Syarah Doa Sebelum Makan (1)

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

dengan nama Allah‘,

Sedangkan jika lupa di permulaan makan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

dengan nama Allah di awal dan diakhirnya.‘”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai berikut:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهَ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa di Hari Arafah

خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Do’a yang paling utama adalah di hari Arafah. Dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku baca pada hari itu adalah:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu’[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ ‘Do’a yang paling utama adalah di hari Arafah, yakni karena Allah mengagungkan balasannya dan segera mengabulkannya. Yang dimaksud bahwa sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah adalah apa pun do’anya.

Ungkapan وَخَيْرُ مَا قُلْتُ ‘Dan sebaik-baik apa yang ak baca’. Ini adalah isyarat yang menunjukkan sesuatu yang bukan do’a. Maka, tidak perlu menjadikan apa-apa yang kukatakan’ artinya ‘aku berdo’a‘. Bisa saja yang dimaksud adalah dzikir berdasarkan do’a-do’a itu karena sangat disukai adanya pujian kepada Allah sebelum do’a. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 572-573, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    At- Tirmidzi. no. 3585; dan dihasankan Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi (3/184); dan Al-Ahadits Ash-Shahihah, (4/6).

Syarah Doa Qunut Witir (3)

اَللَّهُمَّ إيـَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحَقٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ

“Ya Allah, sesungguhnya kami menyembah-Mu, kepada-Mu kami shalat dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan melayani. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut akan siksa-Mu. Sesungguhnya siksaan-Mu akan menimpa orang-orang yang kafir. Ya Allah, kami mohon pertolongan dan ampunan kepada-Mu. Kami mernuji kebaikan-Mu, dan kami tidak mengufuri-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami tunduk (pada ajaran-Mu), dan kami berlepas diri dari orang-orang yang kufur kepada-Mu”[1]

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan نَحْفِدُ artinya ‘kami tunduk’.

Ungkapan مُلْحِقٌ dengan huruf ha` berkasrah atau berfathah, tetapi yang pertama lebih populer. Artinya, tidak mustahil akan terjadi.

Ungkapan نَخْلَعُ artinya ‘kami berlepas diri’. []

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 327-328, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Ditakhrij Al-Baihaqi dalam kitab As-Sunan Al-Kubra dan dia menyahihkan isnadnya (2/211). Dalam kitab Irwa’ Al-Ghalil. Syaikh Al-Albani berkata, “Ini isnadnya shahih” (2/170). Dia mauquf kepada Umar Radhiyallahu Anhu.

Syarah Doa Qunut Witir (1)

Yakni do’a berdiri dalam sholat witir. Arti Witir adalah tunggal.

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، (وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ)، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Berilah aku perlindungan sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, bimbinglah aku sebagaimana orang yang telah Engkau bimbing. Berilah berkah apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan qadha’ (ketetapan), dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepada-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong dan (tidak akan mulia orang yang memusuhi-Mu). Mahasuci Engkau, wahai Tuhan kami dan Engkau Mahatinggi.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Hasan bin Ali Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ Ya Allah! Berilah aku petunjuk’, dengan kata lain, kokohkan aku untuk tetap berada dalam petunjuk. Atau tambahkan kepadaku sebab-sebab petunjuk hingga sampai ke tingkat yang paling tinggi.

Ungkapan فِيْمَنْ هَدَيْتَ ‘sebagaimana orang-orang yang Engkau beri petunjuk’, dengan kata lain, di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk atau orang yang Engkau beri petunjuk di antara para nabi dan para wali.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Dzikir Setelah Salam dari Witir

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ

ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، وَالثَّالِثَةُ يَجْهَرُ بِهَا وَيَمُدُّ بِهَا صَوْتَهُ يَقُوْلُ

رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

Mahasuci (Engkau ya Allah), Raja yang Mahasuci.”

Dibaca tiga kali dengan mengeraskan pada kali ketiganya dan memanjangkan suaranya dengan mengucapkan:

“Tuhannya para Malaikat dan Malaikat Jibril.” [1]

Sahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdurrahman bin Abza Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan سُبُّوْحٌ ‘Mahasuci’, Yang jauh dari segala macam aib, dari ungkapan سَبَّحْتَ الله ‘engkau jauhkan Dia dari berbagai macam aib’.

Ungkapan قُدُّوْسٌ ‘Mahasuci’, Yang suci dari segala aib. Mahaagung dalam menjauhi segala macam apa yang memburukkan.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Berpuasa Sunnah Jika Diajak Makan

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ، وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ مَعْنَى: فَلْيُصَلِّ، أَيْ: فَلْيَدْعُ

“Apabila seseorang di antara kamu diundang (makan) hendaklah memenuhinya. Apabila berpuasa, hendaklah mendoakan (kepada orang yang mengundang). Apabila tidak puasa, hendaklah dia makan.”[1]

فَلْيُصَلِّ artinya ‘hendaklah mendo’akan‘.

