Syarah Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam (5)

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Ya Allah, berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, syukur kepada-Mu, dan ibadah yang baik untuk-Mu.”[1]

Shahabat yang meriwayatkan hadits ini adalah Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu Anhu.

Ungkapan ذِكْرِكَ ‘menyebut nama-Mu’, mencakup segala macam pujian hingga membaca Al-Qur’an dan menyibukkan diri dengan ilmu agama.

Dzikir lebih didahulukan daripada syukur adalah ka-rena seorang hamba jika tidak menjadi seorang ahli dzikir, maka tidak akan menjadi ahli syukur. Sebagaimana telah dipaparkan di atas firman Allah Ta’ala,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku ….” (Al-Baqarah: 152)

Ungkapan وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ ‘dan ibadah yang baik untuk-Mu’ dibatasi dengan baik, karena ibadah yang baik adalah ibadah yang murni. Jika ibadah tidak murni, tidak sesuai dengan Sunnah; maka tidak akan diterima dan tidak bermanfaat bagi orang yang melakukannya.

Disalin dari Syarh Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim oleh Madji bin Abdul Wahhab Ahmad dengan Korektor Syaikh Dr. Sa’id bin Ali Wahf Al-Qahthani, terbitan Darul Falah Jakarta, Hal. 203-204.


[1]     Abu Dawud, (2/86), no. 1522; An-Nasa i, (3/53) dan dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud, (1/284).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: