Syarah Doa Seorang Musafir di Waktu Sahur

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللهِ، وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا. رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ

“Semoga ada yang memperdengarkan puji kami kepada Allah dan cobaan-Nya Yang baik bagi kami. Wahai Tuhan kami, temanilah kami (peliharalah kami) dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dan api neraka”.[1]

Ungkapan سَمَّعَ سَامِعٌ menurut An-Nawawi Rahimahullah diriwayatkan dengan dua bentuk: Pertama, huruf mim berharakat fathah dan bertasydid. Kedua, huruf mim berharakat kasrah tanpa tasydid.

Arti سَمِعَ سَامِعٌ adalah seorang saksi yang memberikan kesaksian atas pujian kami kepada Allah Ta’ala atas berbagai nikmat-Nya dan cobaan-Nya yang baik.

Arti سَمَّعَ سَامِعٌ adalah pendengar yang menyampaikan ucapanku ini kepada orang lain, dan ucapan seperti ini pemberitahuan atas dzikir dalam waktu sahur dan berdo’a.

Ungkapan رَبَّنَا صَاحِبْنَا، وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا ‘wahai Tuhan kami, temanilah kami dan berilah karunia kepada kami’ yakni peliharalah kami dan karuniakan kepada kami nikmat-Mu yang banyak dan palingkan dari kami setiap hal yang dibenci.

Korektor berkata, “Ma’iyyah ‘kebersamaan’ Allah Ta’ala ada dua macam: (1) Ma’iyyah umum. Ma’iyyah ini yang mencakup segala macam makhluk, yaitu ilmu, penglihatan, kekuasaan, dan peliputan. (2) Ma’iyyah khusus. Ma’iyyah ini bagi orang-orang Mukmin, orang-orang takwa. dan orang-orang sabar. Yaitu penjagaan, taufik, pembenaran, dukungan, dan pertolongan. Allah Ta’ala dalam setiap keadaan selalu bersemayam di atas Arsy-Nya dengan semayam yang layak bagi-Nya dengan keagungan-Nya. Sekalipun demikian tiada sesuatu apa pun yang tersembunyi bagi-Nya. Sehingga permintaan pendampingan dalam perjalanan adalah permohonan ma’iyyah khusus. Dan Allah Ta’ala Sang Pemberi taufik”.[2]

Ungkapan عَائِذًا بِاللهِ مِنَ النَّارِ ‘dengan berlindung kepada Allah dan siksa neraka‘, keadaannya manshub karena sebagai hal, dengan kata lain, kukatakan demikian dalam keadaan aku berlindung dan kedekatanku kepada Allah dari siksa neraka.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 519-520 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    HR. Muslim: 4/2086, Syarah An-Nawawi: 17/39.
[2]
   (Korektor).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: