Qunut Nazilah

Qunut Nazilah adalah do’a qunut ketika musibah atau kesulitan menimpa kaum Muslimin, seperti peperangan, terbunuhnya kaum Muslimin, atau diserangnya kaum Muslimin oleh orang-orang kafir. Qunut Nazilah yaitu mendo’akan kebaikan atau kemenangan kaum Mukminin dan mendo’akan kecelakaan atau kekalahan, kehancuran dan kebinasaan bagi orang-orang kafir, musyrikin dan selainnya yang memerangi kaum Muslimin. Qunut Nazilah ini hukumnya sunnah, dilaksanakan sesudah ruku’ di rakaat terakhir pada shalat wajib lima waktu, dan hal ini dilakukan oleh Imam atau Ulil Amri.

Imam at-Tirmidzi berkata: “Ahmad (bin Hanbal) dan Ishaq bin Rahawaih telah berkata: ‘Tidak ada qunut dalam shalat Fajar (Shubuh) kecuali bila terjadi Nazilah (musibah) yang menimpa kaum Muslimin. Maka apabila telah terjadi sesuatu, hendaklah imam (yakni Imam kaum Muslimin atau Ulil Amri) mendo’akan kemenangan bagi tentara-tentara kaum Muslimin.”[1]

Berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas, bahwasanya Rasulullah صلي الله عليه وسلم melakukan qunut satu bulan berturut-turut pada shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib, ‘Isya’ dan Shubuh di akhir setiap shalat, yakni apabila beliau telah membaca: ‘Sami’allaahu liman hamidah’ dari rakaat terakhir, beliau صلي الله عليه وسلم mendo’akan kecelakaan atas mereka, satu kabilah dari Bani Sulaim, Ri’il, Dzakwan dan Ushayyah. Sedangkan orang-orang yang di belakang beliau  صلي الله عليه وسلم mengaminkannya.[2]

Hadits-hadits tentang qunut Nazilah banyak sekali, dilakukan pada shalat lima waktu sesudah ruku’ di rakaat terakhir.

Imam an-Nawawi memberikan bab dalam Syarah Muslim dari Kitaabul Masaajid, bab 54: Istihbaabul Qunuut fii Jamii’ish Shalawaat idzaa Naazalat bil Muslimiin Nazilah “Bab disunnahkan qunut pada semua shalat (yang lima waktu) apabila ada musibah yang menimpa kaum Muslimin.”[3]


[1] Tuhfatul Ahwadzi Syarh at-Tirmidzi II/434
[2]
HR. Abu Dawud no. 1443, Ahmad 1/301, al-Hakim 1/225 dan al-Baihaqi 11/200 dan 212, lihat Irwaa-ul Ghahil II/163.
[3]
Lihat juga masalah ini dalam Zaadul Ma’aad I/ 272-273, Nailul Authaar 11/374-375 – muhaqqaq.

Sumber:
Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: