Syarah Takbir Ketika Melontar Jumroh

وَيُكَبِّرُ كُلَّمَا رَمَى بِحَصَاةٍ عِنْدَ الْجِمَارِ الثَّلاَثِ، ثُمَّ يَتَقَدَّمُ، وَيَقِفُ يَدْعُو مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ، رَافِعًا يَدَيْهِ بَعْدَ الْجَمْرَةِ اْلأُوْلَى وَالثَّانِيَةِ. أَمَّا جَمْرَةُ الْعَقَبَةِ فَيَرْمِيْهَا وَيُكَبِّرُ عِنْدَ كُلِّ حَصَاةٍ وَيَنْصَرِفُ وَلاَ يَقِفُ عِنْدَهَا

“Beliau bertakbir pada setiap kali melemparkan tiga jamrah dengan batu kecil, kemudian beliau maju dan berdiri untuk berdo’a dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya, setelah melemparkan jamrah yang pertama dan kedua. Adapun untuk jamrah aqabah, beliau melempar dan bertakbir. Beliau tidak berdiri di sana, tapi langsung pergi.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma.

Ini adalah makna hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa dia melontarkan jamrah paling dekat dengan tujuh batu kerikil. Kemudian bertakbir setiap melontarkan batu tersebut. Kemudian dia maju sehingga menjadi mudah. Kemudian berdiri menghadap kiblat dalam waktu yang lama seraya berdo’a dengan mengangkat kedua tangan. Kemudian melontarkan jamrah wustha dengan mengambil dari kiri sehingga menjadi mudah. Kemudian berdiri menghadap kiblat dalam waktu yang lama seraya berdo’a dengan mengangkat kedua tangannya. Kemudian melontarkan jamrah aqabah dari tengah lembah dan tidak berhenti di situ. Dan dia berkata, “Demikian aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukannya.”

Juga disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika melontarkan jamrah yang bersebelahan dengan Masjid Mina, maka melontarkannya dengan tujuh batu kerikil. Beliau bertakbir setiap kali melontarkan batu kerikil. Kemudian bergerak maju ke depannya lalu berdiri menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangan seraya berdo’a. Beliau memperlama berdiri. Kemudian mendatangi jamrah yang kedua lalu melontarkannya dengan tujuh buah batu dan bertakbir setiap kali melontarkan dengan sebuah batu kerikil. Kemudian memutar ke arah kiri yang bersebelahan dengan lembah seraya berdiri menghadap kiblat dengan mengangkat kedua tangan untuk berdo’a. Kemudian mendatangi jamrah yang ada di Aqabah lalu melontarkannya dengan tujuh batu kerikil dengan bertakbir setiap kali melontar dengan sebuah batu kerikil. Kemudian pergi dan tidak berdiri di sana.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 575-576, Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Bukhari. dalam Fathul Bari, (3/583-584). no. 1752 dan 1753 Lihat lafazhnva di sana. Al-Bukhari dalam Fathul Bari, (3/581). no. 1750; juga diriwayatkan Muslim, no. 1296 dari hadits Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: