Sujud Syukur

Disunnahkan bagi yang memperoleh nikmat, terhindar dari bencana, atau me­nerima kabar gembira, agar bersujud. Hal dilakukan sebagai wujud peneladanan kita terhadap Nabi صلي الله عليه وسلم.
Dari Dari Abu Bakrah رضي الله عنه, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صلي الله عليه وسلم كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

“Jika Nabi صلي الله عليه وسلم mendapat sesuatu yang menggembirakan atau merasa bahagia, beliau menyungkur sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aalaa.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan ini lafadznya, lihat Shahih Ibnu Majah no.1143)


Sumber dan bacaan lebih lanjut:
eBook Sujud Syukur dan Sujud Tilawah

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: