Doa Agar Diselamatkan Dari Penyakit Kikir

Ada sebuah do’a sederhana yang jaami’ (singkat dan syarat makna) yang sudah sepatutnya kita menghafalkannya karena amat bermanfaat. Do’a ini berisi permintaan agar kita terhindar dari penyakit hati yaitu ‘syuh’ (pelit lagi tamak) yang merupakan penyakit yang amat berbahaya. Penyakit tersebut membuat kita tidak pernah puas dengan pemberian dan nikmat Allah Ta’ala, dan dapat mengantarkan pada kerusakan lainnya. Do’a ini kami ambil dari buku “Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah” yang disusun oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qahthani hafizhahullah.

Do’a tersebut adalah,

اللَّهُمَّ قِنِي شُحَّ نَفْسِي وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُفْلِحِينَ

Allahumma qinii syuhha nafsii, waj’alnii minal muflihiin

“Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung”

Do’a ini diambil dari firman Allah Ta’ala dalam surat Ath Taghabun ayat 16,

وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Kebencian Kepada Thiyarah

اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah, tiada kesialan, kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tiada kebaikan, kecuali kebaikan-Mu, serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma.

Di dalamnya disebutkan sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ أَرْجَعَتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَتِهِ، فَقَدْ أَشْرَكَ، قَالُوا: وَمَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: يَقُولُ أَحَدُكُمْ

“Barangsiapa menunda kepentingannya karna thiyarah, maka dia telah syirik.’ Para shahabat bertanya, ‘Apa kafarah hal itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ‘Salah seorang dan kalian harus mengatakan …”

Ungkapan الطِّيَرَةُ adalah sikap optimisme dan pesimis atas dasar perilaku burung. Dengan perilaku burung-burung itu mereka mengambil keputusan tentang arah dan lain-lain. Mereka menggunakan cara mengejutkan burung dari tempatnya untuk kepentingan itu.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Mohon Ampunan dan Rahmat Allah

رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Ya Rabb-ku, Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. dan jika Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Hud[11]: 47)

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah beriman, Maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik. (QS. Al-Mu’minun[23]: 109)

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

“Ya Rabb-ku, berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah pemberi rahmat yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun[23]: 118)

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Doa Agar Disempurnakan Cahayanya

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Tahrim[66]: 8)

Doa Agar Hati Ditetapkan Dalam Hidayah

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

(Mereka berdo’a): “Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau. karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali ‘Imran[3]: 8)

Syarah Doa Orang yang Takut Kezaliman Pengusa (2)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا، اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اَللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

“Allah Mahabesar. Allah lebih mulia dari seluruk makhluk-Nya. Allah lebih mulia dari apa yang kutakuti. Aku berlindung kepada Allah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia. Yang mengendalikan tujuh langit hingga tidak runtuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya, dari kejahatan hamba-Mu fulan, dan bala tentara-nya serta pendukung-pendukungnya dari golongan jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau penyelamat bagiku dari keburukan mereka, akan sangat agung pujian untuk-Mu, akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan, perlindungan-Mu amatlah besar. Mahasuci nama-Mu dan tiada Ilah yang berhak disembah selain diri-Mu.” (Dibaca tiga kali).[1]

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang yang Takut Kezaliman Pengusa (1)

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, Tuhan langit dan bumi. Tuhan ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau penyelamat bagiku dari fulan bin fulan dan kelompoknya dari makhluk-Mu, (agar) tidak ada seorang pun dari mereka berlaku sewenang-wenang terhadapku atau melampaui batas, akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan, dan akan sangat agung pujian untuk-Mu, dan tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau.”[1]

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan كُنْ لِيْ جَارًا ‘jadilah Engkau Penyelamat bagiku‘, dengan kata lain, Penyelamat dan Penolong.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Bertemu Musuh dan Penguasa (3)

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“Cukup bagi kami Allah sebaik-baik pelindung.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Disebutkan dalam hadits itu,

قَالَهَا إِبْرَاهِيْمُ حِيْنَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِيْنَ قَالَ لَهُ النَّاسُ: إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ

“Kalimat itu diucapkan Ibrahim ketika dirinya dilemparkan ke dalam api dan diucapkan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika orang-orang berkata kepada beliau, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu …’.” (Ali Imran: 173)

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Bertemu Musuh dan Penguasa (2)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَحُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ

“Ya Allah, Engkau adalah lenganku (penolongku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku bergerak. Dengan pertolongan-Mu aku menyergap dan dengan pertolongan-Mu aku berperang.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Disebutkan di bagian awal hadits ini,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُوْلُ عِنْدَ لِقَاءِ الْعَدُوِّ

“Bahwa ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menghadapi musuh berucap …”

Ungkapan أَنْتَ عَضُدِيْ artinya ‘Engkau adalah lenganku (penolongku)‘.

Ungkapan أَحُوْلُ dengan menggunakan huruf ha tanpa titik yang artinya ‘aku bergerak‘.

Ungkapan وَبِكَ أَصُوْلُ ‘dengan pertolongan-Mu aku menyergap‘, dengan kata lain, dengan-Mu aku melakukan serangan ke arah musuh. Dari kata صَوْلَة yang berarti ‘serangan‘.

Ungkapan وَبِكَ أُقَاتِلُ ‘dan dengan pertolongan-Mu aku berperang‘, dengan kata lain, dengan pertolongan-Mu dan dengan dukungan-Mu aku berperang.

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 344-345


[1] Abu Dawud. (3/42). no. 2632: At-Tirmidzi. (5/572). no. 3584. Lihat Shahih At-Tirmidzi (3/183).

Syarah Doa Bertemu Musuh dan Penguasa (1)

Ungkapan ذُو السُّلْطَانَ adalah orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan. Dia adalah semua orang yang memiliki tangan besi atas orang lain.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

“Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya) dan kami berlindung dari keburukan mereka.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Di bagian awal hadits ini disebutkan,

أَنَّ النَّبِيَّ إذَا خَافَ قَوْمًا، قَالَ

“Bahwa jika Nabi merasa takut akan suatu kaum, maka berucap:’….’”

Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.025 pengikut lainnya.