Syarah Berdoa Untuk Orang yang Memberi Makanan atau Minuman

اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ، وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ

“Ya Allah, berilah makan kepada orang yang memberiku makanan, dan berilah minum kepada orang yang memberiku minuman.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiyallahu Anhu.

Sedangkan seutuhnya hadits ini adalah darinya Radhiyallahu Anhu sebagai berikut:

أَقْبَلْتُ أَنَا وَصَاحِبَانِ لِي وَقَدْ ذَهَبَتْ أَسْمَاعُنَا وَأَبْصَارُنَا مِنْ الْجَهْدِ فَجَعَلْنَا نَعْرِضُ أَنْفُسَنَا عَلَى أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَقْبَلُنَا فَأَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْطَلَقَ بِنَا إِلَى أَهْلِهِ فَإِذَا ثَلَاثَةُ أَعْنُزٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَلِبُوا هَذَا اللَّبَنَ بَيْنَنَا قَالَ فَكُنَّا نَحْتَلِبُ فَيَشْرَبُ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنَّا نَصِيبَهُ وَنَرْفَعُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَصِيبَهُ قَالَ فَيَجِيءُ مِنْ اللَّيْلِ فَيُسَلِّمُ تَسْلِيمًا لَا يُوقِظُ نَائِمًا وَيُسْمِعُ الْيَقْظَانَ قَالَ ثُمَّ يَأْتِي الْمَسْجِدَ فَيُصَلِّي ثُمَّ يَأْتِي شَرَابَهُ فَيَشْرَبُ فَأَتَانِي الشَّيْطَانُ ذَاتَ لَيْلَةٍ وَقَدْ شَرِبْتُ نَصِيبِي فَقَالَ مُحَمَّدٌ يَأْتِي الْأَنْصَارَ فَيُتْحِفُونَهُ وَيُصِيبُ عِنْدَهُمْ مَا بِهِ حَاجَةٌ إِلَى هَذِهِ الْجُرْعَةِ فَأَتَيْتُهَا فَشَرِبْتُهَا فَلَمَّا أَنْ وَغَلَتْ فِي بَطْنِي وَعَلِمْتُ أَنَّهُ لَيْسَ إِلَيْهَا سَبِيلٌ قَالَ نَدَّمَنِي الشَّيْطَانُ فَقَالَ وَيْحَكَ مَا صَنَعْتَ أَشَرِبْتَ شَرَابَ مُحَمَّدٍ فَيَجِيءُ فَلَا يَجِدُهُ فَيَدْعُو عَلَيْكَ فَتَهْلِكُ فَتَذْهَبُ دُنْيَاكَ وَآخِرَتُكَ وَعَلَيَّ شَمْلَةٌ إِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى قَدَمَيَّ خَرَجَ رَأْسِي وَإِذَا وَضَعْتُهَا عَلَى رَأْسِي خَرَجَ قَدَمَايَ وَجَعَلَ لَا يَجِيئُنِي النَّوْمُ وَأَمَّا صَاحِبَايَ فَنَامَا وَلَمْ يَصْنَعَا مَا صَنَعْتُ قَالَ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَلَّمَ كَمَا كَانَ يُسَلِّمُ ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ فَصَلَّى ثُمَّ أَتَى شَرَابَهُ فَكَشَفَ عَنْهُ فَلَمْ يَجِدْ فِيهِ شَيْئًا فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقُلْتُ الْآنَ يَدْعُو عَلَيَّ فَأَهْلِكُ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي قَالَ فَعَمَدْتُ إِلَى الشَّمْلَةِ فَشَدَدْتُهَا عَلَيَّ وَأَخَذْتُ الشَّفْرَةَ فَانْطَلَقْتُ إِلَى الْأَعْنُزِ أَيُّهَا أَسْمَنُ فَأَذْبَحُهَا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا هِيَ حَافِلَةٌ وَإِذَا هُنَّ حُفَّلٌ كُلُّهُنَّ فَعَمَدْتُ إِلَى إِنَاءٍ لِآلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانُوا يَطْمَعُونَ أَنْ يَحْتَلِبُوا فِيهِ قَالَ فَحَلَبْتُ فِيهِ حَتَّى عَلَتْهُ رَغْوَةٌ فَجِئْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَشَرِبْتُمْ شَرَابَكُمُ اللَّيْلَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْرَبْ فَشَرِبَ ثُمَّ نَاوَلَنِي فَلَمَّا عَرَفْتُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ رَوِيَ وَأَصَبْتُ دَعْوَتَهُ ضَحِكْتُ حَتَّى أُلْقِيتُ إِلَى الْأَرْضِ قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى سَوْآتِكَ يَا مِقْدَادُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَانَ مِنْ أَمْرِي كَذَا وَكَذَا وَفَعَلْتُ كَذَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذِهِ إِلَّا رَحْمَةٌ مِنْ اللَّهِ أَفَلَا كُنْتَ آذَنْتَنِي فَنُوقِظَ صَاحِبَيْنَا فَيُصِيبَانِ مِنْهَا قَالَ فَقُلْتُ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أُبَالِي إِذَا أَصَبْتَهَا وَأَصَبْتُهَا مَعَكَ مَنْ أَصَابَهَا مِنْ النَّاسِ

“Aku dan dua orang shahabatku datang. Dan kami telah kehilangan pendengaran dan penglihatan karena kondisi sulit dan kelaparan. Sehingga kami menunjukkan diri kami kepada para shahabat Rasulullah. Tak seorang pun dari mereka yang menerima kami. Maka, kami mendatangi Nabi sehingga beliau bersama kami berangkat ke rumah keluarganya. Ternyata telah ada tiga ekor kambing. Maka, Nabi bersabda, ‘Perah susu untuk kita bersama.’ Perawi berkata, ‘Kami pun memerah susu, lalu setiap dari kita minum bagiannya masing-masing. Kami sampaikan bagian Nabi.'” Perawi berkata, “Kemudian beliau datang di malam hari, lalu mengucapkan salam yang tidak sampai membangunkan orang tidur dan masih bisa didengar dua orang yang masih jaga.” Perawi berkata, “Kemudian beliau datang ke masjid dan menunaikan shalat. Kemudian beliau mendekati minumannya, lalu meminumnya. Kemudian pada suatu malam aku didatangi syetan ketika aku telah minum bagianku. Dia berkata, ‘Muhammad datang kepada golongan Anshar, lalu mereka memberi beliau hadiah-hadiah, dan mendapat bagian di tengah-tengah mereka. Dia tidak butuh lagi kepada seteguk minuman ini! Aku pun mendekatinya dan meminumnya. Ketika minuman itu telah masuk ke dalam. perutku, dan aku telah mengetahui bahwa tidak akan ada yang mengetahui hal itu. Dia berkata, ‘Aku telah dijadikan menyesal oleh syetan.’ Maka, dia berkata, ‘Celaka engkau! Apa yang telah kaulakukan? Apakah engkau meminum minuman Muhammad? Beliau akan datang lalu tidak menemukannya sehingga berdo’a buruk atas engkau dan engkau akan binasa. Musnahlah dunia dan akhiratmu.’ Di tubuhku baju besi, jika aku pakai sampai kedua kakiku, maka muncullah kepalaku, dan jika aku pakai sampai di kepalaku muncullah kedua kakiku, sehingga aku tidak bisa tidur. Sedangkan kedua shahabatku tertidur sehingga tidak melakukan sebagaimana apa yang kulakukan.’ Dia berkata, ‘Tibalah Nabi yang kemudian menyampaikan salam sebagaimana biasanya beliau menyampaikan salam. Kemudian beliau menuju masjid dan menunaikan shalat. Kemudian mendatangi minumnya lalu membukanya namun tidak mencmukan sesuatu apa pun juga. Kemudian beliau mengangkat kepalanya ke arah langit. Kukatakan, ‘Sekarang beliau berdo’a buruk atas diriku.’ Beliau berdo’a,

اللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي، وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

‘Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makanan dan berilah minum orang yang memberiku minuman’.”

Perawi berkata, “Kemudian aku sengaja mengencangkan baju besiku atas badanku. Aku mengambil pisau lalu menuju kambing-kambing itu dan memilih mana yang paling gemuk yang akan aku sembelih untuk Rasulullah. Namun ternyata kambing itu penuh dengan susu. Ternyata semuanya penuh dengan susu. Aku menuju ke wadah milik keluarga Nabi yang mereka pakai untuk makan agar susu diperah ke wadah itu.” Dia berkata, “Aku memerah susu ke dalam wadah itu sehingga penuh dengan krim susu di bagian atasnya. Aku bawa kepada Rasulullah lalu beliau bersabda, ‘Apakah kalian minum bagian kalian semalam?” Perawi berkata, “Maka Kukatakan, ‘Wahai Rasulullah, minumlah.’ Beliau pun meminumnya lalu menyerahkan kepadaku. Maka, Kukatakan, ‘Wahai Rasulullah, minumlah.’ Beliau pun meminumnya lalu menyerahkan kepadaku. Ketika aku telah mengetahui bahwa Nabi telah puas, dan aku telah memenuhi panggilannya, aku tertawa sehingga aku terjatuh ke lantai.” Dia berkata, “Maka Nabi bersabda, ‘Ini salah satu kesalahanmu, wahai Miqdad.’ Aku pun mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, masalahnya aku demikian dan demikian, sehingga aku melakukan yang demikian.’ Maka, beliau bersabda, ‘Tiada lain semua ini adalah rahmat dari Allah. Apakah engkau tidak mengizinkanku sehingga kita bangunkan kedua shahabat kita sehingga keduanya mendapatkan bagiannya dari susu itu?” Perawi berkata, “Maka Kukatakan, ‘Demi Dzat Yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak peduli jika engkau mendapatkan bagian dan aku mendapatkan bagian pula bersamamu, siapa dia antara manusia yang mendapatkan bagian darinya’.”

Ungkapan الْجَهْدِ artinya kondisi sulit dan kelaparan.

Ungkapan فَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْهُمْ يَقْبَلُنَا ‘tak seorang pun dari mereka yang menerima kami’. Ini diartikan bahwa orang-orang yang ditunjuki diri mereka adalah orang-orang miskin yang tidak memiliki apa-apa untuk menyantuni mereka.

Ungkapan الْجُرْعَةِ ‘seteguk‘, dengan huruf jim berdhammah atau berfathah yang artinya seteguk minuman.

Ungkapan وَغَلَتْ ‘telah masuk ke dalam perutku’, dengan kata lain, telah masuk dan tenang.

Ungkapan حُفَّلٌ ‘penuh dengan susu’, dengan kata lain, semua kambing itu telah penuh dengan susu. Ini adalah salah satu mukjizat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ungkapan رَغْوَةٌ ‘krim susu’, dengan kata lain, krim susu yang biasanya berada di atas susu (kepala susu).

Ungkapan إِحْدَى سَوْآتِكَ ‘salah satu kesalahanmu’, dengan kata lain, sesungguhnya engkau telah melakukan keburukan perbuatan apa gerangan, sehingga beliau diberi tahu akan hal itu ….

Dan ungkapan beliau, اَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِيْ وَاسْقِ مَنْ سَقَانِيْ ‘Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makanan dan berilah minum orang yang memberiku minuman’, dengan kata lain, ya Allah, beri makan orang yang hendak memberiku makan, dan beri minum orang yang akan memberiku minum. Inilah konotasi hadits ini yang paling menonjol. Temyata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berdo’a dengan do’a tersebut, padahal tidak makan apa-apa. Selain itu, inilah yang dipahami Miqdad Radhiyallahu Anhu ketika dia berdiri, lalu melakukan apa yang dia lakukan. Lalu dia berkata, “Ketika aku telah mengetahui bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah puas, dan aku telah memenuhi panggilannya ….” Allah-lah Pemberi taufik dan Dia Mahasuci lebih mengetahui.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 448-453 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Muslim, (3/126), no. 2055.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: