Syarah Doa Tamu Kepada Orang yang Menghidangkan Makanan

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

“Ya Allah, berilah berkah apa yang Engkau rezkikan kepada mereka, ampunilah dan belas kasihanilah mereka.”[1]

Perawi hadits ini adalah Shahabat Abdullah bin Busr Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan seutuhnya hadits ini adalah ungkapannya Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُبِي قَالَ فَقَرَّبْنَا إِلَيْهِ طَعَامًا وَوَطَبَةً فَأَكَلَ مِنْهَا ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُهُ وَيُلْقِي النَّوَى بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ وَيَجْمَعُ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى قَالَ شُعْبَةُ هُوَ ظَنِّي وَهُوَ فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ إِلْقَاءُ النَّوَى بَيْنَ الْإِصْبَعَيْنِ ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ اللَّهَ لَنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam singgah di rurnah Ubay. Dia berkata, ‘Maka kami sajikan kepada beliau makanan dan wadah. Beliau makan dari sebagian makanan itu. Kemudian dibawakan kurma. Beliau pun memakannya dan melemparkan bijinya dengan sela dua buah jarinya. Beliau menggabungkan jari telunjuk dengan jari tengah. Kemudian dibawakan minuman, kemudian beliau meminumnya. Kemudian beliau memberikannya kepada orang di sebelah kanannya.’ Perawi berkata, ‘Maka Ubay berkata, ‘Kemudian aku pegang kekang binatang tunggangannya. ‘Berdoalah kepada Allah untuk kami.’ Maka, beliau pun berdoa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

‘Ya Allah, berilah mereka berkah dalam segala yang telah Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah mereka dan sayangilah mereka’”.

Ungkapan وَطَبَةً ‘wadah’, dengan kata lain, sebuah kantung bagus yang berisi minyak dan susu. Ibnu Al-Atsir Rahimahullah berkata, “An-Nadhr berkata, وَطَبَةً adalah makanan dari bahan kurma, tepung, dan minyak.”

Ungkapan بِلِجَامِ ‘kekang‘, yaitu besi yang dipasang pada mulut kuda. Kemudian mereka menamakan demikian sekaligus dengan segala yang berupa tali lis kendali dari kulit, alat, dan kekang.

An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Dalam hadits itu disunnahkan meminta do’a kepada orang mulia dan do’a dari tamu untuk memohon keluasan rezeki, ampunan, dan rahmat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam do’a itu telah menggabungkan berbagai macam kebaikan dunia dan akhirat.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 446-447 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Muslim, (3/1615), no. 2042.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: