Syarah Doa Sujud (5)

سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوْتِ وَاْلمَلَكُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

“Mahasuci (Allah) yang memiliki keperkasaan, kerajaan, kebesaran, dan keagungan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Auf bin Malik Al-Asyja’i Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan ذِي الْجَبَرُوْتِ “Yang memiliki keperkasaan’, الْجَبَرُوْت berasal dari kata: الْجَبَرَ yaitu ‘paksaan’. Kata ini adalah satu di antara sifat-sifat Allah Ta’ala dan dari kata ini kata yang lain: الْجَابِر. Yang artinya yang memaksa para hamba untuk melakukan apa yang diinginkan, baik berupa perintah atau larangan.

Ungkapan اْلمَلَكُوْتِ ‘kekuasaan’, dari kata الْمُلْك yang artinya ذِي الْمَلَكَوْت ‘Pemilik kekuasaan’: Pemilik kerajaan segala sesuatu.

Bentuk shighah fa’alut untuk mubalaghah ‘sangat’.

Ungkapan وَالْكِبْرِيَاءِ ‘kebesaran’, dengan kata lain, Mahasuci Dzat Yang memiliki kebesaran, dengan kata lain, keagungan dan kekuasaan. Dikatakan, “Dia adalah ungkapan tentang kesempurnaan dzat, kesempurnaan wujud, dan tidak mungkin disifati dengannya selain Allah Ta’ala.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 170, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Abu Dawud, (1/230), no. 873; An-Nasa’i, (2/191); dan Ahmad, (6/24). Isnadnya hasan.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: