Dzikir Pagi dan Petang (5)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”[1]

Disalin dari Terjemah Hishnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, Hal. 83.


[1]  “Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, kemudian dia meninggal, maka ia akan masuk syurga, demikian juga jika (dibaca) pada pagi hari.” HR. Al-Bukhari: 7/150.

Syarah Ucapan Bila Orang Kafir Memuji Allah Ketika Bersin

يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan memperbaiki kondisimu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya terdapat ucapan Abu Musa Radhiyallahu Anhu,

كَانَتِ الْيَهُوْدُ تَعَاطَسَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَاءً أَنْ يَقُوْلَ لَهَا: يَرْحَمُكَ اللهُ، فَكَانَ يَقُوْلُ: ….

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Mengusir Setan dan Segala Gangguannya (3)

الأَذْكَارُ وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ

“Dzikir-dzikir dan membaca Al-Qur’an.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya syetan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”[1]

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Sujud (2)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ

“Mahasuci Engkau, ya Allah! Rabb kami, dan dengan pujianku pada-Mu. Ya Allah! Ampunilah dosaku.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Al-Bukhari Rahimahullah mengatur bab dan memasukkan hadits ini ke dalam bab do’a dalam ruku’.

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Ruku’ (5)

سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

“Mahasuci (Allah) yang memiliki keperkasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Auf bin Malik Al-Asyja’i Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan ذِي الْجَبَرُوْتِ “Yang memiliki keperkasaan’, الْجَبَرُوْت berasal dari kata: الْجَبَرَ yaitu ‘paksaan’. Kata ini adalah satu di antara sifat-sifat Allah Ta’ala dan dari kata ini kata yang lain: الْجَابِر. Yang artinya yang memaksa para hamba untuk melakukan apa yang diinginkan, baik berupa perintah atau larangan.

Ungkapan اْلمَلَكُوْتِ ‘kekuasaan’, dari kata الْمُلْك yang artinya ذِي الْمَلَكَوْت ‘Pemilik kekuasaan’: Pemilik kerajaan segala sesuatu.

Bentuk shighah fa’alut untuk mubalaghah ‘sangat’.

Ungkapan وَالْكِبْرِيَاءِ ‘kebesaran’, dengan kata lain, Mahasuci Dzat Yang memiliki kebesaran, dengan kata lain, keagungan dan kekuasaan. Dikatakan, “Dia adalah ungkapan tentang kesempurnaan dzat, kesempurnaan wujud, dan tidak mungkin disifati dengannya selain Allah Ta’ala.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 160, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Abu Dawud, (1/230), no. 873; An-Nasa’i, (2/191); dan Ahmad, (6/24). Isnadnya hasan.

Syarah Doa Setelah Ada Petir

Dengan kata lain, do’a yang harus dibaca ketika terjadi petir.

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

“Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya dan begitu pula para malaikat, karena takut kepada-Nya.”[1]

Abdullah  bin Az-Zubair Radhiyallahu Anhuma jika mendengar petir langsung berhenti berbicara dan berucap:

x(سُبْحَانَ الَّذِيْ (يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ، وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

“Mahasuci Dzat Yang disucikan (guruh dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya).” (Ar-Ra’d: 13)

Baca pos ini lebih lanjut

Syarah Doa Ketika Ada Angin (1)

Dengan kata lain, do’a yang dibaca ketika ada hembusan angin.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

” Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya  dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Hadits ini seutuhnya adalah sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

الرِّيحُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ قَالَ سَلَمَةُ فَرَوْحُ اللَّهِ تَأْتِي بِالرَّحْمَةِ وَتَأْتِي بِالْعَذَابِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهَا فَلَا تَسُبُّوهَا وَسَلُوا اللَّهَ خَيْرَهَا وَاسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا

“Angin adalah sebagian dari rahmat Allah. Datang dengan membawa rahmat dan datang pula dengan adzab. Jika kalian melihatnya, maka janganlah kalian mencacinya dan mohonlah kebaikannya kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari keburukannya.”

Ungkapan الرِّيحُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ‘angin adalah sebagian dari rahmat Allah’, dengan kata lain, sebagian dari rahmat Allah Ta’ala untuk para hamba-Mya.

Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.082 pengikut lainnya.