Doa Mustajab

1. Apabila anda ingin sukses dalam ujian atau pekerjaan bacalah do’a di bawah ini : “Rasululloh صلي الله عليه وسلم mendengar seorang laki-laki berdo’a:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اَللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اَلْأَحَدُ اَلصَّمَدُ اَلَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu dengan bersaksi bahwa Engkau Allah, tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, yang segala sesuatu bergantung kepadaMu, yang tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan dan tidak ada sesuatupun yang sama denganNya.”

Rasululloh kemudian bersabda :

“Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh orang itu telah berdo’a dengan namaNya yang Maha Agung. Yang  apabila Dia diseru dengan nama tersebut pasti Dia mengabulkannya, dan apabila diminta pasti ia memberi.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Turmudzi).

2. Do’a Nabi Yunus (dzunnun) pada waktu beliau di dalam perut ikan seperti di bawah ini

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أنت سُبْحَانَكَ إِنِّـي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

“Tidak ada ilaah yang hak disembah kecuali Engkau, maha suci Engkau , sunguh aku telah termasuk golongan yang dzalim.”

Tidak seorang muslim-pun yang memohon dengan do’a tersebut kecuali Allah mengabulkannya (HR. Imam Ahmad, Shahih)

3. Harus melaksanakan hal-hal yang menyebabkan sukses yaitu berusaha dengan sungguh-sunguh, dan berdo’a.

Sumber:
Bimbingan Islam Untuk Pribadi dan Masyarakat
oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Bacaan lebih Lanjut:
Doa-doa

Do’a di Malam Hari yang Mustajab

Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ تَعَارَّ مِنْ اللَّيْلِ فَقَالَ حِيْنَ يَسْتَيْقِظُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيَـمِيْتُ بِيَدِهِ الْـخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي أَوْ دَعَا اسْتُجِيبَ لَهُ فَإِنْ قَامَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ صَلَّى قُبِلَتْ صَلَاتُهُ

“Barangsiapa yang terbangun di malam hari kemudian dia mengucapkan:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيَـمِيْتُ بِيَدِهِ الْـخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Tidak ada ilah kecuali Allah satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi Nya-lah seluruh kekuasaan/kerajaan dan seluruh pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan Di tangan-Nyalah seluruh kebaikan berada. Dia berkuasa atas segala sesuatu. Mahasuci Allan segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah kecuali Allah Dan Allah Mahabesar. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah.
“Kemudian setelah itu dia mohon ampun atau berdoa, maka permohonan dan doa itu akan dikabulkan. Jika dia berwudlu dan shalat maka shalatnya akan diterima.” (HR. Bukhari)

Aku nasihatkan kepada seluruh kaum muslimin yang sedang mengalami kesulitan, terutama saudara-saudaraku yang ada di Palestina, Afghanistan dan di negeri-negeri muslim lainnya, agar mereka berserah diri kepada Allah saja dan membaca doa ini, dibarengi dengan usaha sebagai perantara seperti mempersiapkan diri untuk berjihad (dengan harta dan senjata) atau mengkonsumsi obat untuk menghilangkan penyakit terutama obat-obat yang telah disebutkan oleh Rasulullah dalam beberapa hadits shahih seperti: madu, habatussauda (biji/jintan hitam), air zamzam dan lain-lain.

Aku nasihatkan juga kepada saudara-saudaraku sesama muslim di seluruh dunia agar mereka mendo’akan saudara-saudara yang terusir dari kampung halaman mereka, semoga Allah menolong dan menguatkan mereka serta mengembalikan mereka ke negeri mereka semula. Terurama orang-orang Palestina. Sebab do’a seorang muslim kepada saudaranya secara diam-diam adalah termasuk doa yang mustajab, terutama doa yang penuh berkah di atas yang telah dicontohkan Rasulullah صلي الله عليه وسلم dan yang telah mendatangkan manfaat bagi banyak orang.

Sumber:
Ash-Shufiyyah fi Mizan Al-Kitab wa Sunnah
, edisi Indonesia SUFI menurut Al-Qur’an dan Sunnah oleh Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, Terbitan Media Hidayah, hal 95-97

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.080 pengikut lainnya.