Syarah Doa Masuk Pasar

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini Dinar bin Al-Khaththab Radhiyallahu Anhu.

Dalam hadits itu adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ…، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ

“Barangsiapa masuk ke dalam pasar dengan mengucapkan … maka, Allah catat baginya beribu-ribu kebaikan, di-hapuskan darinya beribu-ribu keburukan dan diangkat baginya beribu-ribu derajat.”

Ungkapan مَنْ دَخَلَ السُّوقَ ‘barangsiapa masuk ke dalam pasar’, yakni pasar mana pun juga.

Ungkapan يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ ‘Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan’, dengan kata lain, yang berhak mengambil sikap dalam kerajaan-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki, kadang-kadang menghidupkan dan kadang-kadang mematikan. Dia Mahakuasa melakukan semua itu dan tiada yang mampu melemahkan-Nya dan tiada pelarang yang mampu melarang-Nya.

Ungkapan وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ ‘Dialah Yang hidup, tidak akan mati’, dengan kata lain, Dia tidak pernah terganggu oleh bencana kematian. Akan tetapi, Dia hidup dan selalu mengurus makhluk-Nya. Abadi selama-lamanya. Masih ada dan tetap masih ada.

Ungkapan بِيَدِهِ الْخَيْرُ ‘di tangan-Nya kebaikan‘, termasuk ke dalam bab mencukupkan. Aslinya, di tangan-Nya segala kebaikan dan segala keburukan. Karena segala kebaikan dan keburukan datang dari Allah Ta’ala. Akan tetapi, tidak disebutkan ‘keburukan’ sebagai adab sehingga tidak dinisbatkan kepada-Nya segala keburukan. Sekalipun sesungguhnya segala sesuatu dari-Nya.

Ungkapan وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ ‘dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’, dengan kata lain, Mahakuasa menghidupkan dan mematikan, atas segala kebaikan dan kebu-rukan, dan lain sebagainya.

Ungkapan كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ ‘maka, Allah catat baginya beribu-ribu kebaikan’, dengan kata lain, dalam kitab catatan dan lembaran-lembarannya yang ada di tangan malaikat penulis yang mulia. Juga dihapuskan darinyii beribu-ribu keburukan atau dosa.

Ungkapan وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ ‘dan diangkat bagimu beribu-ribu derajat’, yakni di surga. Makna ‘pengangkatan derajat’ adalah dengan memberikan kedudukan di atas kedudukannya yang telah dia capai sebelum ungkapan ini. Karena ketinggian kedudukan dan derajat adalah dengan ketinggian amal-amal dan pertambahannya.

Hikmah dicapainya pahala yang agung, seakan-akan ketika para pengunjung pasar sangat sibuk dengan berbagai perdagangan dan pekerjaan, dan mereka dalam keadaan lalai dari dzikir kepada Rabb mereka, bahkan kebanyakan mereka diuji dengan sumpah-sumpah palsu dan dusta, kemudian orang ini berada di tengah-tengah mereka dengan tetap dzikir kepada Allah Ta’ala, menyibukkan diri dengan urusan akhirat, dan berbeda dengan mereka, selalu mengagungkan Rabbnya Azza wa Jalla, maka tidak ayal lagi dia mendapatkan pahala yang agung. Hal itu bagi Allah sama sekali bukan perkara yang sulit. Dia memberikan rahmat-Nya secara khusus kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah memiliki karunia yang agung. Dan apalagi ketika dilihat bahwa kalimat-kalimat itu mencakup tahlil, tauhid, dan pujian kepada Allah Ta’ala dengan sifat-sifat yang indah.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 508-510 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Al-Hakim dan dishahihkan serta disepakati Adz-Dzahabi. (2/100): Ibnu As-Sunni. no. 524: dan dihasankan Al-Hafizh dalam Takhrij Al-Adzkar. (5/154). Ibnu Baaz mengatakan. “Dan diriwayatkan An-Nasa’i. dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah. no. 547-548 dengan isnad hasan”. Tuhfah Al-Akhyar. hlm. 37..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: