Doa Orang Berpuasa Sunnah Jika Diajak Makan

Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كَانَ صَائِمًا فَلْيُصَلِّ وَإِنْ كَانَ مُفْطِرًا فَلْيَطْعَمْ

“Apabila seseorang di antara kamu diundang (makan) hendaklah dipenuhi. Apabila puasa, hendaklah mendoakan (kepada orang yang mengundang). Apabila tidak puasa, hendaklah makan.” (HR. Muslim)

Penjelasan:
Syaikh Sa’id bin ‘Ali al-Qahthani dalam Syarah Hisnul Muslim berkata: “…bahwa jika puasanya tidak menyulitkan orang yang mengundangnya dan tetap memberinya izin, maka puasanya lebih utama dan ditambah doa. Sedangkan jika puasanya menyulitkan saudaranya yang mengundang, maka berbuka baginya lebih utama, karena orang yang melakukan ibadah sunnah adalah untuk dirinya sendiri, dan karena dengan berbuka akan membuat rasa gembira pada diri saudaranya…”


Sumber:
Hisnul Muslim oleh Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani
Syarah Hisnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: