Syarah Doa Untuk Pengantin

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

“Semoga Allah memberi berkah kepadamu dan atasmu serta mengumpulkan kamu bcrdua dalam kebaikan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Disebutkan di dalamnya:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَفَّأَ الْإِنْسَانَ إِذَا تَزَوَّجَ قَالَ

“Bahwa jika Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam memberikan ucapan selamat kepada orang yang menikah mengucapkan…”

Dalam hadits itu terdapat peringatan bahwa yang disukai untuk dikatakan kepada orang yang menikah adalah:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِيْ خَيْرٍ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Mukim Untuk Musafir (2)

زَوَّدَكَ اللهُ التَّقْوَى، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُ مَا كُنْتَ

“Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkan kebaikan kepadamu di mana pun kamu berada.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Hadits seutuhnya adalah ungkapan Anas Radhiyallahu Anhu,

رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُرِيدُ سَفَرًا فَزَوِّدْنِي قَالَ زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى قَالَ زِدْنِي قَالَ وَغَفَرَ ذَنْبَكَ قَالَ زِدْنِي بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي قَالَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lain berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku hendak bepergian, maka bekalilah aku.’ Maka, beliau bersabda, ‘Semoga Allah membekalimu ketakwaan.’ Pria itu berkata lagi, ‘Tambahilah.’ Beliau bersabda, ‘Dan semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.’ Pria itu berkata lagi, ‘Tambahilah.’ Beliau bersabda, ‘Dan semoga memudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada’”

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Berdoa Untuk Orang yang Memberi Makanan atau Minuman

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ

“Ya Allah, berilah makan kepada orang yang memberiku makanan, dan berilah minum kepada orang yang memberiku minuman.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan seutuhnya hadits ini adalah darinya Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

أَقْبَلْتُ أَنَا وَصَاحِبَانِ لِي وَقَدْ ذَهَبَتْ أَسْمَاعُنَا وَأَبْصَارُنَا مِنْ الْجَهْدِ فَجَعَلْنَا نَعْرِضُ أَنْفُسَنَا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَقْبَلُنَا فَأَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ بِنَا إِلَى أَهْلِهِ فَإِذَا ثَلَاثَةُ أَعْنُزٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَلِبُوا هَذَا اللَّبَنَ بَيْنَنَا قَالَ فَكُنَّا نَحْتَلِبُ فَيَشْرَبُ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنَّا نَصِيبَهُ وَنَرْفَعُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبَهُ قَالَ فَيَجِيءُ مِنْ اللَّيْلِ فَيُسَلِّمُ تَسْلِيمًا لَا يُوقِظُ نَائِمًا وَيُسْمِعُ الْيَقْظَانَ قَالَ ثُمَّ يَأْتِي الْمَسْجِدَ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَأْتِي شَرَابَهُ فَيَشْرَبُ فَأَتَانِي الشَّيْطَانُ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَقَدْ شَرِبْتُ نَصِيبِي فَقَالَ مُحَمَّدٌ يَأْتِي الْأَنْصَارَ فَيُتْحِفُونَهُ وَيُصِيبُ عِنْدَهُمْ مَا بِهِ حَاجَةٌ إِلَى هَذِهِ الْجُرْعَةِ فَأَتَيْتُهَا فَشَرِبْتُهَا فَلَمَّا أَنْ وَغَلَتْ فِي بَطْنِي وَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَيْسَ إِلَيْهَا سَبِيلٌ قَالَ نَدَّمَنِي الشَّيْطَانُ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا صَنَعْتَ أَشَرِبْتَ شَرَابَ مُحَمَّدٍ فَيَجِيءُ فَلَا يَجِدُهُ فَيَدْعُو عَلَيْكَ فَتَهْلِكُ فَتَذْهَبُ دُنْيَاكَ وَآخِرَتُكَ وَعَلَيَّ شَمْلَةٌ إِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى قَدَمَيَّ خَرَجَ رَأْسِي وَإِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى رَأْسِي خَرَجَ قَدَمَايَ وَجَعَلَ لَا يَجِيئُنِي النَّوْمُ وَأَمَّا صَاحِبَايَ فَنَامَا وَلَمْ يَصْنَعَا مَا صَنَعْتُ قَالَ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ كَمَا كَانَ يُسَلِّمُ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى ثُمَّ أَتَى شَرَابَهُ فَكَشَفَ عَنْهُ فَلَمْ يَجِدْ فِيهِ شَيْئًا فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ الْآنَ يَدْعُو عَلَيَّ فَأَهْلِكُ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي قَالَ فَعَمَدْتُ إِلَى الشَّمْلَةِ فَشَدَدْتُهَا عَلَيَّ وَأَخَذْتُ الشَّفْرَةَ فَانْطَلَقْتُ إِلَى الْأَعْنُزِ أَيُّهَا أَسْمَنُ فَأَذْبَحُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هِيَ حَافِلَةٌ وَإِذَا هُنَّ حُفَّلٌ كُلُّهُنَّ فَعَمَدْتُ إِلَى إِنَاءٍ لِآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانُوا يَطْمَعُونَ أَنْ يَحْتَلِبُوا فِيهِ قَالَ فَحَلَبْتُ فِيهِ حَتَّى عَلَتْهُ رَغْوَةٌ فَجِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَشَرِبْتُمْ شَرَابَكُمُ اللَّيْلَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَلَمَّا عَرَفْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَوِيَ وَأَصَبْتُ دَعْوَتَهُ ضَحِكْتُ حَتَّى أُلْقِيتُ إِلَى الْأَرْضِ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى سَوْآتِكَ يَا مِقْدَادُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ مِنْ أَمْرِي كَذَا وَكَذَا وَفَعَلْتُ كَذَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذِهِ إِلَّا رَحْمَةٌ مِنْ اللَّهِ أَفَلَا كُنْتَ آذَنْتَنِي فَنُوقِظَ صَاحِبَيْنَا فَيُصِيبَانِ مِنْهَا قَالَ فَقُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُبَالِي إِذَا أَصَبْتَهَا وَأَصَبْتُهَا مَعَكَ مَنْ أَصَابَهَا مِنْ النَّاسِ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Malas Berdoa = Orang Paling Lemah

Allah عزّوجلّ telah memerintahkan hamba-Nya untuk memanjatkan doa kepada-Nya, karena memuat kemaslahatan besar bagi mereka

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Allah عزّوجلّ berfirman: “Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir/40:60).

Syaikh as-Sa’di رحمه الله berkata “Ini, diantara bukti kelembutan Allah terhadap عزّوجلّ para hamba dan nikmat-nikmat-Nya yang agung, yaitu Allah menyeru mereka untuk melakukan hal-hal yang memuat kemaslahatan bagi agama dan dunia mereka. Dia عزّوجلّ memerintahkan mereka untuk berdoa kepada-Nya, doa ibadah dan doa permintaan, dan memberikanjanji kepada mereka akan mengabulkan permohonan mereka”.[1]

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Do'a Bila Tertimpa Keraguan dalam Iman (1-2)

يَسْتَعِيْذْ بِاللَّهِ

“Berlindung (isti’adzah) kepada Allah.” (Isti’adzah adalah mengucapkan أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ‘a’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim —red.)

يَنْتَهِي عَمَّ شَكَّ فِيْهِ

“Berhenti dari keraguannya.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

يَقُوْلُ: آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

” Dia berkata, ‘Aku beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya.”[2]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ، فَيَقُوْلُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُوْلَ: مَنْ خَلَقَ رَبُّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah Doa Orang Kesulitan

اَللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Ya Allah, tiada yang mudah, kecuali apa yang Engkau mudahkan, dan tiada yang sulit jika Engkau menghendakinya kemudahan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan لاَ سَهْلَ ‘tiada yang mudah‘, dengan kata lain, tiada sesuatu yang lembut atau mudah, kecuali yang Engkau jadikan lembut dan mudah.

Ungkapan الْحَزْن ‘sulit‘, dengan kata lain, segala yang besar dan sukar.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 364


[1] Ibnu Hibban dalam shahihnya. no. 2427; Al-Mawarid, Ibnu As-Sunni. no. 351. Dan Al-Hafizh berkata. “Ini adalah hadits shahih” dan di shahihkan oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar, karya An-Nawawi. hlm. 106.

Ucapan Bila Takut Kaum Lain

اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ

“Ya Allah, lindungilah aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Shuhaib bin Sinan, Abu Yahya Ar-Rumi Radhiyallahu Anhu.

Do’a ini muncul berkenaan dengan kisah seorang anak dan pendeta yang sangat masyhur.

Ungkapan اكْفِنِيْهِمْ ‘lindungilah aku dari mereka‘, dengan kata lain, lindungilah dan amankanlah aku dari mereka.

Ungkapan بِمَا شِئْتَ ‘dengan apa yang Engkau kehendaki‘, dengan kata lain, dengan segala yang Engkau kehendaki berupa sebab-sebab penjagaan dan pemeliharaan.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 353


[1] Muslim, (3/1362), no. 1742 dan 21.

Syarah: Doa Bagi Orang yang Mengenakan Pakaian Baru (2)

اِلْبَسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

“Berpakaian yang baru, hiduplah dengan terpuji, dan matilah dalam keadaan syahid.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan اِلْبَسْ جَدِيْدًا  ‘berpakaian yang baru’ adalah bentuk perintah, namun yang dimaksudkan dengan ungkapan itu sebagai do’a: kiranya Allah Ta’ala menganuge-rahkan pakaian baru. Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengucapkan do’a yang demikian ketika meiihat umar yang mengenakan baju putih. Maka, beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya,

ثَوْبُكَ هَذَا غَسِيلٌ أَمْ جَدِيدٌ فَقَالَ: لَا، بَلْ غَسِيلٌ قَالَ صلى الله عليه وسلم: الْبَسْ جَدِيدًا

Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarah: Doa Bagi Orang yang Mengenakan Pakaian Baru (1)

تُبْلِي وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى

“Kenakanlah sampai lusuh, semoga Allah Ta’ala memberikan gantinya kepadamu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan تُبْلِي berasal dari kata: الْإِبْلاَءُ dengan kata lain ‘lusuh’ yang dimaksud adalah mengenakan pakaian itu hingga lusuh dan menjadi gombal.

Ungkapan وَيُخْلِفُ اللهُ تَعَالَى ‘Allah Ta’ala memberikan gantinya’ dengan kata lain, pakaian yang rusak itu diganti dengan yang lebih baik.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Abu Dawud, (4/41), no. 4020. Dan lihat Shahih Abu Dawud (2/760).

Berlindung dari Orang-orang Zhalim

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu” (QS. Al-Qashash[28]: 21)

رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu” (QS. al-A’raaf[7]: 47)

رَبِّ انصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu” (QS. al-’Ankabuut[29]: 30)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.022 pengikut lainnya.