Syarah Doa Ketika Melihat Orang Lain Tertimpa Bala

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi keutamaan kepadaku, melebihi orang banyak yang telah Dia ciptakan.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu.

Di dalamnya disebutkan sabda beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam,

مَنْ رَأَى مُبْتَلًى فَقَالَ… لَمْ يُصِبْهُ ذَلِكَ الْبَلَاءُ

“Barangsiapa melihat orang tertimpa bala, lalu mengucapkan … maka dia tidak akan tertimpa bala itu.”

Ungkapan مَنْ رَأَى مُبْتَلًى ‘barangsiapa melihat orang tertimpa bala’, dengan kata lain, orang yang tertimpa bala berupa berbagai macam penyakit atau tertimpa bala berupa jauh dari Allah Ta’ala dan dari agamanya yang lurus.

Ungkapan وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً ‘dan Allah telah memberi keutamaan kepadaku melebihi orang banyak yang telah Dia ciptakan’, boleh jadi yang dimaksud di sini adalah jama’ah yang tertimpa musibah, lalu Allah mengutamakan dirinya atas mereka dengan menjadikannya selamat dari bala itu yang mana Dia menguji mereka dengannya.

Sebaiknya menyebutkan dzikir ini secara tersembunyi, hanya terdengar oleh dirinya sendiri dan tidak diperdengarkan kepada orang yang tertimpa bala, agar hatinya tidak sakit karena kejadian itu. Kecuali jika ujiannya adalah kemaksiatan, maka tidak mengapa memperdengarkannya. Karena yang demikian termasuk ke dalam peringatan keras baginya jika dia tidak takut kerusakan yang akan ditimbulkannya. Wallahu A’lam.[]

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 473-474.


[1]    HR. At-Tirmidzi, (5/493, 494), no. 3432. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi (3/153).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: