Manfaat Doa Sebelum Jima’

MANFAAT DOA SEBELUM JIMA’
Oleh: Ustadz Abu Minhal. Lc

Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah mengajarkan doa-doa dan dzikir-dzikir bagi umatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Doa-doa dan dzikir-dzikir tersebut sangat penting diamalkan oleh umat Islam dikarenakan teks-teks doa dan dzikir terbaik tersebut berasal dari wahyu yang tidak memuat sedikit pun kesalahan.

Termasuk dzikir atau doa yang disyariatkan bagi umat Islam adalah doa sebelum seorang lelaki mencampuri istrinya.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما, bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengajarkan doa berikut ini bagi seseorang yang hendak mencampuri istrinya:

بِاسْمِ االلهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”,

Baca pos ini lebih lanjut

Membaca Ta’awwudz Ketika Sholat Terganggu

MEMBACA TA’AWWUDZ KETIKA
KONSENTRASI SHALAT TERGANGGU
Majalah as-Sunnah Ed. 8 Th. XX_1438H/2017M, hal.1.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Aku berlindung kepado Allah dari syaitan yang terkutuk.

Kemudian meniupkan mulut dengan sedikit hembusan Ludah (tafl; bukan meludah) sebanyak tiga kali.

Ini seperti ucapan Utsman bin Abil ‘Ash رضي الله عنه ketika datang kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, “Wahai Rasulullah! Sungguh, syaitan telah menghalangi antara aku dengan shalatku dan bacaanku, la membuatnya rancu bagiku? “Maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Itu adalah syaitan, yang disebut dengan Khinzab. Bila engkau merasakannya, maka mohonlah perlindungan kepada Allah صلى الله عليه وسلم darinya. Dan tiupkanlah dengan sedikit hembusan ludah ke arah kirimu tiga kali.” Lalu aku (Utsman bin Abil ‘Ash) pun melakukannya, dan Allah عزّوجلّ menghilangkan gangguan syaitan itu dariku. (HR. Muslim).

Utsman bin Abil Ash رضي الله عنه dalam hadits di atas mendapati ada rasa was-was dan gangguan kala ia shalat. Syaitan telah menghalangi kekhusyukannya. Syaitan telah mengganggunya, sehingga ia tidak bisa merasakan kelezatan shalat dan konsentrasi untuk menghadirkan khusyuk. Karena syaitan telah mengacaukan shalatnya dan membuatnya dihinggapi ragu-ragu dalam shalatnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Nabi Zakariyya Memohon Anak Sholeh

DOA NABI ZAKARIYYA عليه السلام
MEMOHON KETURUNAN YANG SHALIH
Majalah as-Sunnah Ed. 12 Th. XX_1438H/2017M, hal.1.

رَبِّ هَبْ لِي مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاء

Wahai Rabbku! Berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa. (QS. Ali Imran/3: 38).

Ini adalah doa Nabi Zakariya عليه السلام. Tatkala Allah عزّوجلّ memberi rezeki kepada Maryam buah-buahan tidak pada musimnya; buah-buahan musim dingin tersedia pada musim panas terik, dan buah-buahan musim panas tersedia di musim dingin. Melihat itu, Zakariya عليه السلام sangat tergerak untuk mendapatkan anak. Padahal usianya sudah tua, demikian juga istrinya, bahkan dia mandul. Namun ia sadar, bahwa Dzat yang mendatangkan itu semua untuk Maryam, pasti berkuasa memberinya anak.

Nabi Zakariyya عليه السلام berdoa kepada Rabbnya agar dianugerahi keturunan yang baik; baik akhlak dan adabnya, agar nikmat agama dan dunia menjadi sempurna dengan keberadaan mereka.

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim Tanpa Sepengetahuannya

KEUTAMAAN MENDOAKAN KEBAIKAN SESAMA MUSLIM TANPA SEPENGETAHUANNYA
Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

عَنْ أَبِيْ الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِـمِثْلٍ

Dari Abu ad-Darda’ رضي الله عنه bahwa sesungguhnya  Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Do’a (kebaikan) seorang Muslim bagi saudaranya (sesama Muslim) di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) adalah mustajab (dikabulkan oleh Allah), di atas kepalanya ada malaikat yang ditugaskan (dengan perintah Allah untuk urusan ini), setiap kali dia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: “Amin (Ya Allah, kabulkanlah!) dan kamu juga akan mendapatkan (kebaikan) seperti itu”. (HR. Muslim no. 2733).

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Agar Terjaga Dari Buruknya Perilaku

AGAR TERJAGA DARI BURUKNYA
PERILAKU ANGGOTA BADAN
Majalah As-Sunnah Ed. 11 Th. XIX 1437H/2016M

اللَّهُمَّ عَافِنِي مِنْ شَرِّ سَـمْعِي وَبَصَرِي وَلِسَانِي وَقَلْبِي وَ شَرِّ مَنِيِّي

Ya Allah Berilah aku keselamatan dari buruknya pendengaranku, penglihatanku, lidahku, dan hatiku, serta dari buruknya air maniku. (HR. An-Nasai, Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad)

Dalam riwayat al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, begitu pula dalam riwayat an-Nasa’i, Syakal bin Humaid berkata, “Wahai Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku doa yang bisa aku ambil manfaat darinya! Lalu Beliau menjawab: “Katakanlah…! Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم menyebutkan doa di atas.

Sedangkan dalam riwayat at-Tirmidzi, Syakal bin Humaid berkata kepada Nabi صلى الله عليه وسلم: “Wahai Rasulullah! Ajarkanlah kepadaku doa perlindungan, aku meminta perlindungan dengannya! Lalu Rasulullah صلى الله عليه وسلم menggamit tapak tanganku dan berkata, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَـمْعِي وَمِنْ شَرِّ بَصَرِي وَمِنْ شَرِّ لِسَانِي وَمِنْ شَرِّ قَلْبِي وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّي

Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari buruknya pendengaranku, buruknya penglihatanku, buruknya lidahku, dan dari buruknya hatiku serta buruknya air maniku. (HR. At-Tirmidzi)

Baca pos ini lebih lanjut

Doa Rasulullah Pada Perang Hunain

Dari Salamah Ibnu Akwa` radhiyallahu ‘anhu di dalam haditsnya tentang perang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perang Hunain ia berkata, “Maka pada saat mereka mengelilingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau turun dari bighal (sejenis kuda) lalu beliau menggenggam segenggam tanah dari bumi lalu menghadap kearah wajah-wajah mereka [kaum kafir], seraya berkata, “Binasalah wajah-wajah mereka”, maka tidaklah Allah ciptakan di antara mereka seorang manusia kecuali penuh kedua matanya dengan tanah dari segenggam tanah tadi. Lalu mereka mundur dan Allah menghancurkan mereka, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membagikan harta rampasan perang kepada kaum Muslim. (HR. Muslim).[]

Disalin dari Kitab Agar Doa Dikabulkan Karya Syaikh Said bin Ali Wahf al-Qahthani pada Pasal V: Perhatian para Rasul terhadap do’a dan Allah Memperkenankan do’a mereka, hal. 100, Penerbit Darul Haq-Jakarta.

Doa Rasulullah Pada Perang Ahzab

Kelompok yang memerangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada perang Ahzab terdiri dari lima golongan, yaitu kaum musyrik dari ahli Mekah, kabilah-kabilah Arab, orang-orang Yahudi dari luar kota Madinah, Bani Quraidlah dan orang-orang munafiq, di mana jumlah orang-orang kafir di perang Khandaq/Ahzab sebanyak 10.000, dan kaum Muslim bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebanyak 3.000, dan mereka telah mengepung Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selama sebulan dan tidak terjadi di antara mereka peperangan kecuali apa yang terjadi pada Amr Ibnu Wudd al-‘Amiri dan Ali Ibnu Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu dan Ali langsung membunuhnya, dan perang ini terjadi pada tahun keempat hijriah. (Zadul Ma’ad, 3/ 274).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

اللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ سَرِيعَ الْحِسَابِ اللَّهُمَّ اهْزِمْ الْأَحْزَابَ اللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

“Ya Allah, yang menurunkan kitab, yang cepat penghisaban-Nya, hancurkanlah kelompok-kelompok itu, ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.” (HR al-Bukhari).

Baca pos ini lebih lanjut