Doa Bagi Orang yang Saling Mencintai

DOA UNTUK ORANG YANG MENGATAKAN,
إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللهِ SESUNGGUHNYA AKU CINTA KEPADAMU KARENA ALLAH

أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Semoga Allah mencintaimu, karena engkau telah mencintaiku karena-Nya.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan  seutuhnya  hadits  ini  adalah  ucapannya Radhiyallahu Anhu,

أَنَّ رَجُلًا كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَرَّ بِهِ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَأُحِبُّ هَذَا فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْلَمْتَهُ قَالَ لَا قَالَ أَعْلِمْهُ قَالَ فَلَحِقَهُ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّكَ فِي اللَّهِ فَقَالَ أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْبَبْتَنِي لَهُ

Baca pos ini lebih lanjut

Cara Menyelamatkan Diri Dajjal

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُوْرَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

“Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat dan permulaan surat Al-Kahfi, maka terpelihara dari (gangguan) Dajjal.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Ad-Darda’ Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عُصِمَ ‘maka dia terpelihara‘, dengan kata lain, terjaga dan aman.

An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Dikatakan bahwa sebab semua itu adalah di bagian awalnya dengan adanya berbagai hal yang menakjubkan dan ayat-ayat (tanda-tanda). Maka, barangsiapa menadabburinya, maka dia tidak akan terfitnah oleh Dajjal. Demikian juga di bagian akhirnya, firman Allah Ta’ala,

أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِنْ دُونِي أَوْلِيَاءَ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Ketika Memejamkan Mata Mayit

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنٍ (بِاسْمِهِ) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ

“Ya Allah, ampunilah fulan (sebut namanya), angkat derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk. Hendaklah Engkau menjadi pengganti untuk anak turunannya yang ditinggalkan. Ampunilah kami dan dia wahai Tuhan penguasa alam. Luaskan baginya dalam kuburannya dan berilah penerangan di dalamnya.” [1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Ummu Salamah Radhiyallahu Anha.

Disebutkan pada permulaannya ucapan Ummu Salamah Radhiyallahu Anha,

دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ فَضَجَّ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ فَقَالَ لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلَّا بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَبِي سَلَمَةَ…

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendatangi Abu Salamah yang matanya telah terbelalak. Beliau memejamkannya lalu bersabda, ‘Sesungguhnya jika ruh dicabut, maka diikuti mata.’ Sehingga guncanglah semua orang dari keluarganya. Maka, beliau bersabda, ‘Ja-nganlah kalian berdo’a buruk atas diri kalian, kecuali do’a yang baik-baik, sungguhnya para malaikat menga-minkan apa-apa yang kalian ucapkan.’ Kemudian beliau berucap: ‘Ya Allah, ampunilah Abu Salamah …’.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Ketika Tertimpa Musibah

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا

“Sesungguhnya kita milik Allah, kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Ummu Salamah Radhiyallahu Anha.

Dalam hadits ini adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ: … إِلَّا أَجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tiada seorang hamba tertimpa musibah sehingga mengucapkan …, melainkan Allah memberinya pahala dalam musibahnya itu dan memberinya pengganti yang lebih baik danpadanya.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Sakit Ketika Tidak Ada Harapan Sembuh (3)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah dan Allah Mahabesar. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah. Tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhuma.

Seutuhnya hadits tersebut adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ صَدَّقَهُ رَبُّهُ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَأَنَا أَكْبَرُ وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ قَالَ يَقُولُ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَحْدِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ قَالَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَحْدِي لَا شَرِيكَ لِي وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ قَالَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا لِيَ الْمُلْكُ وَلِيَ الْحَمْدُ وَإِذَا قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِي وَكَانَ يَقُولُ مَنْ قَالَـهَا فِي مَرَضِهِ ثُمَّ مَاتَ لَـمْ تَطْعَمْهُ النَّارُ

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Sakit Ketika Tidak Ada Harapan Sembuh (2)

جَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ مَوْتِهِ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ، فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ، وَيَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ

“Ketika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mendekati wafatnya, maka beliau memasukkan tangannya ke dalam air, lalu mengusapkan ke wajahnya seraya berkata, ‘Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya setiap kematian ada sekaratnya.'”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Sakit Ketika Tidak Ada Harapan Sembuh (1)

Ungkapan يَئِسَ ‘putus asa’, dengan kata lain, putus harapan bahwa dirinya masih akan mampu bertahan hidup.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَلْحِقْنِيْ بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى

“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan tertian yang tinggi derajatnya (para nabi).”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Ungkapan الرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى ‘teman yang tinggi derajatnya’, dimaksudkan dengannya apa yang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,

وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (2)

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ_سَبْعَ مَرَّاتٍ

“Aku mohon kepada Allah Yang Mahamulia, penulik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.” (diucapkan sebanyak tujuh kali).[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Mabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَعُودُ مَرِيضًا، لَمْ يَحْضُرْ أَجَلُهُ فَيَقُولُ عِنْدَ سَبْعِ مَرَّاتٍ: ….، إِلَّا عَافَاهُ الله

“Tiada seorang hamba yang Muslim membesuk seseorang yang sedang sakit, yang belum datang ajalnya, lalu dia mengatakan pada yang ketujuh kalinya …, melainkan Allah akan memberinya kesehatan.”

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Membesuk Orang Sakit (1)

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, insya Allah.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata, “Jika Nabi membesuk ke rumah orang sakit, beliau bersabda kepadanya ….”

Ungkapan لاَ بَأْسَ ‘tidak mengapa’, dengan kata lain, tidak keras dan tidak menyakitimu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Ketika Terkejut

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah, kecuali Allah.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya hadits ini adalah ucapannya Radhiyallahu Anha bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam datang kepadanya dengan terkejut sehingga mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدْ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، مِثْلُ هَذِهِ وَحَلَّقَ بِإِصْبَعِهِ الْإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ، قَالَ: نَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ

“Tiada Tuhan selain Allah. Kecelakaan bagi orang Arab karena keburukan yang sangat dekat. Pada hari ini dibukakan Benteng Yajuj dan Majuj seperti ini -dan beliau memberi isyarat dengan jari jempol dan telunjuknya-. Maka, kukatakan, ‘Wahai Rasulullah, apakah kami akan celaka (diadzab) sedangkan di tengah-tengah kami orang-orang shalih? Beliau menjawab, ‘Ya, jika telah banyak keburukan’.”

Ungkapan فَزَعٌا ‘karena terkejut‘, dengan kata lain, ketakutan.

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.054 pengikut lainnya.