Keutamaan Dzikir

1.  Diriwayatkan dari Abu Darda’ رضي الله عنه ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

أَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمَالِكُمْ وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاقِ الذَّهَبِ وَالْوَرِقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أَعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أَعْنَاقَكُمْ؟ قَالُوا بَلَى، قَالَ: ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى

“Maukah kamu aku tunjukkan amalan yang terbaik dan paling suci di sisi Rabbmu, yang. paling mengangkat derajatmu, lebih baik bagimu daripada menginfakkan emas dan perak dan lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu lantas kamu memenggal leher mereka atau mereka memenggal lehermu?” Para sahabat yang hadir menjawab; “Tentu saja wahai Rasulullah!” Beliau bersabda: “Dzikir   kepada  Allah   Yang  Maha   Tinggi.”  (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Al-Hakim berkata: “Hadits ini sanadnya shahih)”[1]

2.  Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

سَبَقَ الْـمُفَرِّدُونَ ٌقَالُوا وَمَا الْمُـفَرِّدُونَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الذَّاكِرُونَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتُ

‘”Kaum mufarridun (hamba-hamba yang teristimewa) telah mendahului kalian”. Para sahabat bertanya: ” Siapakah mufarridun itu wahai Rasulullah? Rasulullah bersabda: “Kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir. (HR. Muslim)

3.  Diriwayatkan dari Abdullah bin Busr رضي الله عنه berkata: Sesungguhnya seorang laki-laki berkata:

يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. قَالَ: لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

“Wahai Rasulullah sesungguhnya syari’at Islam telah banyak aku   terima. Oleh karena itu tunjukkanlah kepadaku sesuatu yang akan aku jadikan pegangan.” Beliau bersabda: “Lisanmu senantiasa basah karena dzikir kepada Allah (lisanmu senantiasa berdzikir-pent) (HR. Tirmidzi, ia berkata: Hadits ini hasan)[2]

4.  Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari رضي الله عنه dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dan orangyang tidak berdzikir kepada Rabbnya adalah seperti perbedaan antara orang yang hidup dan yang mati.” (HR. Bukhari)

5.  Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه  dan Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ قَعَدَ مَقْعَدًا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ، وَمَنِ اضْطَجَعَ مَضْجِعًا لاَ يَذْكُرِ اللهَ فِيْهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ

“Barang siapa duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka ia akan mendapatkan tirah (sesuatu yang tidak disenangi) dari Allah. Barangsiapa yang berbaring di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah, maka ia akan mendapatkan sesuatu yang tidak disukai dari Allah “. Tirah yaitu kekurangan, akibat buruk dan penyesalan. (HR. Abu Dawud)[3].[]

Disalin dari terjemahan al-Kalimu ath-Thayyib oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah dengan tahqiq Syaikh Muhammad Nashir al-Albani, terbitan Dar El-Hujjah, hal 6-9.


[1]  Saya katakan: “Benar kata Imam Al-Hakim tersebut, dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.
[2]
Yang benar adalah hadist ini sanadnya shahih. Demikian perkataan Al-Hakim dan disepakati Adz Dzahabi.
[3]
Shahih dan sanad Abu Dawud hasan. Akan tetapi terdapat beberapa riwayat berbagai jalur yang mayoritasnya shahih menurut syarat Muslim. Dan telah saya sebutkan di dalam Silsilah Al-Hadist Ash-Shahihah 74-80.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: