Syarah Doa Qunut Witir (3)

اَللَّهُمَّ إيـَّاكَ نَعْبُدُ، وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ، نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ، وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكَافِرِيْنَ مُلْحَقٌ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ، وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ، وَنَخْضَعُ لَكَ، وَنَخْلَعُ مَنْ يَكْفُرُكَ

“Ya Allah, sesungguhnya kami menyembah-Mu, kepada-Mu kami shalat dan sujud, kepada-Mu kami berusaha dan melayani. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut akan siksa-Mu. Sesungguhnya siksaan-Mu akan menimpa orang-orang yang kafir. Ya Allah, kami mohon pertolongan dan ampunan kepada-Mu. Kami mernuji kebaikan-Mu, dan kami tidak mengufuri-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami tunduk (pada ajaran-Mu), dan kami berlepas diri dari orang-orang yang kufur kepada-Mu”[1]

Ini adalah sebuah atsar dari ucapan Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan نَحْفِدُ artinya ‘kami tunduk’.

Ungkapan مُلْحِقٌ dengan huruf ha` berkasrah atau berfathah, tetapi yang pertama lebih populer. Artinya, tidak mustahil akan terjadi.

Ungkapan نَخْلَعُ artinya ‘kami berlepas diri’. []

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 327-328, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Ditakhrij Al-Baihaqi dalam kitab As-Sunan Al-Kubra dan dia menyahihkan isnadnya (2/211). Dalam kitab Irwa’ Al-Ghalil. Syaikh Al-Albani berkata, “Ini isnadnya shahih” (2/170). Dia mauquf kepada Umar Radhiyallahu Anhu.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: