Syarah Doa Kebencian Kepada Thiyarah

اَللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ

“Ya Allah, tiada kesialan, kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tiada kebaikan, kecuali kebaikan-Mu, serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhuma.

Di dalamnya disebutkan sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ أَرْجَعَتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَتِهِ، فَقَدْ أَشْرَكَ، قَالُوا: وَمَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: يَقُولُ أَحَدُكُمْ

“Barangsiapa menunda kepentingannya karna thiyarah, maka dia telah syirik.’ Para shahabat bertanya, ‘Apa kafarah hal itu, wahai Rasulullah? Beliau menjawab, ‘Salah seorang dan kalian harus mengatakan …”

Ungkapan الطِّيَرَةُ adalah sikap optimisme dan pesimis atas dasar perilaku burung. Dengan perilaku burung-burung itu mereka mengambil keputusan tentang arah dan lain-lain. Mereka menggunakan cara mengejutkan burung dari tempatnya untuk kepentingan itu.

Demikian karena keyakinan mereka bahwa thiyarah memberi manfaat kepada mereka atau menolak bahaya dari mereka jika mereka melakukannya sebagaimana mestinya. Seakan-akan mereka menyekutukan Allah dalam hal ini.

Al-Qadhi Rahimahullah berkata, “Sesungguhnya hal itu dinamakan kesyirikan, karena mereka melihat apa yang menjadikan mereka pesimis sehingga menjadi sebab yang sangat kuat pengaruhnya dalam menemukan hal-hal yang tidak disukai.”

Ungkapan وَمَا كَفَّارَةُ ذَلِكَ ‘apa kafarah hal itu‘, dengan kata lain, apa yang bisa menjadi sebab pengampunan akan hal itu, dan apa sikap dan perbuatan yang bisa menghapus kesalahan itu dan menutupinya.

Ungkapan لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ ‘tiada thiyarah selain thiyarah-Mu’, dengan kata lain, sesungguhnya burung itu adalah bagian di antara makhluk-makhluk-Mu, tidak memberi ba-haya dan tidak pula memberi manfaat. Akan tetapi, yang membahayakan dan memberi manfaat adalah Engkau.

Ungkapan وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ ‘tiada kebaikan selain kebaikan-Mu’, dengan kata lain, tiada kebaikan yang bisa di-harapkan dan diupayakan selain kebaikan-Mu.

Ungkapan وَلاَ إِلَـهَ غَيْرُكَ ‘dan tiada Tuhan (Yang berhak untuk disembah) selain Engkau’, dengan kata lain, tiada Tuhan Yang bisa mencegah bahaya atau mendapatkan kebaikan selain Allah Ta’ala. Dia yang berhak mengambil sikap, mengelola kondisi semua makhluk-Nya.

Korektor berkata, “Hanya Dia sendiri yang berhak untuk menerima ibadah, sehingga tiada Tuhan Yang berhak untuk disembah selain Dia Azza wa Jalla.”[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 498-500 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Diriwayatkan Ahmad. (2/220): Ibnu Sunni. no. 292: dan dishahihkan Al-Albani dalam Al-Ahadits Ash-Shahihah, (3/54). no. 1065. Adapun optimisme adalah sesuatu yang disukai Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Oleh sebab itu bila beliau mendengar kalimat yang bagus dari seseorang akan membuat beliau takjub. lalu bersabda: أَخَذْنَا فَأْلَكَ مِنْ فِيكَ ‘Kami mengambil optimisme dari mulutmu’: Abu Dawud, no. 3917: Ahmad: dan dishahihkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah. (2/363). menurut Abu Asy-Syaikh dalam Akhlak An-Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, hlm. 270.

Baca Pula:
Larangan Thiyarah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: