Syarah Doa Sujud (4)

اَللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ

“Ya Allah, untuk-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku bersujud kepada Tuhan Yang menciptakannya, yang membentuk rupanya, yang membelah (memberikan) pendengaran dan penglihatannya. Mahasuci Allah sebaik-sebaik Pencipta.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ ‘membelah (memberikan) pendengaran dan penglihatannya’ adalah dari kata الشَّقُّ dengan huruf syin berfathah, yang artinya membelah dan membuka. Sedangkan الشِّقُّ dengan huruf syin berkasrah, artinya setengah sesuatu.

Ungkapan أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ ‘sebaik-sebaik Pencipta’, dengan kata lain, para penentu dan pelukis.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 169-170 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Muslim, (1/534), no. 771; dan selainnya.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: