Syarah Dzikir Bangun Tidur (3)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan kepadaku, mengembalikan ruh dan merestuiku untuk berdzikir kepada-Nya.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ ‘Yang memberikan kesehatan dalam tubuhku’, dari akar kata اَلْمَعَافَاةُ yaitu penjagaan Allah Ta’ala atas seorang hamba dari berbagai macam kecelakaan dan bala. Dengan menjaganya dari berbagai macam kesedihan, serangga yang mematikan, musibah di malam hari, … dan lain sebagainya.

Seseorang memuji-Nya karena Dia telah membangkitkannya dari tidur dengan keadaan sehat.

Ungkapan وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ “Yang mengembalikan ruhku kepadaku‘, dia menyifati Allah dengan Ungkapan yang demikian, karena maqam ini mengharuskan adanya penyebutan sifat yang paling layak seperti ini.

Ungkapan وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ ‘dan yang memberiku izin untuk dzikir kepada-Nya‘, dengan kata lain, memudahkan bagiku untuk dzikir kepada-Nya.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 82-83.  Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] At-Tirmidzi, (5/473), no. 3401. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi, (3/144).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: