Syarah Doa Sebelum Makan (1)

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Jika salah seorang dari kalian makan makanan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ

dengan nama Allah‘,

Sedangkan jika lupa di permulaan makan hendaknya mengucapkan:

بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

dengan nama Allah di awal dan diakhirnya.‘”[1]

Shahabiyah yang meriwayatkan hadits ini adalah Aisyah Radhiyallahu Anha.

Seutuhnya hadits ini adalah sabda Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai berikut:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهَ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Jika salah seorang dari kalian makan, hendaknya dia menyebut nama Allah di awalnya. Jika dia lupa menyebut Allah Ta’ala di awalnya, hendaknya menyebutkan بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ ‘dengan nama Allah di awal dan diakhirnya'”

Ungkapan فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ ‘jika dia lupa menyebut Allah ta’ala di awalnya’, dengan kata lain, jika syetan menjadikannya lupa menyebutkan nama Allah di awal kegiatan makan dan baru ingat pada pertengahannya bahwa dirinya belum mengucapkan بِسْمِ اللَّهِ ‘dengan nama Allah‘, hendaknya dia mengucapkan بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ ‘dengan nama Allah di awal dan di akhirnya‘. Karena dengan demikian sudah cukup.

Telah datang dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa suatu ketika beliau sedang duduk dan seseorang s-dang makan. Orang itu belum menyebut nama Allah hingga rnakanan yang dia makan itu tinggal sesuap. Ketika dia mengangkatnya ke mulutnya, dia berucap: بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ ‘dengan nama Allah di awal dan di akhirnya‘. Sehingga Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tertawa dibuatnya seraya bersabda,

مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ اسْتَقَاهُ مَا فِي بَطْنِهِ

“Masih saja syetan makan bersamanya, dan ketika dia menyebut nama Allah dimuntahkan semua yang ada dalam perutnya.”[2] []

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 439-440 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1] Ditakhrij Abu Dawud, (3/347), no. 3767; dan At-Tirmidzi, (4/288), no. 1858. Lihat Shahih At-Tirmidzi, (2/167).
[2]
Abu Dawud, no. 3767; dan An-Nasa’i, dalam kitab ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 282; dan dilemahkan Al-Albani. Lihat Al-Kalim Ath-Thayyib, no. 184.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: