Syarah Doa Orang yang Takut Kezaliman Pengusa (2)

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا، اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ، أَعُوْذُ بِاللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ، الْمُمْسِكِ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ أَنْ يَقَعْنَ عَلَى اْلأَرْضِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ، وَجُنُوْدِهِ وَأَتْبَاعِهِ وَأَشْيَاعِهِ، مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ، اَللَّهُمَّ كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّهِمْ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ وَعَزَّ جَارُكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)

“Allah Mahabesar. Allah lebih mulia dari seluruk makhluk-Nya. Allah lebih mulia dari apa yang kutakuti. Aku berlindung kepada Allah Yang tiada Ilah yang berhak disembah selain Dia. Yang mengendalikan tujuh langit hingga tidak runtuh ke bumi, kecuali dengan izin-Nya, dari kejahatan hamba-Mu fulan, dan bala tentara-nya serta pendukung-pendukungnya dari golongan jin dan manusia. Ya Allah, jadilah Engkau penyelamat bagiku dari keburukan mereka, akan sangat agung pujian untuk-Mu, akan kuat orang yang Engkau beri pertolongan, perlindungan-Mu amatlah besar. Mahasuci nama-Mu dan tiada Ilah yang berhak disembah selain diri-Mu.” (Dibaca tiga kali).[1]

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma.

Ungkapan اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَعَزُّ مِنْ خَلْقِهِ جَمِيْعًا ‘Allah Mahabesar. Allah lebih mulia dari seluruh makhluk-Nya’, dengan kata lain sekaiipun besar maqam sultan dan kekuatannya, tetapi Allah Azza wa Jalla lebih besar, lebih perkasa, dan lebih agung daripadanya dan daripada semua makhluk-Nya.

Ungkapan اللهُ أَعَزُّ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ ‘Allah lebih mulia dari apa yang kutakuti‘ dengan kata lain, Allah Ta’ala lebih kuat dan lebih agung daripada makhluk ini yang menimbulkan rasa takut dalam hatiku.

Ungkapan أَعُوْذُ ‘aku berlindung‘, dengan kata lain, aku memohon keselamatan.

Ungkapan مِنْ شَرِّ عَبْدِكَ فُلاَنٍ ‘dan kejahatan hamba-Mu fulan‘, dengan kata lain, dengan menyebutkan nama orang yang akan datang dengan kejahatannya.

Ungkapan أَشْيَاعِهِ ‘semua bala tentaranya‘. Asyya’ adalah bentuk jamak dari syi’ah, yang artinya para pengikut, para pendukung, dan para penolong.

Ungkapan كُنْ لِيْ جَارًا ‘jadilah Engkau penyelamat bagiku dari keburukan mereka‘, dengan kata lain, sebagai Penjaga dan Pelindung.

Ungkapan وَتَبَارَكَ اسْمُكَ ‘Mahasuci nama-Mu’, dengan kata lain, banyak berkah nama-Mu ketika didapatkan kebaikan yang banyak karena menyebutkan nama-Mu.

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 349-351


[1] Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad. no. 708 dan dishahihkan Al-Albani dalam kitab Shahih Adab Al-Mufrad, no. 546.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: