Syarah Do'a Bila Tertimpa Keraguan dalam Iman (3)

يَقْرَأُ قَوْلَهُ تَعَالَى: هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Beliau membaca firman Allah Ta’ala, ‘Dialah Yang Awal dan Dialah Yang Akhir, Dialah Yang Nyata dan Dialah Yang Tersembunyi; dan Dia mengetahui terhadap segala sesuatu.’ (QS. Al-Hadid: 3)”[1]

Ini adalah atsar yang datang dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Di bagian awalnya disebutkan,

قَالَ أَبُو زُمِيْلٍ وَهُوَ سَمَّاكُ بْنُ الْوَلِيْدِ – أَحَدُ التَّابِعِيْنِ – قُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما: مَاشَيْءٌ أَجِدُهُ فِيْ نَفْسِيْ – يَعْنِي شَيْئًا مِنْ شَكٍّ – ؟ فَقَالَ لِى: إِذَا وَجَدْتَ فِي نَفْسِكَ شَيْئًا فَقُلْ: ….

“Abu Zumail, yaitu Sammak bin Al-Walid -salah seorang dari kalangan tabi’in- berkata, ‘Kukatakan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma, ‘Apakah gerangan sesuatu yang kutemukan dalam diriku- dia maksudkan suatu keraguan? Maka dia berkata, ‘Jika engkau temukan hal seperti itu dalam dirimu, maka katakan …’.”

Ungkapan مَاشَيْءٌ أَجِدُهُ ‘apakah gerangan sesuatu yang kutemukan’, dengan kata lain, sesuatu yang kutemukan.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menafsirkan empat buah nama dalam ayat dengan sabdanya Shallallahu Alaihi wa Sallam,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ

“Ya Allah, Engkau Yang Mula, maka tiada sesuatu apa pun sebelum-Mu. Engkau Yang Akhir, maka tiada sesuatu apa pun setelah-Mu. Engkau Yang Lahir, maka tiada sesuatu apa pun di atas-Mu dan Engkau Yang Batin, maka tiada sesuatu apa pun di bawah-Mu.”[2]

Nama-nama ini mencakup makna jangkauan liputan yang mutlak, baik menurut waktu di awal dan akhir, atau tempat dalam iahir dan batin.

Dan telah berlalu syarahnya. Lihat hadits no. 108.[3]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 356-357


[1] Abu Dawud, (4/329), no. 5110; dan dihasankan Al-Albani dalam kitab Shahih Abu Dawud, (3/962)..
[2]
Muslim, no. 2713.
[3]
Yakni salah satu dari dzikir-dzikir tidur, semoga Allah memudahkan saya untuk mempostingnya.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: