Syarah Doa Kesedihan (4)

اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Allah, Allah adalah Tuhanku, aku sedikit pun tidak menyekutukan-Nya.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Asma’ bintu ‘Umais Radhiyallahu Anha.

Disebutkan di bagian awal hadits sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

أَلاَ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ تَقُوْلِيْنَهُنَّ عِنْدَ الكَرْبِ

“Maukah kuajarkan kepadamu kata-kata yang harus kalian baca ketika dalam kesulitan ….”

Ungkapan اللهُ اللهُ adalah takkid lafzhi ‘penegasan dengan menyebut ulang suatu kata’. Dia adalah Dzat Yang diseru dengan kata tanda seruan يَا yang dihilangkan dalam dua kata itu. Asli ungkapan itu adalahيَا اللهُ، يَا اللهُ .

Dalam hadits ini tiada dalil yang mengkhususkan suatu nama Allah Ta’ala dalam dzikir. Sebagaimana ucapan mereka [kaum sufi]:اللهُ اللهُ اللهُ اللهُ dan demikian seterusnya, dengan tiada permohonan kepada Dzat Yang diseru.

Sedangkan hadits ini konotasinya menunjukkan bahwa orang yang berdo’a tertimpa suatu kesulitan. Sehingga aslinya sebagai berikut..

يَا اللهُ، يَا اللهُ فَرِّجْ عَنِّي مَابِي مِنَ الْكَرْبِ، فَأَنْتَ رَبِّي وَلاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

“Ya Allah, ya Allah, hilangkanlah apa yang ada padaku berupa kesulitan. Maka, Engkau adalah Rabbku dan aku tidak menyekutukan sesuatu apa pun dengan-Mu.”

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 341-342


[1] Abu Dawud, (2/87) no. 1525: Lihat Shahih Ibnu Majah. (2/335).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: