Balasan Doa ‘Baarakallahu Fiika’

وَفِيْكَ بَارَكَ اللهُ

“Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu.”[1]

Ini adalah sebuah atsar dari Aisyah Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya Aisyah Radhiyallahu Anha berkata,

أَهْدَيْتُ لِلرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةً، قَالَ: اِقْسِمِيْهَا، فَكَنْتُ إِذَا رَجَعَ الْخَادِمُ أَقُوْلُ: مَاقَالُوْا؟ قَالَ: يَقُوْلُوْنَ: بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ، فَأَقُوْلُ: وَفِيْهِمْ بَارَكَ اللهُ، نُرُدُّ عَلَيْهِمْ مِثْلَ مَا قَالُوْا، وَيَبْقَى أَجْرُنَا لَنَا

“Aku memberikan hadiah seekor kambing kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau bersabda, ‘Bagilah ia! Jika seorang pembantu pulang, aku selalu bertanya, ‘ Apa yang mereka katakan? Dia menjawab, ‘Mereka mengatakan: بَارَكَ اللهُ فِيْكُمْ ‘Semoga Allah memberkahi kalian semua.‘ Maka, kukatakan: وَفِيْهِمْ بَارَكَ اللهُ ‘Semoga Allah memberkahi mereka pula. Kami membalas ucapan mereka sebagaimana yang mereka ucapkan sehingga tetaplah pahala kami.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Kepada Pemberi Pinjaman Ketika Melunasi Hutang

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ، إِنَّمَا جَزَاءُ السَّلَفِ الْحَمْدُ وَاْلأَدَاءِ

“Semoga Allah memberikan berkah kepadamu dalam keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan meminjamkan adalah pujian dan pembayaran.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abu Rabi’ah Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya disebutkan ungkapannya Radhiyallahu Anhu,

اسْتَقْرَضَ مِنِّي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعِينَ أَلْفًا، فَجَاءُهُ مَالٌ فَدَفَعَهُ إِلَيَّ، وَقَالَ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Bagi Orang yang Menawarkan Hartanya

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِيْ أَهْلِكَ وَمَالِكَ

“Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu.”[1]

Ini adalah atsar dari ucapan Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa dia berkata,

قَدِمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ الْمَدِينَةَ فَآخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ الأَنْصَارِيِّ، وَكَانَ سَعْدٌ ذَا غِنًى، فَقَالَ لِعَبْدُ الرَّحْمَنِ: أُقَاسِمُكَ مَالِي نِصْفَيْنِ وَ أُزُوِّجُكَ، قَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ، دُلُّونِي عَلَى السُّوقِ، فَمَا رَجَعَ حَتَّى اسْتَفْضَلَ أَقِطًا وَسَمْنًا، فَأَتَى بِهِ أَهْلَ مَنْزِلِهِ، فَمَكَسْنَا يَسِيْرًا -أَوْ ماشَاءَ اللهُ- فَجَاءَ وَعَلَيْهِ وَضَرٌ مِنْ صُفْرَهٍ، فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَهْيَمْ؟ قَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً مِنْ الْأَنْصَارِ، قَالَ: مَا سُقْتَ إِلَيْهَا؟ قَالَ: نَوَاةً مِنْ ذَهَبٍ -أَوْ وَزْنٌ مِنْ ذَهَبٍ- فَقَالَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Bagi Orang yang Saling Mencintai

DOA UNTUK ORANG YANG MENGATAKAN,
إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللهِ SESUNGGUHNYA AKU CINTA KEPADAMU KARENA ALLAH

أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan  seutuhnya  hadits  ini  adalah  ucapannya Radhiyallahu Anhu,

أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمْتَهُ قَالَ لَا قَالَ أَعْلِمْهُ قَالَ فَلَحِقَهُ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Untuk Orang Berbuat Baik Kepada Kita

جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا

“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Usamah bin Zaid Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ: جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Balasan Doa Ghofarollahu Laka_غَفَرَ اللَّهُ لَكَ

وَلَكَ

“Begitu juga kamu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Sirjis Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits ini adalah dari ucapan Abdullah bin Sirjis Radhiyallahu Anhu,

رَأَيْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَكَلْتُ مَعَهُ مِنْ طَعَامِهِ فَقُلْتُ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْد الله أَسْتَغْفَرَ لَكَ قَالَ نَعَمْ وَلَكُمْ ثُمَّ تَلاَ هَذِهِ الآيَةَ: وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

“Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan aku sedang makan dari makanan beliau. Aku mengatakan, ‘Semoga Allah mengampuni dosamu, ya Rasulullah.’ Beliau menjawab, ‘Dan juga dosamu.’ Perawi berkata, ‘Kemudian kukatakan kepada Abdullah, ‘Aku mohonkan ampun untukmu’ Dia menjawab, ‘Ya, dan juga untukmu.’ Kemudian dia membaca ayat: ‘… Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan.’ (QS. Muhammad: 19).[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 479-480.


[1]    HR. Ahmad, (5/82), An-Nasa’i, dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, hlm. 218, no. 421. Tahqiq oleh Dr. Faruq Hammadah.

Syarah Doa Orang Mukim Untuk Musafir (2)

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana pun kamu berada.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Hadits seutuhnya adalah ungkapan Anas Radhiyallahu Anhu,

رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِي قَالَ زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى قَالَ زِدْنِي قَالَ وَغَفَرَ ذَنْبَكَ قَالَ زِدْنِي بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lain berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hendak bepergian, maka bekalilah aku.’ Maka, beliau bersabda, ‘Semoga Allah membekalimu ketakwaan.’ Pria itu berkata lagi, ‘Tambahilah.’ Beliau bersabda, ‘Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.’ Pria itu berkata lagi, ‘Tambahilah.’ Beliau bersabda, ‘Dan semoga memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada'”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Mukim Untuk Musafir (1)

أَسْتَوْدِعُ اللهَ دِيْنَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيْمَ عَمَلِكَ

“Kutitipkan kepada Allah agamamu, amanahmu, dan perbuatanmu yang terakhir.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma.

Dalam hadits ini Salim bin Abdullah bin Umar berkata,

كَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي الله عنهما يَقُوْلُ لِلرَّجُلِ إِذَا أَرَادَ سَفَرًا: اُدْنُ مِنِّى أُوَدِّعُكَ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوَدِّعُنَا، فَيَقُولُ:

“Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata kepada seseorang jika hendak bepergian, ‘Kemari mendekatlah kepadaku agar kutitipkan engkau sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menitipkan kami, lalu beliau bersabda ……”

Imam Al-Khaththabi Rahimahullah berkata, “Amanah di sini adalah keluarga dan semua yang dia tinggalkan serta hartanya yang mana dia menjaga amanat berkenaan dengan harta itu.” Dia berkata, “Disebutkan agama di sini karena bepergian adalah banyak diyakini menimbulkan berbagai macam kesulitan. Bisa saja menjadi sebab timbulnya sikap menyepelekan sebagian perkara agama.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 515-516 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ahmad (2/7), At-Tirmidzi (5/499) no. 3443.  Lihat Shahih Al-Tirmidzi (2/155).

Syarah Doa Seorang Musafir Untuk yang Mukim

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللهَ الَّذِيْ لاَ تَضِيْعُ وَدَائِعُهُ

“Kutitipkan kalian kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Dalam hadits ini disebutkan sabdanya Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ أَرَادَ أَنْ يُسَافِرَ فَلْيَقُلْ لِمَنْ يُخَلَّفُ…

“Siapa saja yang hendak bepergian hendaknya mengucapkan kepada siapa saja yang akan ditinggalkan …..”

Ungkapan فَلْيَقُلْ لِمَنْ يُخَلَّفُ ‘hendaknya mengucapkan kepada siapa saja yang akan ditinggalkan’, yakni dari para keluarganya dan orang-orang yang dia cintai.

Ungkapan أَسْتَوْدِعُكُمُ ‘titipkan kalian kepada Allah’, kumohonkan penjagaan untuk kalian semua kepada Allah Ta’ala. Kujadikan kalian semua dalam penjagaan dan pemeliharaan Allah Ta’ala.

Ungkapan وَدَائِعُهُ ‘semua titipan pada-Nya’ adalah bentuk jamak dari kata وَدِيْعَة yang aslinya merupakan nama bagi harta yang tertinggal pada seseorang. Dari kata وَدَعَ yang artinya ‘meninggalkan’.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 513-514 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ahmad. (2/403), Ibnu Majah. (2/943). no. 2825. Lihat Shahih Ibnu Majah. (2/133).

Syarah Berdoa Untuk Orang yang Memberi Makanan atau Minuman

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ

“Ya Allah, berilah makan kepada orang yang memberiku makanan, dan berilah minum kepada orang yang memberiku minuman.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan seutuhnya hadits ini adalah darinya Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

أَقْبَلْتُ أَنَا وَصَاحِبَانِ لِي وَقَدْ ذَهَبَتْ أَسْمَاعُنَا وَأَبْصَارُنَا مِنْ الْجَهْدِ فَجَعَلْنَا نَعْرِضُ أَنْفُسَنَا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَقْبَلُنَا فَأَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ بِنَا إِلَى أَهْلِهِ فَإِذَا ثَلَاثَةُ أَعْنُزٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَلِبُوا هَذَا اللَّبَنَ بَيْنَنَا قَالَ فَكُنَّا نَحْتَلِبُ فَيَشْرَبُ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنَّا نَصِيبَهُ وَنَرْفَعُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبَهُ قَالَ فَيَجِيءُ مِنْ اللَّيْلِ فَيُسَلِّمُ تَسْلِيمًا لَا يُوقِظُ نَائِمًا وَيُسْمِعُ الْيَقْظَانَ قَالَ ثُمَّ يَأْتِي الْمَسْجِدَ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَأْتِي شَرَابَهُ فَيَشْرَبُ فَأَتَانِي الشَّيْطَانُ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَقَدْ شَرِبْتُ نَصِيبِي فَقَالَ مُحَمَّدٌ يَأْتِي الْأَنْصَارَ فَيُتْحِفُونَهُ وَيُصِيبُ عِنْدَهُمْ مَا بِهِ حَاجَةٌ إِلَى هَذِهِ الْجُرْعَةِ فَأَتَيْتُهَا فَشَرِبْتُهَا فَلَمَّا أَنْ وَغَلَتْ فِي بَطْنِي وَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَيْسَ إِلَيْهَا سَبِيلٌ قَالَ نَدَّمَنِي الشَّيْطَانُ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا صَنَعْتَ أَشَرِبْتَ شَرَابَ مُحَمَّدٍ فَيَجِيءُ فَلَا يَجِدُهُ فَيَدْعُو عَلَيْكَ فَتَهْلِكُ فَتَذْهَبُ دُنْيَاكَ وَآخِرَتُكَ وَعَلَيَّ شَمْلَةٌ إِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى قَدَمَيَّ خَرَجَ رَأْسِي وَإِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى رَأْسِي خَرَجَ قَدَمَايَ وَجَعَلَ لَا يَجِيئُنِي النَّوْمُ وَأَمَّا صَاحِبَايَ فَنَامَا وَلَمْ يَصْنَعَا مَا صَنَعْتُ قَالَ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ كَمَا كَانَ يُسَلِّمُ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى ثُمَّ أَتَى شَرَابَهُ فَكَشَفَ عَنْهُ فَلَمْ يَجِدْ فِيهِ شَيْئًا فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ الْآنَ يَدْعُو عَلَيَّ فَأَهْلِكُ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي قَالَ فَعَمَدْتُ إِلَى الشَّمْلَةِ فَشَدَدْتُهَا عَلَيَّ وَأَخَذْتُ الشَّفْرَةَ فَانْطَلَقْتُ إِلَى الْأَعْنُزِ أَيُّهَا أَسْمَنُ فَأَذْبَحُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هِيَ حَافِلَةٌ وَإِذَا هُنَّ حُفَّلٌ كُلُّهُنَّ فَعَمَدْتُ إِلَى إِنَاءٍ لِآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانُوا يَطْمَعُونَ أَنْ يَحْتَلِبُوا فِيهِ قَالَ فَحَلَبْتُ فِيهِ حَتَّى عَلَتْهُ رَغْوَةٌ فَجِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَشَرِبْتُمْ شَرَابَكُمُ اللَّيْلَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَلَمَّا عَرَفْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَوِيَ وَأَصَبْتُ دَعْوَتَهُ ضَحِكْتُ حَتَّى أُلْقِيتُ إِلَى الْأَرْضِ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى سَوْآتِكَ يَا مِقْدَادُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ مِنْ أَمْرِي كَذَا وَكَذَا وَفَعَلْتُ كَذَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذِهِ إِلَّا رَحْمَةٌ مِنْ اللَّهِ أَفَلَا كُنْتَ آذَنْتَنِي فَنُوقِظَ صَاحِبَيْنَا فَيُصِيبَانِ مِنْهَا قَالَ فَقُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُبَالِي إِذَا أَصَبْتَهَا وَأَصَبْتُهَا مَعَكَ مَنْ أَصَابَهَا مِنْ النَّاسِ

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.061 pengikut lainnya.