Syarah Doa Sholat Jenazah (4)

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمْتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ

“Ya Allah, (mayat ini) adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dia membutuhkan rahmat-Mu. Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya. Apabila dia baik, tambahkanlah kebaikannya, dan apabila dia buruk (amalnya), maka ampunilah dosanya.[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Artinya: Bahwa dia mengakui bahwa dirinya adalah seorang hamba Allah Ta’ala. Dia dan ibunya adalah budak yang sangat membutuhkan kasih sayang-Nya. Dia mencari kasih sayang-Nya. Dan agar Dia tidak menyiksanya dan mengabaikan semua keburukannya, namun memberikan tambahan dalam kebaikan-kebaikannya.[]

Disalin dari Syarah Do’a & Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf al-Qathtani, hal. 403 Terbitan Darul Falah, Jakarta.


[1]    Ditakhrij Al-Hakim dan dishahihkan olehnya dan disepakati Adz-Dzahabi, (1/359). Lihat Ahkam Al-Janaiz, karya Al-Albani, hlm. 125.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: