Istigfar Nabi Musa عليه السلام

Begitu pula Allah عزّوجلّ menyebutkan istighfar nabi-Nya Musa عليه السلام. Diatara hal itu adalah firman Allah عزّوجلّ tentang Musa عليه السلام:

قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Dia berkata, ‘Wahai Rabbku, sungguh aku menzhalimi diriku, berilah ampunan untukku,’ maka Dia memberi ampunan kepada-nya. Sungguh Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Qashshash/28: 16)

Dan Musa عليه السلام berkata pula:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلأخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

‘Wahai Rabbku. berilah ampunan untukku dan untuk saudaraku, dan masukkanlah kami dalam rahmat-Mu, dan Engkau Maha Penyayang di antara yang penyayang,” (QS. Al-A’raf/7: 151)

Dan Musa عليه السلام berkata:

سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

“Mahasuci Engkau, aku bertauhat kepada-Mu, dan aku termasuk orang-orang beriman yang pertama.” (QS. Al-A’raf/7: 143)

Baca pos ini lebih lanjut

Istigfar Nabi Ibrahim عليه السلام

Allah عزّوجلّ menyebutkan juga istighfar Ibrahim Al-Khalil عليه السلام. Allah عزّوجلّ menyebutkan bahwa beliau berkata:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Wahai Rabb kami, berilah ampunan untukku, dan untuk kedua orangtuaku, dan untuk orang-orang beriman, pada hari ditegakkan hisab.” (QS. Ibrahim/14: 41)

Dan firman-Nya:

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

“Dan yang aku sangat harapkan adalah diberi ampunan untukku dari kesalahan-kesalahanku pada hari pembalasan.” (QS. Asy-Syu’araa’/26: 82),

Dan firman-Nya:

وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Dan perlihatkan kepada kami manasik-manasik kami, dan terimalah taubat kami, sungguh, Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah/2: 128)[]

Disalin dari Fikih Do’a dan Dzikir Jilid 2, pada bab ‘Istigfar Para Nabi عليهم السلام’, Karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Terbitan Griya Ilmu-Jakarta, hal. 413.

Istigfar Nabi Nuh عليه السلام

Allah عزّوجلّ menyebutkan pula tentang Nuh عليه السلام ketika memohon pada Rabbnya dan menyeru kepada-Nya:

إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

“Sungguh anakku ini termasuk keluargaku, dan sungguh janji-Mu adalah haq, dan Engkau hakim paling bijak.” (QS. Hud/11: 45)

Ketika itu Nuh عليه السلام dihinggapi belas kasih terhadap anaknya, sementara Allah عزّوجلّ telah menjanjikan baginya keselamatan keluarganya, maka beliau عليه السلام mengira janji itu berlaku umum bagi yang beriman dan yang tidak beriman, dan karena itu beliau berdoa seperti ini. Maka Allah عزّوجلّ berfirman kepadanya:

يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلا تَسْأَلْنِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Wahai Nuh, sungguh ia bukan termasuk keluargamu, sungguh ia berada di atas amal tidak shalih, maka janganlah minta pada-Ku apa yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, sungguh Aku menasihatimu agar engkau tidak menjadi orang-orang yang bodoh (QS. Hud/11: 46)

Akhirnya beliau عليه السلام menyesal atas apa yang telah terjadi lalu memohon kepada Rabbnya maaf dan pengampunan:

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dia berkata, ‘Wahai Rabbku, sungguh aku berlindung dengan-Mu untuk mohon kepada-Mu apa yang aku tidak memiliki ilmu tentangnya, dan jika Engkau tidak mengampuniku dan tidak merahmatiku niscaya aku termasuk mereka yang merugi.'” (QS. Hud/11: 47)

Inilah istighfar dan taubat dari beliau عليه السلام.[]

Disalin dari Fikih Do’a dan Dzikir Jilid 2, pada bab ‘Istigfar Para Nabi عليهم السلام’, Karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Terbitan Griya Ilmu-Jakarta, hal. 412-413.

Istigfar Nabi Adam عليه السلام

Allah عزّوجلّ telah  menyebutkan  dalam  kitab-Nya Al-Qur’an yang mulia. tentang para nabi dan rasul-Nya عليهم السلام, berupa kesempurnaan peribadatan   mereka, kesempurnaan penghinaan diri mereka, ketundukan mereka, dan kepasrahan mereka kepada Rabb semesta alam. Mereka dalam kebaikan sebagai penuntun dan bagi orang-orang mendapat   perunjuk   di   antara   hamba-hambaNya sebagai teladan dan panutan. Di samping kesempurnaan ini, mereka terus-menerus dalam taubat   dan   istighfar.   kembali   kepada   Maha   Perkasa   lagi   Maha Pengampun, Ajiah عزّوجلّ telah menyebutkan di sejumlah tempat dalam Al-Qur’an tentang para nabi. permohonan ampunan mereka, serta taubat mereka kepada Allah عزّوجلّ. Di antara hal itu adalah apa yang disebutksn Allah عزّوجلّ berkenaan dengan nabi Adam عليه السلام. Allah عزّوجلّ berfirman:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ. فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الأرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ. فَتَلَقَّى آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

“Dan Kami berfirman, ‘Wahai Adam, tinggallah Engkau dan istrimu di surga, dan makanlah oleh kamu berdua darinya sepuasnya, dimana saja kamu berdua kehendaki, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, sehingga kamu berdua menjadi orang-orang zhalim.    Maka    setan    menggelincirkan    keduanya    darinya, ia mengeluarkan  mereka  berdua  dari apa yang keduanya  berada padanya, dan Kami berfirman.  ‘Turunlah kalian, sebagian kalian menjadi musuh atas sebagian yang lain, dan untuk kamu di bumi tempat tinggal serta kesenangan hingga waktu tertentu.’ Adam pun menerima dari Rabbnya beberapa kalimat dan Dia pun menerima taubatnya.   Sungguh   Dia   Maha   Penerima   taubat   lagi  Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah/2: 35-37)

Dan firman-Nya dalam ayat lain:

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ. فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ. وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ. فَدَلاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُلْ لَكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُبِينٌ. قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

“Dan wahai Adam, tinggatlah engkau dan istrimu di surga, dan makanlah kamu berdua dari mana saja kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak termasuk orang-orang zhalim. Setan memberi waswas kepada keduanya untuk menampakkan bagi keduanya apa yang ditutupi dari kemaluan keduanya, dan setan berkata, ‘Tidaklah kamu berdua dilarang oleh Rabb kamu dari pohon ini, melainkan agar kamu berdua (tidak) menjadi dua malaikat atau kamu berdua menjadi mereka yang kekal. Dia bersumpah pada keduanya, ‘Sungguh aku bagi kamu berdua termasuk para pemberi nasihat’ Dia merayu keduanya dengan tipu daya. Keduanya mencicipi pohon itu, tampaklah kemaluan keduanya, dan mulailah keduanya menutupi atas keduanya dengan daun-daun surga, dan keduanya diseru oleh Rabb mereka berdua, ‘Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu, dan Aku katakan kepada kamu berdua; sungguh setan bagi kamu berdua adalah musuh yang nyata.’ Keduanya berkata. ‘Wahai Rabb kami, kami telah menzhaiimi diri-diri kami, dan jika Engkau tidak mengasihi kami. niscaya kami benar-benar termasuk mereka yang merugi.’” (QS. Al-A’raf/7: 20-23).

Dan firman-Nya:

وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى. ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى.

“Dan Adam durhaka kepada Rabbnya maka dia menyimpang. Kemudian Rabbnya memilihnya dan menerima taubatnya serta memberinya petunjuk.” (QS. Thaha/20: 121-122)

Disalin dari Fikih Do’a dan Dzikir Jilid 2, pada bab ‘Istigfar Para Nabi عليهم السلام’, Karya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr, Terbitan Griya Ilmu-Jakarta, hal. 410-412.

Bacaan Al-Qur’an Sebelum Tidur (2)

5. Membaca Surat Al-Kafiruun

اقْرَأْ عِنْدَ مَنَامِكَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا، فَإِنَّهَا بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ

“Bacalah ketika akan tidur, ‘qul yaa ayyuhal kaafiruun,’ kemudian tidurlah setelah selesai menamatkannya, sesungguhnya ia pelepasan diri dari syirik.” (HR. Ahmad, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib, no. 604)

Lihat Membaca Surat Al-Kafirun Sebelum Tidur

6. Membaca Surat Az-Zumar dan Bani Isra’il (Al-Israa’)

عَنْ أَبِي لُبَابَةَ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الزُّمَرَ وَبَنِي إِسْرَائِيلَ

Dari Abu Lubabah, ia berkata: Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah tidur hingga beliau membaca (surat) Az-Zumar dan Bani Isra’il.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Khuzimah dan lainnya, dishahihkan al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, lihat pula Ash-Shahihah no. 641)

7. Membaca Surat-surat Al-Musabihaat

عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الْمُسَبِّحَاتِ وَيَقُولُ فِيهَا آيَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ

Dari Al Irbadh bin Sariyyah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah tidur hingga beliau membaca (surat-surat) Al-Musabihaat dan beliau bersabda tentangnya, “Sesungguhnya pada surat-surat itu terdapat satu ayat yang lebih baik dari seribu ayat.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Surat Al-Musabihaat adalah surat yang dimulai dengan tasbih, yakni Surat Al-Israa’, Al-Hadiid, al-Hasyr, Ash-Shaaff, Al-Jumu’ah, At-Taghaabuun, Al-A’laa (Tuhfatul Ahwaziy, 7/339)

Imam Ibnu Katsir asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa ayat yang lebih baik dari seribu ayat tersebut adalah:

هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلأَخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Allah, Al-Awwal (Yang Pertama) dan Al-Akhir (Yang Akhir), Azh-Zhahir (Yang paling atas/zhahir) dan Al-Bathin (Yang paling bathin). Dan Dia ‘Aliim (Maha mengetahui) terhadap segala sesuatu. (QS. Al-Hadid/57: 3).[]

Bacaan Al-Qur’an Sebelum Tidur (1)

1. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النبيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا  أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ  لَيْلَةٍ يَجْمَعُ كَفَّيْهِ ثُـمَّ يَنْفُثُ فِيْهِمَا فَـيَقْرَأُ فِيْهِمَا قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ و قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ و قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ثُمَّ يَـمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dia berkata; “Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berada ditempat tidurnya setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniupkan, lalu membaca kepada keduanya ‘Qul huwallahu ahad’, ‘Qu a’udzu birabbil falq’ dan ‘Qul a’udzu birabbinnas’,  lalu dengan kedua telapak tangan beliau mengusap semua anggota tubuhnya yang bisa dijangkau. Beliau memulai mengusap dengan menggunakan kedua telapak tangannya dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuhnya. Beliau melakukan demikian tiga kali.”

Lihat Syarah Dzikir Sebelum Tidur (1)

2.  Membaca ayat Kursi (QS. Al-Baqarah/2 :255), lihat Syarah Dzikir Sebelum Tidur (2)

3. Membaca Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihat Syarah Dzikir Sebelum Tidur (3)

4. Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Mulk

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ آلـم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ وَتَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْـمُلْكُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak tidur, beliau membaca: Aliflaam miim tanziil as-Sajdah (QS. As-Sajdah: 1-30) dan Tabaarakalladzii biyadihil mulku. (QS. Al-Mulk: 1-30).” (HR. Al-Bukhari dalam Shahiih al-Adabil Mufrad no. 1207 dan 1209, Ahmad III/340, ad-Darimi 11/455 dan lainnya, shahih. Lihat ash-Shahiihah no. 585

Lihat Syarah Dzikir Sebelum Tidur (12)

Bersambung Insya Allah…..

eBook Syarat-Syarat Terkabulnya Doa

Nama eBook: Syarat-Syarat Berdoa
Penulis: Syaikh Sa’id bin Ali Wahf al-Qahthani

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين. وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله :وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أَمَّا بَعْدُ:

Do’a dan ta’awudz (mohon perlindungan) ibarat senjata. Kehebatan senjata bergantung kepada pemakainya, bukan hanya dari ketajamannya saja, apabila senjata telah sempurna tidak ada cacatnya, lengan yang menggunakannya kuat, dan penghalang tidak ada, niscaya dapat membinasakan musuh. Apabila kurang salah satu dari tiga perkara ini, maka pengaruhnya tidak akan ada. Demikian pula dengan do’a, apabila isi do’a tidak baik, atau orang yang berdo’a tidak menggabungkan antara hati dan lisannya, atau adanya penghalang bagi terkabulnya do’a, maka do’a tidak akan berhasil.

Pelajarilah syarat-syarat berdo’a dan hal-hal yang menghalangi terkabulnya do’a, di dalam pembahasan berikut akan dijelaskan syarat-syarat berdo’a.

Syarat-syarat terpenting bagi terkabulnya do’a ialah:

  1. Ikhlas
  2. Mengikuti Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam berdo’a
  3. Percaya dan yakin diterima Allah
  4. Menghadirkan hati sewaktu berdo’a dan khusyu’, mengharapkan ganjaran pahala dari Allah dan takut kepada adzab-Nya
  5. Adanya keinginan yang kuat, dan kesungguhan dalam berdo’a

Selamat menyimak penjelasan dari syarat-syarat tersebut dalam eBook ini dan semoga Allah mengabulkan do’a-do’a kita sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Mengabulkan Do’a…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atauDownload PDF atau Download Word

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.155 pengikut lainnya