Variasi Doa Sebelum Tidur

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

‘Bismika allahumma amuutu wa ahya’

“Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup” (HR. Bukhari no. 6324)

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ

‘Allahumma bismika ahyaa wa bismika amuut’

“Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati” (HR. Muslim)

اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا

‘Allahumma bismika amuutu wa ahyaa’

“Ya Allah dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup” (HR. Tirmidzi)

Demikianlah salah satu doa akan tidur yang dapat dipilih salah satunya, adapun lafazh yang terkenal ‘bismika allahumma ahyaa wa amut’ tidak terdapat dalam lafazh hadits….

Sumber:
Adab Islami Sederhana Sebelum Tidur

Baca pula untuk lengkapnya dzikir dan doa sebelum tidur:
Dzikir dan Doa Sebelum Tidur part-1
Dzikir dan Doa Sebelum Tidur part-2

Amalan yang Dilakukan Pada Hari Jum’at

1. Tidak boleh mengkhususkan malam Jum’at dari malam-malam yang lain dengan ibadah tertentu dan tidak boleh mengkhususkan hari jum’at dengan puasa tertentu, kecuali yang biasa seseorang berpuasa (jatuh pada hari Jum’at).[1]

2. Tidak boleh mengkhususkan bacaan dzikir, do’a dan membaca surat-surat tertentu pada malam dan hari Jum’at[2] kecuali yang disyari’atkan.

3. Amal-amal yang disyan’atkan dan di-sunnahkan pada hari Jum’at, adalah:

a. Memperbanyak bacaan shalawat kepada Nabi[3] صلي الله عليه وسلم

b. Membaca surat al-Kahfi.

Dari Abu Sa’id al-Khudri رضي الله عنه, Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةُ الْكَهْفِ يَوْمَ الْـجُمُعَةِ أَضَاءَلَهُ مِنَ النُّورِ مَابَيْنَ الْـجُمُعَتَيْنِ

“Barang siapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya di antara dua Jum’at.”[4]

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Agar Diselamatkan dari Sifat Kikir

Ada sebuah do’a sederhana yang jaami’ (singkat dan syarat makna) yang sudah sepatutnya kita menghafalkannya karena amat bermanfaat. Do’a ini berisi permintaan agar kita terhindar dari penyakit hati yaitu ‘syuh’ (pelit lagi tamak) yang merupakan penyakit yang amat berbahaya. Penyakit tersebut membuat kita tidak pernah puas dengan pemberian dan nikmat Allah Ta’ala, dan dapat mengantarkan pada kerusakan lainnya. Do’a ini kami ambil dari buku “Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah” yang disusun oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah.

Do’a tersebut adalah,

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung

Do’a ini diambil dari firman Allah Ta’ala dalam surat Ath Taghabun ayat 16,

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Agar Dilapangkan Hati dan Dimudahkan Urusan

لاَ إِلَهَ إِلا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya’[21]: 87)

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Ya Rabb-ku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku. ” (QS. Thaha[20]: 25-28)

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang lurus dalam urusan Kami (ini).” (QS. Al-Kahfi[18]: 10)

Syarah Doa Menanggalkan Pakaian

بِسْمِ اللهِ

” Dengan nama Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Ali bin Abu Thalib dan Anas bin Malik Radhiyallahu Anhuma.

Hadits ini seutuhnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا وَضَعَ أَحَدُهُمْ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُولَ: بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara mata jin dan aurat anak Adam adalah jika salah seorang dari mereka menanggalkan pakaiannya hendaknya mengucapkan: بِسْمِ اللَّهِ ‘Dengan nama Allah‘”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Bangun Tidur (4)

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ. رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِياً يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ. فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لاَ أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى بَعْضُكُم مِّن بَعْضٍ فَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخْرِجُواْ مِن دِيَارِهِمْ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُواْ وَقُتِلُواْ لأُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأُدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ ثَوَاباً مِّن عِندِ اللّهِ وَاللّهُ عِندَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ. لاَ يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُواْ فِي الْبِلاَدِ. مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ. لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْاْ رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نُزُلاً مِّنْ عِندِ اللّهِ وَمَا عِندَ اللّهِ خَيْرٌ لِّلأَبْرَارِ. وَإِنَّ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَمَن يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْكُمْ وَمَا أُنزِلَ إِلَيْهِمْ خَاشِعِينَ لِلّهِ لاَ يَشْتَرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ ثَمَناً قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ إِنَّ اللّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Bangun Tidur (3)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepadaku, mengembalikan ruh dan merestuiku untuk berdzikir kepada-Nya.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ ‘Yang memberikan kesehatan dalam tubuhku’, dari akar kata اَلْمَعَافَاةُ yaitu penjagaan Allah Ta’ala atas seorang hamba dari berbagai macam kecelakaan dan bala. Dengan menjaganya dari berbagai macam kesedihan, serangga yang mematikan, musibah di malam hari, … dan lain sebagainya.

Seseorang memuji-Nya karena Dia telah membangkitkannya dari tidur dengan keadaan sehat.

Ungkapan وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ “Yang mengembalikan ruhku kepadaku‘, dia menyifati Allah dengan Ungkapan yang demikian, karena maqam ini mengharuskan adanya penyebutan sifat yang paling layak seperti ini.

Ungkapan وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ ‘dan yang memberiku izin untuk dzikir kepada-Nya‘, dengan kata lain, memudahkan bagiku untuk dzikir kepada-Nya.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 82-83.  Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] At-Tirmidzi, (5/473), no. 3401. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/144).

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.093 pengikut lainnya.