 dan at-Tirmidzi no. 242 dan lainnya. Shahih
[3]
HR. Muslim 1/291, Al-Bukhari 1/151
[4]
Rasul صلي الله عليه وسلم bersabda: “Jangan jadikan rumah-rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 1/539). Sebagian hal yang dapat mengusir setan adalah bacaan dan dzikir di waktu pagi dan sore (yang dilakukan oleh Rasul صلي الله عليه وسلم), bacaan akan tidur dan bangun daripadanya, masuk dan keluar dari rumah, masuk masjid dan keluar daripadanya, membaca ayat Kursi ketika akan tidur, dua ayat yang terakhir dari surah Al-Baqarah dan orang yang membaca: Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir, seratus kali, maka akan menjadi benteng dari setan pada hari itu. Begitu juga adzan.

Sumber:
1. Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
2. Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Bacaan Bagi Orang yang Ragu Dalam Beriman

1. Bagi orang yang ragu dalam beriman, hendaklah mohon perlindungan kepada Allah.[1]
2. Berhenti dari keraguannya.[2]
3. Hendaklah mengatakan:

آمَنْتُ بِاللهِ وَرُسُلِهِ

“Aku beriman kepada Allah dan kebenaran para rasul yang diutus oleh-Nya.”[3]

4. Hendaklah membaca firman Allah Ta’ala:

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia-lah yang Awal (Allah telah ada sebelum segala sesuatu ada), yang Akhir (disaat segala sesuatu telah hancur, Allah masih tetap kekal), yang Zhahir (Dia-lah yang nyata, sebab banyak bukti yang menyatakan adanya Allah), yang Bathin (tidak ada sesuatu yang bisa menghalangi-Nya. Allah lebih dekat kepada hamba-Nya daripada mereka pada dirinya). Dia-lah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (QS. Al-Hadiid[57]:3)[4]


[1] HR. Al-Bukhari 6/336 dengan Fathul Bari dan Muslim 1/120
[2]
HR. Al-Bukhari 6/336 dengan Fathul Bari dan Muslim 1/120
[3]
HR. Muslim 1/119-120
[4]
HR. Abu Dawud 4/329. Menurut pendapat Al-Albani, hadits di atas adalah hasan dalam Shahih Abu Dawud 3/962

Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Apabila Takut Kepada Suatu Kaum

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ

“Ya Allah, cukupilah aku dalam menghadapi mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”

HR. Musliim 4/2300
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Terhadap Musuh

اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat. Ya Allah, cerai beraikanlah golongan musuh dan goncangkan mereka.”

HR. Musliim 3/1362
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Orang yang Takut Kezhaliman Penguasa

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhluk-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat perlindungan-Mu, dan agunglah puji-Mu. Tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau.”1

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا، اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اَللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ

“Allah Maha Besar. Allah Maha Perkasa dari segala makhluk-Nya. Allah Maha Perkasa dari apa yang aku takutkan dan khawatirkan. Aku berlindung kepada Allah, yang tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, yang menahan tujuh langit agar tidak menjatuhi bumi kecuali dengan izinNya, dari kejahatan hamba-Mu Fulan, serta para pembatunya, pengikutnya dan pendukungnya, dari jenis jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau pelindungku dari kejahatan mereka. Agunglah puji-Mu, kuatlah perlindungan-Mu dan Maha Suci asma-Mu. Tiada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. (Dibaca 3 kali).”2

  1. HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 707. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 545
  2. HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 708. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 546
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Bertemu Dengan Musuh dan Penguasa

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

“Ya Allah! Sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan mereka.”1

اَللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَجُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ

“Ya Allah! Engkau adalah lenganku (pertolongan-Mu yang kuandalkan dalam menghadapi lawanku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku menang, dengan pertolongan-Mu aku menyergap dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.”2

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“Cukuplah Allah bagi kami. Dan Dia-lah, Tuhan yang paling tepat bertawakkal (dalam menghadapi segala urusan)..”3

  1. HR. Abu Dawud 2/89. Menurut pendapat Al-Hakim dan disepakati Adz- Dzahabi: Hadits di atas adalah shahih 2/142
  2. HR. Abu Dawud 3/42, At-Tirmidzi 5/572, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/183
  3. HR. Al-Bukhari 5/172
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Apabila Takut Mengenai Sesuatu Dengan Matanya

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيْهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ [فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ] فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Apabila seseorang di antara kamu melihat dari saudaranya, diri atau hartanya yang mengherankan (menabjubkan), maka hendaklah mendoakan berkah kepadanya. Sesungguhnya ‘ain (kena mata) itu adalah benar.

HR. Ahmad 4/447, Ibnu Majah dan Malik. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ 1/212, dan lihat Zadul Ma’ad 4/170, tahqiq Al-Arnauth
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Doa Pelebur Dosa Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Maha Suci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Dari Aisyah رضي الله عنها, dia berkata: “Setiap Rasulullah صلي الله عليه وسلم duduk di suatu tempat, setiap membaca Al-Qur’an dan setiap melakukan shalat, beliau mengakhirinya dengan beberapa kalimat.” Aisyah رضي الله عنها berkata: Aku berkata: “Wahai Rasululllah! Aku melihat engkau setiap duduk di suatu majelis, membaca Al-Qur’an atau melakukan shalat, engkau selalu mengakhiri dengan beberapa kalimat itu.” Beliau bersabda: “Ya, barangsiapa yang berkata baik akan distempel pada kebaikan itu (pahala bacaan kalimat tersebut), barangsiapa yang berkata jelek, maka kalimat tersebut merupakan penghapusnya. (Kalimat itu adalah: Subhaanaka wa bihamdika laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik).” HR. An-Nasa’i dalam kitab ‘Amalul Yaum wal Lailah, hal. 308. Imam Ahmad 6/77. Dr. Faruq Hamadah menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Tahqiq ‘Amalul Yaum wal Lailah, karya An-Nasa’i hal. 273
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani

Bacaan dalam Majelis

Dari Ibnu Umar رضي الله عنهما katanya adalah pernah dihitung bacaan Rasulullah صلي الله عليه وسلم dalam satu majlis seratus kali sebelum beliau berdiri, yaitu:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ

“Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Pengampun.”

HR. At-Tirmidzi dan Imam hadits lain, lihat pula di Shahih At-Tirmidzi 3/153, Shahih Ibnu Majah 2/321, dan lafazh hadits tersebut menurut riwayat At-Tirmidzi
Sumber: Hisnul Muslim oleh Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 99 pengikut lainnya.