Syarah Doa Minta Hujan (3)

اَللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ، وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ، وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

“Ya Allah, berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, sebarlah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan وَبَهَائِمَكَ ‘ternak-ternak-Mu‘, dengan kata lain, semua binatang yang hidup di atas bumi dengan segala serangganya.

Ungkapan انْشُرْ ‘sebarkan‘, dengan kata lain, luaskan.

Ungkapan وَأَحْيِي بَلَدَكَ الْمَيِّتَ ‘dan suburkan tanah-Mu yang tandus‘, dengan kata lain, dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di atas bumi setelah bumi itu tandus. Yakni setelah bumi itu kering. Dalam hadits ini terdapat siratan kepada firman Allah Ta’ala,

فَيُحْيِي بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا

“… Lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.” (Ar-Ruum: 24)[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 427.  Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Abu Dawud, (1/305), no. 1176; dan dihasankan Al-Albani kitab Shahih Abu Dawud, (1/218).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: