Syarah Doa Bangun Tidur (1)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

” Segala puji bagi Allah, Dzat Yang menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami, dan kepada-Nya kami dibangkitkan..”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Hudzaifah bin Al-Yaman dan Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا ‘setelah Dia mematikan kami‘, yang dimaksud di sini adalah kematian berupa tidur.

Ungkapan وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ ‘dan kepada-Nya kami dibangkitkan‘, dengan kata lain, adalah menghidupkan untuk kebangkitan pada Hari Kiamat.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengingatkan tentang bangun kembali setelah seseorang tidur -yang merupakan kematian- sebagai penetap adanya kebangkitan setelah kematian.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 79.  Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Al-Bukhari dalam Fathul Bari (11/113), no. 6312; dan Muslim, (4/2083), no. 2711.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: