Syarah Doa Bertemu Musuh dan Penguasa (1)

Ungkapan ذُو السُّلْطَانَ adalah orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan. Dia adalah semua orang yang memiliki tangan besi atas orang lain.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

“Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya) dan kami berlindung dari keburukan mereka.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Musa Al-Asy’ari Radhiyallahu Anhu.

Di bagian awal hadits ini disebutkan,

أَنَّ النَّبِيَّ إذَا خَافَ قَوْمًا، قَالَ

“Bahwa jika Nabi merasa takut akan suatu kaum, maka berucap:’….'”

Ungkapan نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ ‘kami menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya)‘. Dikatakan جَعَلْتُ فُلاَنًا فِي نَحْرِ الْعَدُوِّ ‘kujadikan fulan di leher musuh‘, dengan kata lain, di hadapan dan di depannya. Disebutkan khusus dada karena musuh datang mendekat dengan menghadapkan dadanya ketika bangkit untuk berperang. Artinya, kami memohon Engkau sudi kiranya melindungi kami dari arah yang mana mereka hendak mendatangi kami. Dan kami juga beriindung diri kepada Engkau dari apa-apa yang mana mereka akan menghadapi kami dengannya. Hanya Engkau Yang mampu menolak keburukan-keburukan mereka dan menjaga kami dari mereka. Engkau Penghalang antara kami dan mereka. Dipilih lafazh yang demikian sebagai optimisme bahwa akan mampu membunuh musuh. Wallahu A’lam.

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 343-344


[1] Abu Dawud, (2/89), no. 1537. dan dishahihkan Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: