Syarah Doa Bertemu Musuh dan Penguasa (3)

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

“Cukup bagi kami Allah sebaik-baik pelindung.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Disebutkan dalam hadits itu,

قَالَهَا إِبْرَاهِيْمُ حِيْنَ أُلْقِيَ فِي النَّارِ، وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِيْنَ قَالَ لَهُ النَّاسُ: إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ

“Kalimat itu diucapkan Ibrahim ketika dirinya dilemparkan ke dalam api dan diucapkan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika orang-orang berkata kepada beliau, ‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu …’.” (Ali Imran: 173)

Ungkapan قَالَهَا إِبْرَاهِيْمُ ‘kalimat itu diucapkan Ibrahim’, dengan kata lain, mengucapkan kalimat ini ketika dirinya dilemparkan ke dalam api sebagai hukuman atas dirinya dari kaumnya karena dia telah melakukan pengrusakan atas patung-patung mereka yang mereka sembah selain Allah Ta ‘ala.

Ungkapan وَقَالَهَا مُحَمَّدٌ ‘dan diucapkan Muhammad‘. dengan kata lain, nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan kalimat ini ketika Nu’aim bin Mas’ud berkata, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu …” Yaitu Abu Sufyan dan kawan-kawannya. “Maka takutlah kepada mereka dan janganlah keluar menghadapi mereka.” Namun para shahabat tidak mendengar ucapan seperti itu darinya. Sehingga mereka keluar dan berkata, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” Mereka yakin bahwa Allah Ta’ala tidak mungkin menghinakan Muhammad. Maka, mereka pun pulang dengan ghanimah dan selamat. Yang demikian adalah firman Allah Ta’ala,

فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Ali Imran: 174)

Ungkapan حَسْبُنَا اللهُ ‘cukuplah Allah menjadi Penolong kami‘, dengan kata lain, cukuplah Allah Ta’ala bagi kami dalam segala hal. وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ‘dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung‘, dengan kata lain, sebaik-baik tempat kepercayaan. Al-Wakil adalah sebuah nama di antara nama-nama Allah Ta’ala. Artinya, Yang selalu mengurus makhluk-Nya dan menjamin semua rezekinya.

Kata نِعْمَ adalah kata untuk memuji, sebagaimana بِئْسَ adalah kata untuk mencela.

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 345-347


[1] Diriwayatkan Al-Bukhari, (5/172), no. 4563.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: