Syarah: Doa Setelah Wudhu (3)

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

” Mahasuci Engkau ya Allah, aku memuji kepada-Mu. Aku bersaksi, bahwa tiada Ilah Yang hak disembah selain Engkau. Aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.”[1]

Shahabat yang merawikan hadits ini adalah Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ‘Mahasuci Engkau ya, aku memuji kepada-Mu‘, سُبْحَانَ ‘Mahasuci‘ adalah ism yang diposisikan pada fungsi mashdar, yaitu التَّسْبِيْحُ .Dia manshub adalah karena kata kerja yang disembunyikan, aslinya adalah, أُسَبِّحُكَ تَسْبِيْحَا ‘aku sucikan engkau dengan sesuci-sucinya.” Dengan kata lain, aku jauhkan Engkau dari segala keburukan dan kekurangan. Dikatakan pula, aslinya adalah أُسَبِّحُكَ تَسْبِيْحَا مُقْتَرِنًا بِحَمْدِكَ ‘ aku sucikan Engkau dengan sesuci-sucinya yang dibarengi dengan pujian untuk Anda’.

Ungkapan أَسْتَغْفِرُكَ ‘aku memohon ampun kepada Engkau‘, dengan kata lain, aku meminta ampunan Engkau.

Ungkapan وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ‘aku bertaubat kepada Engkau‘, dengan kata lain, aku kembali kepada Engkau.

Pada bagian akhir hadits disebutkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkenaan dengan pahaia orang yang mengucapkan dzikir itu sebagai berikut.

كُتِبَ فِي رَقِّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابِعٍ، فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Ditulis dalam lembaran, lalu dicap dengan alat cap sehingga tidak akan rusak hingga hari Kiamat.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 104-105 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] An-Nasa’i, dalam kitab ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailah. hlm. 173, no. 81. Dan lihat Irwa’ Al-Ghalil (1/135) dan (2/94).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: