Syarah Ucapan Bila Orang Kafir Memuji Allah Ketika Bersin

يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan memperbaiki kondisimu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya terdapat ucapan Abu Musa Radhiyallahu Anhu,

كَانَتِ الْيَهُوْدُ تَعَاطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَاءً أَنْ يَقُوْلَ لَهَا: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَكَانَ يَقُوْلُ: ….

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang yang Bersin

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُل: اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ، وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ: يَرْحَمُكُ اللهُ، فَإِذَا قَالَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ فَلْيَقُلْ: يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Jika salah seorang di antara kalian bersin hendaknya dia mengucapkan : اَلْـحَمْدُ لِلَّهِ ‘Segala puji hanya bagi Allah‘. Sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘. Jika dia mengatakan kepadanya: يَرْحَمُكُ اللهُ ‘Semoga Allah merahmatimu‘, maka dia harus mengucapkan يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ‘Semoga Allah memberimu petunjuk dan membaguskan kondisimu’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوْهُ أَوْ صَاحِبُهُ ‘sedangkan saudara atau sahabatnya hendaknya mengucapkan’. Terdapat suatu keraguan dari perawi.

Ungkapan يَرْحَمُكُ اللهُ ‘semoga Allah merahmatimu‘. Ini bisa berkemungkinan sebagai do’a memohon rahmat, dan bisa juga sebagai informasi yang menyenangkan orang, dengan kata lain, itu adalah rahmat untukmu.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Keutamaan Shalawat Atas Nabi (2)

قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لاَ تَجْعَلُوْا قَبْرِي عِيْدًا وَصَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلاَتَكَ تَبْلُغُنِي حَيْثُ كُنْتُمْ

“Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Janganlah kamu menjadikan kuburanku sebagai hari raya, dan bershalawatlah kalian kepadaku, sesungguhnya shalawat kalian akan sampai kepadaku, di mana saja kalian ber-ada’.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عِيْدًا ‘hari raya‘. led adalah tempat kepadanya kembali, dengan kata lain, janganlah kalian jadikan kuburan tempat kembali sehingga kalian datang kepadanya setiap kali kalian ingin bershalawat kepadaku.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Hal yang Dapat Memperlindungkan Anak-Anak

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْـحَسَنَ وَالْـحُسَيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain Radhiyallahu Anhuma, ‘Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala macam syetan, binatang yang berbisa, dan ‘ain (pandangan mata) yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”‘[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Perlindungan Bagi Anak

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْـحَسَنَ وَالْـحُسَيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain Radhiyallahu Anhuma, ‘Aku berlindung kepada Allah untukmu berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala macam syetan, binatang yang berbisa, dan ‘ain (pandangan mata) yang menimpanya (yang mengakibatkan sakit).”‘[1]

Catatan:[2]

Dhomir (kata ganti) pada awal lafazh doa أُعِيْذُكُمَا dapat disesuaikan dengan jenis kelamin dan jumlah anak sebagai berikut:

  1. Satu anak laki-laki: أُعِيْذُكَ
  2. Satu anak perempuan: أُعِيْذُكِ
  3. Dua anak; baik dua anak laki-laki atau dua anak perempuan atau satu anak laki-laki dan satu anak perempuan: أُعِيْذُكُمَا
  4. Tiga anak laki-laki atau lebih, atau anak yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berjumlah tiga orang atau lebih: أُعِيْذُكُمْ
  5. Tiga anak perempuan atau lebih: أُعِيْذُكُنَّ

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 130.


[1]  Al-Bukhari: 4/119.
[2] Tambahan dari Kami (doandzikir.wordpress.com/Ibnu Majjah).

Syarah Doa Ketika Mengalami Hal Yang Tidak Disukai

قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

“Ketentuan Allah dan segala yang Dia kehendaki, maka Dia lakukan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam,

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan. Berusahalah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Jika menimpamu sesuatu hal, jangan katakan seandainya kulakukan ini, maka pasti akan terjadi ini dan itu, tetapi katakanlah: ‘Allah telah menakdirkannya dan apa yang Dia kehendaki Dia lakukan’, karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (memberi peluang bagi) perbuatan syetan.”

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (3)

الأَذْكَارُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ

“Dzikir-dzikir dan membaca Al-Qur’an.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syetan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.080 pengikut lainnya.