Syarah Doa Ketika Hujan Turun

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Ya Allah, jadikanlah hujan yang bermanfaat.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Disebutkan di bagian awal hadits ini,

أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ، قَالَ

“Bahwa jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat hujan, maka beliau berucap ….”

Ungkapan صَيِّبًا ‘hujan‘, yakni hujan yang sangat lebat dan banyak. Dikatakan, “Hujan yang airnya mengalir.” Kata-kata itu manshub karena kata kerja yang dihilangkan. Aslinya أَسْأَلُكَ أَوْ اِجْعَلْهُ ‘aku memohon kepada-Mu atau jadikanlah dia’.

Ungkapan نَافِعًا ‘bermanfaat‘. Ini adalah sifat bagi hujan. Seakan-akan beliau sangat waspada dari adanya hujan yang membahayakan.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 428.  Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Al-Bukhari, dalam Fathul Bari, (2/518), no. 1032.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: