Syarah Doa Sholat Jenazah (1)

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ (وَعَذَابِ النَّارِ)

“Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkan dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), ampunilah, dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, es, dan salju. Bersihkan dia dari kesalahan-kesalahannya, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, gantilah rumah yang lebih baik daripada rumahnya (di dunia), gantilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya di dunia), dan masukkanlah dia ke surga, lindungilah dia dari siksa kubur dan neraka.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Auf bin Malik Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan عَافِهِ ‘selamatkan dia‘. Mu’afat adalah membebaskannya dari hal-hal yang dibenci.

Ungkapan وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ ‘tempatkanlah dia di tempat yang mulia‘. An-nuzul adalah apa-apa yang disediakan bagi orang yang singgah berupa bekal, dengan kata lain, baguskanlah bagiannya dalam surga.

Ungkapan وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ ‘luaskan kuburannya‘, dengan kata lain, kuburnya.

Ungkapan وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ ‘mandikan dia dengan air, es, dan salju‘. Al-Khaththabi Rahimahullah berkata, “Disebutkan es dan salju adalah untuk penegasan atau ka-rena keduanya adalah air yang belum disentuh tangan dan belum ternoda karena pemakaian.”

lbnu Daqiq Al-Ied Rahimahullah berkata, “Diungkapan dengan sedemikian adalah untuk menunjukkan penghapusan yang sebenar-benamya. Sesungguhnya pakaian yang diulang-ulang dibersihkan dengan tiga pembersih, maka dia akan menjadi benar-benar bersih.”

Maksudnya adalah bersih dari berbagai macam kemaksiatan dan dosa dengan berbagai macam rahmat yang seakan-akan air ketika membersihkan kotoran.

Ungkapan كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ ‘sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran’, ketika noda pada baju putih akan lebih jelas daripada sesuatu yang dengan warna yang lain. Penyerupaan dengannya terjadi.

Ungkapan وَأَبْدِلْهُ دَارًا ‘gantilah rumah‘, yakni di surga, خَيْرًا مِنْ دَارِهِ ‘yang lebih baik daripada rumahnya (di dunia)‘ miliknya ketika di dunia.

Ungkapan وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ ‘gantilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia)‘. Keluarga di sini termasuk para kerabat dan pembantunya.

Ungkapan وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ ‘istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya di dunia)‘. Ini adalah mengathafkan khusus kepada umum. Keluarga adalah umum yang mencakup pasangan dan selainnya. Akan tetapi, dikhususkan penyebutannya karena telah diciptakan syahwat dalam diri kaum pria ketika menghadapi pasangannya.

Dalam ungkapan ini penyebutan zauj ‘pasangan’ dengan maksud seorang wanita. Dikatakan, “Yang demikian lebih fasih daripada disebut zaujah ‘istri’.”

Sebagian para ulama berkata, “Lafazh ini adalah bagian dari do’a yang khusus bagi kaum pria dan tidak diucapkan ketika menyalatkan mayit seorang wanita: وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا ‘suami yang lebih bagus daripada suaminya’, karena seorang wanita bisa tetap menjadi istrinya dalam surga, karena seorang wanita tidak bisa dimiliki secara bersama-sama. Sedangkan pria bisa menerima yang demikian, dengan kata lain, beberapa wanita bersama-sama menjadi miliknya.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 397-399 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Muslim, (2/663), no. 963.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: