Syarah Keutamaan Shalawat Atas Nabi (2)

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِي عِيْدًا وَصَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلاَتَكَ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bershalawatlah kalian kepadaku, sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku, di mana saja kalian ber-ada’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عِيْدًا ‘hari raya‘. led adalah tempat kepadanya kembali, dengan kata lain, janganlah kalian jadikan kuburan tempat kembali sehingga kalian datang kepadanya setiap kali kalian ingin bershalawat kepadaku.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Keutamaan Shalawat Atas Nabi (1)

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِـهَا عَشْرًا

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, Allah akan memberikan balasan shalawat kepadanya sepuluh kali.'”[1] (Diriwayatkan Muslim)371

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Huralrah Radhiyallahu Anhu.

Sufyan Ats-Tsauri dan lebih dari satu dari kalangan para ahli ilmu mengatakan, “Shalawat Rabb adalah rahmat dan shalawat para malaikat adalah permohonan ampun.”

Dalam kitab shahihnya, Al-Bukhari berkata, Abu Al-Aliyah berkata, ‘Shalawat Allah adalah pujian-Nya atas dirinya menurut para malaikat dan shalawat para malaikat adalah do’a.'”

Korektor mengatakan, “Inilah yang benar”.[2]

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Doa

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ لَـمْ يَدْعُ اللَّهَ سُبْحَانَهُ غَضِبَ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Barangsiapa enggan berdoa (memohon) kepada Allah Subhanahu, niscaya Dia akan marah kepadanya’.”

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الدُّعَاءَ هُوَ الْعِبَادَةُ، ثُمَّ قَرَأَ: وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dari An-Nu’man bin Basyir رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: ‘Sesungguhnya berdoa adalah ibadah’ Kemudian beliau membaca ayat, ‘Dan Tuhan-mu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghaafir [40]:60)

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ سُبْحَانَهُ مِنْ الدُّعَاءِ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi صلى الله عليه وسلم, beliau bersabda: “Tidaklah ada sesuatu yang paling mulia bagi Allah Subhanahu daripada doa.”[]

Disalin dari Shahih Sunan Ibnu Majah hadits ke 3100-3102, silahkan download eBook-nya disini

Ucapan yang Paling Dicintai Allah

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya;

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْجِسْرِيِّ مِنْ عَنَزَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الصَّامِتِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِأَحَبِّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ فَقَالَ إِنَّ أَحَبَّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Abu Bakr bin Abi Syaibah menuturkan kepada kami; Yahya bin Bukair menuturkan kepada kami dari Syu’bah dari al-Jurairi dari Abu Abdillah al-Jisri dari ‘Anazah dari Abdullah bin Shamit dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah aku beritahukan kepadamu ucapan yang paling dicintai oleh Allah?”. Maka aku katakan, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku ucapan yang paling dicintai Allah itu.” Beliau pun menjawab, “Sesungguhnya ucapan yang paling dicintai Allah adalah ‘Subhanallahi wa bihamdih’ (Maha suci Allah dan dengan memuji kepada-Nya).” (HR. Muslim [4911] as-Syamilah)

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya;

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ هِلَالِ بْنِ يَسَافٍ عَنْ رَبِيعِ بْنِ عُمَيْلَةَ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Bershalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم

1. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

‘Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.'”[1]

2. Dari Abud Darda رضي الله عنه, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ حِيْنَ يُصْبِحُ عَشْرًا وَحِينَ يُمْسِي عَشْرًا أدْرَكَتْهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

‘Barangsiapa bershalawat kepadaku sepuluh kali di pagi hari dan sepuluh kali di sore hari, niscaya ia akan mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat.'”[2]

3. Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إنَّ للهِ مَلاَئِكَةً سَيَّاحِينَ يُبَلِّغُونَنِي مِنْ أُمَّتِي السَّلاَمَ

‘Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki para Malaikat yang berkeliling di muka bumi, mereka menyampaikan kepadaku ucapan salam dari umatku.”‘[3]

Baca pos ini lebih lanjut

Hukum Bershalawat Kepada Nabi صلى الله عليه وسلم

Menurut Imam ath-Thahawi رحمه الله, bershalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم wajib dilakukan satu kali saja (minimal). Sedangkan menurut Imam al-Kurkhi رحمه الله, bershalawat hukumnya wajib setiap kali nama beliau صلى الله عليه وسلم disebut, dan ini adalah pendapat yang lebih hati-hati. Pendapat inilah yang dipegang oleh Jumhur Ulama.

Tentang firman Allah Ta’ala,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orangyang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan ke-padanya. “(QS. Al-Ahzaab: 56)

Abu Su’ud berkata, “Ayat ini sebagai dalil wajibnya mengucapkan shalawat dan salam kepada beliau صلى الله عليه وسلم secara mutlak tanpa harus mengulang-ulangnya.”

Imam al-Qasthalani رحمه الله mengatakan, “Dikatakan bahwa hukumnya adalah mustahabbah (dianjurkan). Dikatakan pula bahwa hukumnya wajib dalam ‘Tasyahhud akhir’ di setiap shalat menurut pendapat Imam asy-Syafi’i رحمه الله dan salah satu riwayat dari pendapat Imam Ahmad رحمه الله.”

Baca pos ini lebih lanjut

Perintah Bershalawat

Perintah Mengucapkan Shalawat
dan Salam kepada Nabi
صلى الله عليه وسلم

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. “(QS. Al-Ahzaab: 56)

Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما mengatakan, “‘Yushalluuna‘ (mereka bershalawat) maksudnya, ‘Yubarrikuuna‘ (memohonkan keberkahan).”

Abul ‘Aliyah رحمه الله mengatakan, “Shalawat Allah Ta’ala kepada beliau adalah pujian-Nya kepada beliau di sisi para Malaikat. Sedangkan shalawat Malaikat adalah do’a.”[1]

Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمه الله mengatakan, “Maksud dari ayat ini bahwa Allah Ta’ala mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya tentang kedudukan hamba sekaligus Nabi-Nya di sisi-Nya di Mala-ul a’laa. Yaitu bahwa Allah Ta’ala memuji beliau صلى الله عليه وسلم di sisi para Malaikat yang didekatkan kepada Allah. Dan Dia pun mengabarkan bahwa para Malaikat bershalawat kepada beliau صلى الله عليه وسلم, sehingga terkumpullah untuk beliau pujian dua penduduk alam; alam bawah (bumi) dan alam atas (langit).”

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.075 pengikut lainnya.