Orang yang Tidak Dikabulkan Do’anya

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ: { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ يَا رَبِّ…، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu bagus dan tidak menerima, kecuali yang bagus-bagus. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada kaum Mukminin apa-apa yang telah diperintahkan kepada para rasul. Maka, Dia berfirman, ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’ (QS. Al-Mukminun: 51). Dia juga berfirman, ‘Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu …’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian menyebutkan tentang seorang pria yang lama bepergian, rambutnya acak-acakan dan banyak berdebu, lalu mengangkat kedua tangannya ke langit: ‘Wahai Rabb, wahai Rabb ….’ Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan memberi makan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya bisa dikabulkan?” (HR. Muslim, no. 1015)[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 42-43, Terbitan Darul Falah, Jakarta.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: