Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (3)

الأَذْكَارُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ

“Dzikir-dzikir dan membaca Al-Qur’an.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syetan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (2)

الأَذَانُ

“Mengucapkan adzan.”

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Di antara apa-apa yang bisa untuk mengusir syetan adalah adzan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda,

إِذَا نُودِيَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قُضِيَ التَّأْذِيْنَ أَقْبَلَ، فَإِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ، أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِيَ التَّثْوِيبُ، أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطُرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ اُذْكُرْ كَذَا، اُذْكُرْ كَذَا، لِـمَا لَـمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى

“Jika diserukan untuk menunaikan shalat, maka syetan berbalik dan dia memiliki kentut sehingga tidak mendengar adzan. Jika adzan telah usai dikumandangkan, dia berbalik menghadap. Jika dikumandangkan iqamah untuk shalat, dia berbalik; jika iqamah usai dikumandangkan dia berbalik menghadap. Sehingga membuat betikan di antara orang dan jiwanya. Sehingga dia mengatakan, ‘Ingat demikian dan ingat demikian, yang sebelumnya ia tidak mengingat apa-apa, hingga orang itu tidak tahu berapa rakaat dia telah menunaikan shalat.'”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (1)

الإِسْتِعَاذَةُ بِاللهِ مِنْهُ

“Berlindung kepada Allah dari godaannya.”[1]

Maksudnya adalah hendaknya Anda mengucapkan,

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.”

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku’.” (QS. Al-Mukminun: 97-98)

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 367.


[1]     Abu Dawud, (1/206); dan At-Tirmidzi. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (1/77).

Syarah Doa Kaffaratul Majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

“Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Engkau. Aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah dan lain-lain Radhiyallahu Anhum.

Di dalamnya disebutkan sabdanya Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai berikut.

مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ… إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa duduk dalam suatu majelis, dan banyak suara kegaduhan di dalamnya, sehingga dia sebelum berdiri dan majelisnya itu mengucapkan … tiada lain diampuni Allah semua apa yang terjadi dalam majelisnya itu.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Bacaan Dalam Majelis

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ يُعَدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةُ مَرَّةٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَقُومَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

“Dari ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma, dia berkata, ‘Terhitung seratus kali dalam satu majelis sebelum berdiri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan,

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُورُ

‘Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat lagi Maha Pengampun.'”[1]

Ungkapan وَتُبْ عَلَيَّ ‘terimalah taubatku’, dengan kata lain, kembalilah kepadaku dengan membawa rahmat atau berilah kami taufik untuk bertaubat atau terimalah taubatku.

Lihat pembahasan tentang taubat dan istighfar pada hadits no. 14 [Syarah Doa Setelah Wudhu’] dan no. 97 [Syarah Dzikir Pagi Petang, InsyaAllah akan diposting].

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 475-476.


[1]    HR. At-Tirmidzi, no. 3432 dan selainnya. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/153); Shahih Ibnu Majah, (2/321), dan lafazhnya adalah dari At-Tirmidzi.

800×600

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”,”serif”;}

E-Book Doa dan Dzikir Seputar Pakaian

Kita bersyukur dan memuji Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, istri, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari yang dijanjikan, amma ba’du:

Sesungguhnya agama Islam adalah agama yang tidak menyisakan sesuatupun melainkan telah dijelaskan kepada munusia untuk menjalankannya, termasuk dalam memakai dan menanggalkan pakaian, berikut doa dan dzikir seputar pakaian:

1. Doa Ketika Mengenakan Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki daripada-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku”.

2. Doa Ketika Mengenakan Pakaian Baru

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Baca pos ini lebih lanjut

e-Book Doa dan Dzikir Seputar Makan-Minum

Alhamdulillah,  shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, sahabatnya dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Seperti yang sering disampaikan, sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna dalam berbagai sisi kehidupan dan menunjuki umatnya untuk mencapai ridho Allah azza wa jalla, termasuk doa dalam urusan makan dan minum – dalam eBook akan ditampilkan doa dan dzikir seputar makan dan penjelasannya- adapun dilam ini kami tampilkan bacaan doanya saja sebagai berikut:

1. DOA SEBELUM MAKAN

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

dengan nama Allah‘,

Sedangkan jika lupa di permulaan makan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

dengan nama Allah di awal dan diakhirnya.‘”

“Barangsiapa yang diberi rezeki Allah berupa makanan, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ

‘Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan berilah makanan yang lebih baik darinya‘,

Dan barangsiapa diberi rezeki berupa minuman susu, hendaklah membaca:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ

Ya Allah, berilah kami berkah di dalamnya dan tambahkanlah kepada kami (berkah) darinya.‘”

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.064 pengikut lainnya.