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan فَلْيُصَلِّ artinya masih diperdebatkan oleh para ahii ilmu. Jumhur mengatakan, “Artinya, hendaknya ber-do’a bagi penyedia makanan dengan permohonan ampunan dan berkah dan lain sebagainya.” Arti kata shalat secara bahasa adalah ‘do’a’. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَصَلِّ عَلَيْهِمْ

“… Dan mendo’alah untuk mereka.” (At-Taubah/9: 103)

Baca tulisan ini lebih lanjut

Doa dan Dzikir Seputar Puasa

Berikut link-link doa dan dzikir yang berkaitan dengan puasa yang ada di blog ini [sampai dengan awal Ramadhan 1434 H), semoga bermanfaat…

  1. Doa berbuka puasa
  2. Syarah: Doa Berbuka Puasa (1)
  3. Syarah: Doa Berbuka Puasa (2)
  4. Ucapan Bila Dicaci Maki Ketika Puasa
  5. Doa Apabila Berbuka di Rumah Orang
  6. Syarah: Doa Ketika Berbuka di Suatu Keluarga
  7. Doa Malam Lailatul Qadar
  8. Doa Qunut Witir
  9. Dzikir Setelah Salam dari Witir
  10. Doa Orang Berpuasa Sunnah Jika Diajak Makan
  11. Syarah: Doa Orang Berpuasa Sunnah Jika Diajak Makan
  12. Doa Melihat Hilal (Bulan Sabit)
  13. Syarah: Doa Melihat Bulan Sabit
  14. eBook: Doa dan Dzikir Seputar Puasa

Syarah Doa Duduk Antara Dua Sujud (2)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَعَافِنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَارْفَعْنِي

“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, tunjukkanlah aku (ke jalan yang benar), cukupkanlah aku, selamatkan aku (tubuh sehat dan keluarga terhindar dari musibah), berilah aku rezeki (yang halal) dan angkatlah derajatku..”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ‘ya Allah ampunilah dosaku’, dengan kata lain, segala dosaku atau segala keterbatasanku dalam ketaatan kepada-Mu.

Ungkapan وَارْحَمْنِيْ ‘berilah rahmat kepadaku‘, dengan kata lain, dari sisi-Mu dan bukan karena amalku. Atau sayangilah aku dengan penerimaan semua macam ibadahku.

Ungkapan وَاهْدِنِيْ ‘tunjukilah aku‘, dengan kata lain, beri aku taufik untuk melakukan segala macam amal shalih.

Ungkapan وَاجْبُرْنِيْ ‘cukupkanlah aku‘, dari kata جبْر dengan kasrah, bukan dari جبر yang artinya kekuatan untuk memaksa. Artinya, kiranya Engkau menutup semua kebutuhanku dan mencukupkanku.

Ungkapan وَعَافِنِيْ ‘selamatkanlah aku‘, dengan kata iain, dari segala macam bala di dunia dan di akhirat. Atau dari segala macam penyakit yang lahir dan yang batin.

Ungkapan وَارْزُقْنِيْ ‘berilah aku rezeki‘, dengan kata lain, dengan karunia dan anugerah-Mu.

Ungkapan وَارْفَعْنِي ‘dan angkatlah derajatku‘, yakni di dunia dan di akhirat dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 174-175 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Ditakhrij Ashhabussunan, kecuali An-Nasa’i; Abu Dawud, no. 850; At-Tirmidzi, no. 284; Ibnu Majah, no. 898. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (1/90) dan Shahih Ibnu Majah, (1/148).

Syarah Doa Duduk Antara Dua Sujud (1)

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ

“Wahai Rabb-ku, ampunilah dosaku, wahai Rabb-ku, ampunilah dosaku.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu Anhu.

Tersebut dalam shalat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada malam hari dan shalat malam beliau yang pan-jang dengan membaca surat Al-Baqarah, An-Nisa”, dan Ali Imran, ruku’ beliau sama dengan panjang berdiri beliau, dan sujud beliau sedemikian pula … dan bahwa beliau dalam duduk di antara dua sujud mengucapkan رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ‘wahai Rabbku, ampunilah dosaku, wahai Rabbku, ampunilah dosaku’ dan beliau duduk sepanjang sujudnya.

Ini menunjukkan bahwa beliau menyebutkan: رَبِّ اغْفِرْ لِيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ‘wahai Rabbku, ampunilah dosaku, wahai Rabbku, ampunilah dosaku‘ lebih dari dua kali sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas, tetapi beliau mengulang-ulang dan menegaskan permohonan ampunan.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 173 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Abu Dawud, (1/231), no. 874. Lihat Shahih lbnu Majah, (1/148).

Syarah Doa Sujud (6)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ وَسِرَّهُ

“Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku yang kecil dan yang besar, yang pertama dan yang terakhir (dosa) yang telah kukerjakan, yang kulakukan dengan terang-terangan dan yang tersembunyi.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan دِقَّهُ ‘yang kecil’, dengan kata lain, sedikit.

Ungkapan جِلَّهُ ‘yang besar’, dengan kata Iain, banyak.

Ungkapan دِقَّهُ وَجِلَّهُ ‘yang kecil dan yang besar’ dan seterusnya adalah rincian setelah penyebutan secara umum, karena ketika mengatakan: اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ كُلَّهُ ‘ampunilah dosaku seluruhnya’, maka telah mencakup seluruh dosanya secara umum. Lalu dirincikan dengan ucapannya: دِقَّهُ وَجِلَّهُ ‘yang kecil dan yang besar’ dan seterusnya. Yang demikian ada-ah pengakuan dan penetapan yang lebih besar berkenaan dengan apa-apa yang telah dilakukan.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 170-171, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Muslim, (1/350), no. 483.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya.