Syarah Doa Sesudah Makan (2)

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ [مُكْفِيٍّ وَلاَ] مُوَدَّعٍ، وَلاَ مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا

“Segala puji bagi Allah (aku memuji-Nya) dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah, yang senantiasa dibutuhkan, tidak bisa ditinggalkan, dan diperlukan, ya Tuhan kami.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Umamah Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan طَيِّبًا ‘bagus‘, dengan kata lain, murni dan bagus.

Ungkapan غَيْرَ مُكْفِيٍّ ‘yang senantiasa dibutuhkan’, dari kata كِفَايَة ‘diperlukan‘, dengan kata lain, tidak akan habis.

Ungkapan وَلاَ مُوَدَّعٍ ‘dan tidak bisa ditinggalkan’, dengan kata lain, tidak dibiarkan dan sangat dibutuhkan.

Ungkapan رَبَّنَا, ‘Tuhan kami‘, dengan kata lain, wahai Rabb kami.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 444-445 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Bukhari, (6/214), no. 5458; dan At-Tirmidzi dengan lafazhnya, (5/507) no.3456.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: