Syarah Doa Ruku’ (3)

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ، رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Engkau, Tuhan Yang Mahasuci (dari kekurangan dan hal yang tidak layak bagi kebesaran-Mu), Mahaagung, Tuhan para malaikat dan Jibril.”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Ungkapan سُبُّوْحٌ ‘Mahasuci’, Yang jauh dari segala macam aib, dari ungkapan سَبَّحْتَ الله ‘engkau jauhkan Dia dari berbagai macam aib’.

Ungkapan قُدُّوْسٌ ‘Mahasuci’, Yang suci dari segala aib. Mahaagung dalam menjauhi segala macam apa yang memburukkan.

Ungkapan الرُّوْحِ dikatakan, “Jibril Alaihissalam“, disebutkan secara khusus adalah untuk menunjukkan keutamaannya dari semua para malaikat. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ

“Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril…” (Al-Qadar[97]: 4)

Dikatakan pula, “Ruh adalah jenis malaikat, sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلَائِكَةُ صَفّاً

“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf….”(An-Naba[78]: 38)

Bisa juga yang dimaksud dengan Ruh adalah sesuatu yang menjadi penentu segala yang hidup, dengan kata lain, Rabb para malaikat dan Rabb Ruh. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 156-157 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Muslim, (1/353), no. 487; Abu Dawud, (1/230), no. 872.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: