Adab Bersin dan Menguap

ADAB KETIKA BERSIN DAN MENGUAP

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas خفظه الله

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaklah membaca: الْـحَمْدُ لِلَّهِ ‘Segala puji bagi Allah’, lantas saudara atau temannya berkata: يَرْحَمُكَ اللَّهُ ‘Semoga Allah memberikan rahmat kepada-Mu.’ Bila teman atau saudaranya berkata demikian, bacalah: يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ‘Semoga Allah memberikan petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu”.[1]

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci kuapan (menguap). Jika salah seorang dari kamu bersin dan ia memuji Allah, (mengucapkan alhamdulillaah), maka hendaklah setiap Muslim yang mendengarnya, agar mengatakan kepada orang yang bersin: ‘Yarhamukallaah (semoga Allah merahmatimu). Adapun kuapan itu datangnya dari syaitan, jika salah seorang dari kalian menguap, hendaklah ia menahan semampunya. Sebab syaitan akan tertawa jika salah seorang dan kalian menguap.” [2]

Dari Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللَّهَ، فَشَمِّتُوهُ فَإِنْ لَـمْ يَحْمَدْ اللهَ فَلَا تُشَمِّتُوهُ

‘Jika salah seorang dari kalian bersin lalu mengucapkan ‘alhamdulillaah’, hendaklah kalian membaca tasymit baginya (yaitu ucapkan: ‘Yarhamukallaah’), jika tidak mengucapkan ‘alhamdulillaah’, maka janganlah mengucapkan tasymit”.[3]


[1] HR. Al-Bukhari no. 6224 dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه

[2] HR. Al-Bukhari dalam Fat-hul Baari X/611 no. 6226.

كَانَ حَقًّا عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُولَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللَّهُ

Dan setiap Musim yang mendengar hendaklah mengatakan kepada orang yang bersin: ‘Yarhamukallaah’ (semoga Allah merahmatimu).'” Hadits ini merupakan dalil wajibnya menjawab Tasymid (Yarhamukallaah) bagi setiap orang yang mendengar. Adapun anggapan kebanyakan orang bahwa menjawabnya hanyalah wajib kifayah saja yang apabila dijawab oleh salah seorang maka gugurlah kewajiban atas yang lainnya, pendapat ini tidak ada dasarnya sama sekali, berbeda halnya dengan menjawab salam. Lihat penjelasan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani رحمه الله dalam Shahiih al-Kalimith Thayyib hal. 158.

[3] HR. Muslim no. 2992.

Disalin dari: Kumpulan Do’a dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih oleh Ustadz Yazid, hal. 255-258.

Lihat pula Do’a Ketika Bersin

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: